Menkominfo: Data Pengguna Kartu Seluler Untuk Kepentingan Registrasi

Pemerintah telah mewajibkan seluruh pengguna kartu seluler prabayar melakukan registrasi ulang. Tak terkecuali anak-anak.

Menkominfo: Data Pengguna Kartu Seluler Untuk Kepentingan Registrasi

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, aturan dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi itu pengatur kewajiban pengisian data pengguna. Ia meminta masyarakat tak perlu khawatir bagi pengguna anak-anak yang belum memiliki KTP. Nomor induk registrasi kependudukan sudah tercantum dalam kartu keluarga (KK).

“Semua rumah tangga di Indonesia mempunyai KK, di KK itu ada NIK. Kalau sudah usia tertentu, NIK dituangkan dalam E-KTP. Jadi yang tidak mempunyai e-KTP, usianya katakan 13 tahun, mau meregistrasi juga bisa karena NIK-nya ada di KK,” papar Rudi di kawasan CFD Jakarta Pusat, Minggu 5 November 2017.

Rudi mengharapkan kebijakan ini bukan hanya menjadi program pemerintah. Namun, pihak operator dan masyarakat sebagai pengguna perlu menyadari pentingnya mewujudkan tertib bertelekomunikasi.

“Kami menginginkan ini bukan programnya pemerintah saja. Tapi betul-betul jadi satu gerakan bersama untuk meng-adress isu konten negatif, isu hoax dan isu berita palsu,” ujarnya.

Ia menjamin data yang dikirimkan oleh pengguna hanya digunakan untuk kepentingan registrasi. Pengawasan akan dilakukan secara ketat sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri (PM) Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik.

“Registrasi kartu prabayar tidak sampai satu menit, tapi kenyamanan selama menjadi pelanggan (kartu prabayar),” ucap Rudi.

Pengguna kartu seluler diberi batas waktu pengisian data mengirimkan nomor induk kependudukan (NIK) dan Nomor kartu keluarga (KK) hingga 28 Februari 2018 mendatang.

Kebijakan registrasi ulang kartu seluler tersebut dilakukan untuk menertibkan identitas pengguna nomor seluler prabayar. Selain bisa menekan kejahatan siber, konten berisi informasi penipuan dan hoax juga kemudian bisa lebih awal ditangkal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *