Akan Segera Diperiksa Berkala Sistem MEP di Bangunan Cagar Budaya

Sistem mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP) pada bangunan cagar budaya yang dimanfaatkan untuk fungsi baru harus diperhatikan dengan hati-hati. Pemeriksaan harus dilakukan secara berkala.

Akan Segera Diperiksa Berkala Sistem MEP di Bangunan Cagar Budaya

Hal itu disampaikan Arsitek Pelestari sekaligus anggota Tim Sidang Pemugaran Pemprov DKI, Osrifoel Oesman di seminar ‘Belajar dari Kebakaran Bangunan Cagar Budaya dan Rumah Adat’.

“Sistem jaringan MEP eksisting pada bangunan cagar budaya tak memadai bagi fungsi baru. Sehingga pemasangan sistem MEP yang baru harus didahului dengan studi atau kajian teknis,” kata Osrifoel di Auditorium Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis, 5 April 2018.

Osrifoel menjelaskan, jaringan sistem mekanikal termasuk AC, sistem detektor, serta fasilitas dan alat proteksi kebakaran. Jaringan sistem elektrikal yakni jaringan kelistrikan, dan telekomunikasi.

“Sementara yang dimaksud plumbing adalah sistem IPAL, sanitasi, dan drainase,” papar Osrifoel.

Studi dan kajian teknis diperlukan sebelum melakukan pemasangan jaringan MEP baru, agar pemasangan itu tak berdampak terlalu banyak terhadap bangunan cagar budaya. Meski begitu, sistem MEP juga harus tetap memenuhi stkamur.

“Sistem dan jaringan MEP itu harus memenuhi stkamur proteksi terhadap kebakaran dan bahaya petir,” ujar Osrifoel.

Lebih lanjut lagi, ia mengatakan sistem MEP pada bangunan cagar budaya harus dicek secara berkala, “Sistem dan jaringan lama, yaitu maksimal 10-15 tahun harus diganti,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *