Kemeriahan Peringatan Earth Hour di Bogor

Peringatan Earth Hour dimeriahkan warga Kota Bogor dengan menggelar kampanye hemat energi mengelilingi pedestrian Kebun Raya Bogor. Sebanyak 150 pelari dari berbagai komunitas bergabung seperti IPB Runners, Bogor Runners, dan relawan Earth Hour.

Kemeriahan Peringatan Earth Hour di Bogor

“Lari malam ini bagian dari kampanye kepada masyarakat untuk hemat energi pada peringatan Earth Hour Day di Kota Bogor,” kata Koordinator Earth Hour Day Kota Bogor Ficky Nur Firduas dilansir Antara, Sabtu, 24 Maret 2018.

Lari malam dilaksanakan selama hitung mundur earth hour mulai pukul 20.30 WIB sampai pukul 21.30 WIB. Para pelari terlebih dahulu melakukan pemanasan di Taman Ekspresi, selanjutnya lari mengelilingi pedestrian Kebun Raya.

“Pelari akan membawa tongkat lampu dan senter kepala, sebab pasti akan gelap saat lari. Ini juga bagian dari kampanye tentang Earth Hour kepada masyarakat,” ungkap Ficky.

Peringatan Earth Hour di Kota Bogor memasuki tahun ketujuh sejak pertama kali dimulai pada 2011. Earth Hour merupakan kampanye global untuk gerakan hemat listrik yang ditkamui dengan pemadaman lampu selama satu jam. Kampanye ini dilaksanakan setiap Sabtu di minggu ketiga Maret setiap tahunnya.

Untuk tahun ini kegiatan Earth Hour dipusatkan di Taman Ekspresi setelah beberapa kali kegatan serupa dilakukan di Balai Kota. Earth Hour dengan tema Bogor Gelap diikuti sekitar 34 partisipan terdiri atas instansi pemerintah, hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan.

“Total ada 17 hotel yang menyatakan ikut berpartisipasi memadamkan lampu. Tersebar di wilayah kota dan Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Pemadaman lampu juga dilakukan di Taman Ekspresi, Taman Heulang, Taman Kencana, Taman Corat-Coret dan Sempur. “Tugu Kujang dan Tepas Salapan Lawang juga ikut padam,” kata dia.

Selain lari malam dan pemadaman lampu selama satu jam, peringatan Earth Hour di Kota Bogor juga diisi dengan kegiatan edukasi kepada murid Sekolah Dasar (SD). Permainan, dogeng, hingga memainkan ecofunopoly dengan tema carbon disuguhkan kepada partisipan.

“Kami sengaja menyasar anak-anak usia dini untuk mengenalkan tentang lingkungan dengan cara mendongeng dan aktivitas seru bermain game serta menanam,” tkamusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *