Perguruan Cikini Gelar Acara Memperingati 60 Tahun Percobaan Pembunuhan Soekarno

30 November 1957 menjadi catatan hitam dalam lembar-lembar sejarah bangsa. Tragedi Cikini, begitu kejadian ini dikenal, disebut-sebut sebagai aksi terorisme pertama setelah Indonesia merdeka yang menyasar Presiden Indonesia pertama, Soekarno.

“Kejadian di Perguruan Cikini ini kan bisa dibilang sebagai aksi terorisme pertama yang menggunakan alat peledak sejak Indonesia merdeka,” ujar Wakil Ketua Pengurus Perguruan Cikini, Budiono Kartohadiprodjo kepada Medcom.id, di Jalan Raya Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 30 November 2017.

Tragedi Cikini berawal dari kedatangan Presiden Soekarno ke Perguruan Cikini di Jalan Cikini, Nomor 76, Jakarta Pusat. Soekarno datang memenuhi undangan Direktur Percetakan Gunung Sari Johan Sirie dan Kepala Perguruan Cikini Sumadji Muhammad Sulaimani dalam rangka peringatan ulang tahun ke-15 sekolah itu.

Usai menghadiri acara tersebut, sejumlah pemuda tanpa menggunakan kendaraan melempar granat ke arah Presiden Soekarno yang saat itu sedang dikerumuni oleh anak-anak.

Skenario percobaan pembunuhan Soekarno digagalkan oleh kesigapan ajudan yang saat itu langsung membawa presiden ke tempat aman. Meski begitu, kejadian ini menelan tujuh korban jiwa dan puluhan orang terluka.

Hari ini tepat 60 tahun sejak Tragedi Cikini terjadi. Perguruan Cikini menggelar acara khusus untuk memperingati peristiwa tersebut. Pantauan Medcom.id, sejumlah alumni Perguruan Cikini dan siswa-siswi kelas enam meramaikan acara ini.

“Perguruan Cikini ini termasuk salah satu sekolah yang berdiri sebelum Indonesia merdeka. Tepatnya tahun 1942, sekolah ini banyak sejarahnya. Anak-anak Bung Karno dulu sekolah di sini. Kami ingin siswa-siswi saat ini tidak melupakan sejarah dan mengamalkan Pancasila,” ujar Budiono.

Sejumlah kegiatan dilakukan dalam peringatan 60 tahun Tragedi Cikini, di antaranya makan dan foto bersama alumni dan siswa-siswi kelas 6 hingga bincang-bincang. Siswa-siswi kelas 6 terlihat antusias menonton bincang-bincang para alumni Perguruan Cikini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *