Peraturan Duterte Bisa Menjadikan Indonesia ‘Banjir’ Narkoba

Negara Indonesia disebut terkena dampak dari kebijakan pemberantasan narkoba seperti yang sudah dilakukan pleh Presiden Rodrigo Duterte di Filipina. Dimana dari semua sindikat akan mengalihkan tujuan distribusi narkobanya ke Tanah Air kita.

Direktur Tindak Pisertaa Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko sertaianto mengatidakan pengedar mulai berpikir ulang mendistribusikan narkoba ke Filipina. karena, Duterte tidak segan menembak mati setiap pengedar walaupun kelas teri.

“Sekarang masuk sindikat volume besar ke Indonesia. Ini adalah akbibat dampak dari kebijakan Duterte seperti sikat habis itu,” ujar Eko di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, hari Rabu tanggal 20 September 2017.

Ibarat teori balon, ujar dia, jika ditekan di satu tempat saja, maka bakal menggelembung di tempat. Kali ini, kondisi itu tengah dialami Indonesia dalam kasus peredaran narkoba.

“Dampak dari Filipina ini sampai ke negara kami,” ujar Eko.

Apalagi, permintaan narkotika di Indonesia masih sangat besar sekali. Indonesia sampai saat ini juga dinilai masih jadi pasar empuk peredaran barang haram.

Mberasalah seperti ada, ujar Eko, bukan cuma soal narkoba. Belakangan penegak hukum juga kerepotan dengan maraknya peredaran obat-obat terlarang.

“Ini perlu sinergisitas semua pihak. Seluruh komponen bangsa pun harus memerhatikan persoalan ini,” ujar dia.

Eko mendeteksi ada lebih dari 90 sindikat narkoba di Tanah Air. Sindikat narkoba terbaru terdeteksi berberasal dari Myanmar serta Kamboja. Mereka mengincar pulau terluar Indonesia untuk menyelundupkan narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *