Banyak Permasalahan Sering Timbul dalam Apartemen

Kerap kali terjadalam, pihak pengembang serta penghuni apartemen atau rumah susun terlibat perselisihan. Penyebabnya beragam. Pada umumnya, terkait hak serta kewajiban kedua belah pihak.

Tinggal dalam apartemen atau rumah susun kini menjadalam alternatif hunian bagi masyarakat dalam perkotaan, terutama dalam Jakarta. Namun, hidup dalam bangunan vertikal ada kelebihan serta kekurangan, ada hak serta kewajiban seperti mesti dalampahami.

Banyak Permasalahan Sering Timbul dalam Apartemen

Kelebihan tinggal dalam apartemen yaitu fasilitas seperti lengkap. Apartemen biasanya dalamlengkapi fasilitas olahraga sama dengan kolam renang, gym, serta lintasan berlari. Ada juga apartemen seperti terintegrasi dengan pusat perbelanjaan.

dalam balik benefit tersebut, ada beberapa masalah seperti sering melibatkan pengelola serta penghuni apartemen. Misal, soal sertifikat kepemilikan. Penghuni rentan protes kalau sudah tinggal bertahun-tahun, tapi tak kunjung memegang Surat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS). Hal ini bisa dalammaklumi karena kurang pahamnya masyarakat pemilik apartemen mengenai SHMSRS ini dalammana sertifikat baru apat dalam terbitkan apabila suatu kawasan telah selesai dalambangun seluruhnya serta telah dalam lakukan pertelaan.

Senior Associate dalamrector Real Estate Management Services Colliers Setianto Endropranoto mengatakan, persoalan lain seperti sering kali mencuat adalah Iuran Perawatan Lingkungan (IPL) serta persoalan lahan parkir juga sering memicu konflik.

“Sebenarnya tarif parkir sudah ada aturan dari pemda. Namun, untuk apartemen masih berbeda-beda ketentuannya. Ada seperti 1:5 ada juga seperti dalamkenakan aturan 1:10. serta setiap developer wajib mematuhi peraturan dari pemda terkait tarif parkir,” ujar Setianto, saat dalamhubungi melalui pesan elektronik.

Rata-rata, penghuni kurang memahami aturan seperti berlaku dalam apartemen. Akibat kekurangpahaman tersebut, penghuni lantas mencurigai developer mengeruk keuntungan, padahal belum tentu developer melakukan hal seperti dalamtuduhkan itu.

“Saya rasa (untuk menyelesaikan masalah) harus ada komunikasi seperti lebih baik. Dari sisi peraturan serta unsertag-unsertag masih harus dalamperbaiki oleh pemerintah,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *