Pemerintah Akan Memperhatikan Standar Keamanan Museum

Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan standarisasi terhadap 100 museum pada 2017 dari total 400 museum di Indonesia. Hal ini sesuai dengan amanat PP Nomor 66 Tahun 2015.

Pemerintah Akan Memperhatikan Standar Keamanan Museum

Kasubdit Permuseuman Ditjen Kebudayaan Sri Patmiarsi Retnaningtyas mengatakan program standarisasi museum di antaranya dilakukan dengan menilai kelaikan bangunan dan status tanah tempat bangunan museum didirikan.

“Hasilnya, hanya 20 persen dari 100 museum yang ideal dan memenuhi standar,” katanya, dalam Selamat Pagi Indonesia, Kamis 18 Januari 2018.

Selain menilai kelaikan bangunan dan status kepemilikan tanah, standarisasi juga dilakukan dengan penilaian sumber daya manusia atau pengelola termasuk juga pola perawatan dan penyimpanan barang koleksi museum.

Sri mengatakan aspek kelaikan bangunan dan perlakuan terhadap barang koleksi pada dasarnya sudah memenuhi standar, namun yang menjadi catatan pemerintah adalah sebagian besar museum tersebut lemah dari sisi keamanan.

“Secara umum nilainya C. Seharusnya gedung punya alarm tapi ini tidak. Padahal alarm itu penanda kalau ada sesuatu yang terjadi di museum, ini yang kurang perhatian,” katanya.

Sri menyebut standarisasi museum akan terus dilakukan terhadap seluruh museum di Indonesia. Khusus di 2018, pemerintah mencanangkan akan melakukan standarisasi terhadap 180 museum.

Selain ingin meningkatkan potensi museum, pemerintah kata Sri, ingin mendorong pemerintah daerah maupun museum milik masyarakat untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan. Di samping standarisasi, pemerintah juga memberikan dana revitalisasi untuk museum milik pemerintah daerah agar dikelola dengan baik.

Sampai saat ini, sudah ada 86 museum yang diberikan dana bantuan revitalisasi. Revitalisasi museum dilakukan dengan perbaikan manajemen, pencitraan, jejaring, termasuk bentuk fisik.

Dukungan terhadap fisik di antaranya perubahan tata pamer dari yang sebelumnya bersifat formal menjadi lebih santai. Hal ini agar menjadi daya tarik bagi pengunjung bahwa museum pemerintah daerah tak kalah dengan museum-museum nasional.

“Jadi kita membantu pemda untuk komitmen terhadap museumnya. Kita enggak sekadar memberikan dana tetapi pemda pun juga harus termotivasi dengan dukungan pemerintah pusat,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *