Penghayat Kepercayaan Minta Masyarakat Hentikan Diskriminasi

Komunitas masyarakat adat Karuhun Sunda Wiwitan menyambut positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) uji materi UU Adminitrasi Kependudukan. Kelompok penghayat kepercayaan berharap tidak ada lagi diskriminasi yang dilakukan masyarakat.

“Dengan segala kesadaran tidak boleh lagi ada diskriminasi. Kita sudahi dan cukupi cara pandang beragama kita,” kata Dewi Kanti salah satu pengurus penghayat kepercayaan Masyarakat Adat Karuhun Sunda Wiwitan kepada Metrotvnews.com, Kamis 9 November 2017.

Dewi mengungkapkan, kelompok penghayat kepercayaan banyak menerima diskriminasi dari pemerintah. Seperti ada pandangan stigma politik dan kekerasan sikologis.

“Berdampak pada kematian keperdataan. Ketika pintu masuk secara adminitrasi kolom KTP dikosongkan dan perkawinan adat tidak dicatat negara,” ujarnya.

Dampaknya, sangat terasa dalam kehidupan sosial masyarakat dan ekonomi kelompok penghayat kepercayaan. Hal ini, kata Dewi, melanggar dari sisi kemanusiaan. Padahal, dalam konstitusi dan dasar negara, menganut nilai-nilai ketuhanan yang maha esa.

Putusan MK, merupakan pelunasan hutang bangsa Indonesia terhadap konstitusi ketuhanan yang maha esa. “Kita lihat ini adalah hutang peradaban kemanusiaan yang harus segera kita lunasi bersama,” katanya.

Komunitas Masyarakat Adat Sunda Wiwitan berpusat di Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Ada 1000 jiwa penghayat kepercayaan Sunda Wiwitan di Kabupaten Kuningan.

Sebelumnya, MK mengabulkan permohonan uji materi terhadap Pasal 61 Ayat (1) dan (2), serta Pasal 64 ayat (1) dan (5) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan (UU Adminduk). Putusan ini berarti penghayat kepercayaan mendapatkan pengakuan negara dalam sistem administrasi kependudukan.

Permohonan uji materi dengan perkara 97/PUU-XIV/2016 itu diajukan Nggay Mehang Tana, Pagar Demanra Sirait, Arnol Purba, dan Carlim. Para pemohon merupakan penghayat kepercayaan dari berbagai komunitas kepercayaan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *