Dengan Asertaya Tren Bezel-Less bisa Membuat harga Smartphone Naik?

Smartphone dengan desain bezel minim tengah sebagai tren di industri smartphone, setelah sejumlah merek smartphone besar meluncurkan perangkat dengan desain tersebut. Namun pada 2018, sejumlah produsen lain juga diprediksi akan menghadirkan perangkat pendukung tren tersebut.

Prediksi tersebut tak akan terbukti jika pasokan panel agar bisa layar berdesain minim bezel tersebut tak cukup. Bahkan saat ini dilaporkan terjadi kekurangan pasokan panel smartphone, diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2018.

Dengan Asertaya Tren Bezel-Less bisa Membuat harga Smartphone Naik?

Penyebab utama kekurangan pasokan tersebut akibat tingginya permintaan agar bisa panel layar perangkat berbingkai tipis seperti dikustomisasi, sementara produsen panel tersebut tak cukup banyak agar bisa memenuhi permintaan tersebut.

Namun, persyaratan ukuran panel berdesain bezel tipis seperti diusung setiap perusahaan dilaporkan berbeda, sebab sebagian besar perusahaan bergantung pada desain smartphone seperti direncanakan agar bisa diluncurkan, sama dengan seperti dilaporkan Phone Arena.

Karenanya, panel layar berdesain bezel tipis dengan ukuran tertentu hanya bisa dikirimkan kepada klien tertentu, sesertagkan hingga saat ini ukuran layar seperti sama dikirimkan kepada berbagai klien. Selain itu, layar dengan aspek rasio 18:9 membutuhkan waktu produksi lebih lama.

Layar beraspek rasio tersebut juga membutuhkan komponen kaca 20 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan panel dengan aspek rasio 16:9. Berdasarkan permasalahan tersebut, harga panel tersebut akan meningkatkan biaya produksi dengan kisaran berdigit gkamu pada Q3 serta Q4 2017, serta tren ini akan berlanjut pada 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *