BNN Jateng Ringkus 2 Pelaku Pembawa Sabu 800 Gram

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 800 gram yang disembunyikan dalam sela-sela sandal wanita. Pelaku terdiri dari dua orang.

Kepala BNNP Jateng, Agus Tri Heru Prasetya mengatakan, penyelundupan sabu-sabu di dalam hak atau sela-sela sandal wanita untuk mengelabuhi aparat dan petugas. Hal itu dilakukan guna lolos dalam pemeriksaan x-ray di bandara.

Menurut Agus Tri, penangkapan bermula dari tim intelijen BNN yang dapat informasi dari warga bahwa akan terjadi transaksi narkotika di patung kuda Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Lalu, tim bergerak cepat untuk menelusuri dan langsung menyergap kedua pria yang membawa dua pasang sandal yang didalamnya ada paket sabu-sabu.

“Kemudian kami geledah, ternyata benar dua buah paket sabu-sabu disembunyikan di hak sandal,” ungkap Agus Tri kepada Metro TV, Sabtu, 18 November 2017.

Salah satu pelaku berinisial DKS mengaku, dia diperintah seorang bernama Jaya Kusuma alias Sancai yang merupakan seorang narapidana di Lapas Pekalongan. Sekali mengirimkan paket barang haram tersebut, DKS bakal mendapat upah sebanyak Rp20 juta.

DKS juga merupakan residivis kasus pembunuhan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku bakal dijerat Pasal 114 (2) sub 112 (2) Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Pistol Jenis Revolver yang Digunakan Helmi Menembak Istrinya

Dokter Helmi menenteng dua senjata jenis FN dan Revolver saat menembak istrinya, Letty Sultri, 46. Pistol jenis revolver lah yang digunakan pelaku menembak istrinya.

“Yang ditembakan ke istrinya, (dokter Helmi) pakai yang revolver,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan saat dikonfirmasi Minggu 12 November 2017.

Hendy mengatakan, total enam peluru yang melesat dari revolver Helmi. Namun, belum diketahui berapa total peluru yang bersarang. “Iya enam kali, kan revolver isi pelurunya enam,” kata Hendy.

Polisi saat ini masih menunggu hasil autopsi guna mengetahui total peluru yang bersarang di tubuh Letty. Termasuk, informasi lain yang sekiranya bisa didapat dari hasil visum. L “Kami belum terima hasil (autopsi),”

Helmi tega menembak istrinya, Letty yang juga berprofesi dokter. Insiden penembakan terjadi di Klinik Azzahra Medical Centre, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis 9 November, sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebelum terjadi penembakan, korban dan pelaku sempat cekcok di lokasi. Pelaku juga mengusir para calon pasien yang hendak berobat dengan menggunakan senjata api miliknya.

Dugaan sementara, pelaku nekat menembak istrinya lantaran tak mau dicerai. Helmi pun kini sudah mendekam ditahan di Polda Metro Jaya.

Helmi dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Polisi juga menjerat tersangka dengan Undang-Undang Nomor 12 Darurat Tahun 1951 terkait penyalahgunaan senjata api.

Karena Sopir Mengantuk, Mobil Truk Terguling di Jalan Tol Ancol

Truk dengan nomor polisi AG 8076 UT terguling di dalam tol Ancol arah Pluit, kilometer 23.600. Akibat kecelakaan tersebut, lalu lintas Tol Ancol arah Bandara Soekarno-Hatta mengalami kemacetan.

Mobil truk yang membawa muatan tersebut menghalangi sebagian ruas jalan hingga tidak bisa dilalui oleh pengendara lain. Namun, saat ini mobil truk tersebut masih dalam penanganan petugas di lokasi.

“Masih penanganan petugas, tidak ada korban jiwa,” kata petugas TMC Polda Metro Jaya, Brigadir Helmi saat dihubungi Metrotvnews.com, Sabtu 11 November 2017.

Helmi juga mengatakan, saat ini pihaknya juga masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan. Dugaan awal, kecelakaan tunggal tersebut disebabkan sopir yang mengantuk hingga truk lepas kendali.

“Sedang dalam penyelidikan petugas, sopir juga lagi dipriksa,” jelas Helmi.

Penghayat Kepercayaan Minta Masyarakat Hentikan Diskriminasi

Komunitas masyarakat adat Karuhun Sunda Wiwitan menyambut positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) uji materi UU Adminitrasi Kependudukan. Kelompok penghayat kepercayaan berharap tidak ada lagi diskriminasi yang dilakukan masyarakat.

“Dengan segala kesadaran tidak boleh lagi ada diskriminasi. Kita sudahi dan cukupi cara pandang beragama kita,” kata Dewi Kanti salah satu pengurus penghayat kepercayaan Masyarakat Adat Karuhun Sunda Wiwitan kepada Metrotvnews.com, Kamis 9 November 2017.

Dewi mengungkapkan, kelompok penghayat kepercayaan banyak menerima diskriminasi dari pemerintah. Seperti ada pandangan stigma politik dan kekerasan sikologis.

“Berdampak pada kematian keperdataan. Ketika pintu masuk secara adminitrasi kolom KTP dikosongkan dan perkawinan adat tidak dicatat negara,” ujarnya.

Dampaknya, sangat terasa dalam kehidupan sosial masyarakat dan ekonomi kelompok penghayat kepercayaan. Hal ini, kata Dewi, melanggar dari sisi kemanusiaan. Padahal, dalam konstitusi dan dasar negara, menganut nilai-nilai ketuhanan yang maha esa.

Putusan MK, merupakan pelunasan hutang bangsa Indonesia terhadap konstitusi ketuhanan yang maha esa. “Kita lihat ini adalah hutang peradaban kemanusiaan yang harus segera kita lunasi bersama,” katanya.

Komunitas Masyarakat Adat Sunda Wiwitan berpusat di Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Ada 1000 jiwa penghayat kepercayaan Sunda Wiwitan di Kabupaten Kuningan.

Sebelumnya, MK mengabulkan permohonan uji materi terhadap Pasal 61 Ayat (1) dan (2), serta Pasal 64 ayat (1) dan (5) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan (UU Adminduk). Putusan ini berarti penghayat kepercayaan mendapatkan pengakuan negara dalam sistem administrasi kependudukan.

Permohonan uji materi dengan perkara 97/PUU-XIV/2016 itu diajukan Nggay Mehang Tana, Pagar Demanra Sirait, Arnol Purba, dan Carlim. Para pemohon merupakan penghayat kepercayaan dari berbagai komunitas kepercayaan di Indonesia.

Seorang Guru Pukul Anak Didiknya di SMPN 10 Pangkalpinang

Kepolisian membenarkan adanya pemukulan yang dilakukan seorang guru bernama Mu’in terhadap seorang murid kelas 8A di SMP Negeri 10 Pangkalpinang, berinisial RH. Pemukulan ini terjadi di luar kelas.

“Peristiwa terjadi pada hari Rabu 11 Oktober 2017, sekitar pukul 10.00 WIB,” kata Rikwanto dalam keterangan tertulisnya, Senin 6 November 2017.

Polisi menyelidiki insiden pemukulan ini setelah muncul video tindak kekerasan guru terhadap murid yang diduga terjadi di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Video itu viral di media sosial, sehingga mengecek langsung lokasi yang disebut-sebut terjadi di SMPN 10 Pangkalpinang.

Rikwanto menjelaskan, lokasi pemukulan ada di luar ruangan bagian belakang kelas 8B. Pemicunya, Mu’in tersinggung dengan sikap RH yang tidak sopan saat kegiatan belajar.

“Siswa RH memanggil-manggil nama guru Pak Mu’in yang sedang mengajar di kelas 8D,” ungkapnya.

Mu’in yang tersinggung lalu menghampiri RH yang tengah berjalan menuju kelas 8A. Mu’in menyetop RH di dekat kelas 8B dan menampar pipi anak didiknya itu.

“Ketemu di belakang luar kelas 8B dan melakukan pemukulan dengan menampar pipi kanan siswa Rama sebanyak tiga kali sebagai bentuk hukuman,” beber Rikwanto.

Tak terima, orang tua RH menyambangi sekolah, pada 16 Oktober 2017, meminta keterangan terkait insiden yang dialami anaknya. Singkat cerita, pertemuan berujung surat perjanjian damai.

“Saat ini siswa RH bersekolah seperti biasa dalam keadaan sehat,” ucapnya.

Hasil pemeriksaan polisi, lokasi pemukulan dalam video yang viral berbeda dengan yang terjadi di SMPN 10 Pangkalpinang. Dalam video berdurasi 33 detik itu, lokasi pemukulan berada di dalam kelas. Sedangkan, pemukulan di SMPN 10 Pangkalpinang terjadi di luar kelas.

“Ciri ciri guru dan murid yang ada pada video viral tidak sesuai dengan guru dan murid yang terlibat peristiwa pemukulan di SMPN 10 Pangkalpinang,” pungkasnya.

Rikwanto menjelaskan simpulan itu didapatkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi-saksi. Termasuk Mu’in dan RH. Polisi juga sudah mengecek Rumah Sakit Umum Pangkalpinang dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkalpinang.

Sekolah Membantah

Pihak SMPN 10 Pangkalpinang membantah video penganiayaan terhadap muridnya yang viral di media sosial. Dalam surat pernyataannya, pihak sekolah menegaskan, tindak kekerasan tak terjadi di SMPN 10 Pangkalpinang.

Mereka pun atas nama SMPN 10 Pangkalpinang siap dicek atas keberadaan video tersebut. Surat pernyataan tertanggal 6 November 2017, ini ditandatangani oleh Kepala SMPN 10 Pangkalpinang Muhamad Kadar.

Menkominfo: Data Pengguna Kartu Seluler Untuk Kepentingan Registrasi

Pemerintah telah mewajibkan seluruh pengguna kartu seluler prabayar melakukan registrasi ulang. Tak terkecuali anak-anak.

Menkominfo: Data Pengguna Kartu Seluler Untuk Kepentingan Registrasi

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, aturan dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi itu pengatur kewajiban pengisian data pengguna. Ia meminta masyarakat tak perlu khawatir bagi pengguna anak-anak yang belum memiliki KTP. Nomor induk registrasi kependudukan sudah tercantum dalam kartu keluarga (KK).

“Semua rumah tangga di Indonesia mempunyai KK, di KK itu ada NIK. Kalau sudah usia tertentu, NIK dituangkan dalam E-KTP. Jadi yang tidak mempunyai e-KTP, usianya katakan 13 tahun, mau meregistrasi juga bisa karena NIK-nya ada di KK,” papar Rudi di kawasan CFD Jakarta Pusat, Minggu 5 November 2017.

Rudi mengharapkan kebijakan ini bukan hanya menjadi program pemerintah. Namun, pihak operator dan masyarakat sebagai pengguna perlu menyadari pentingnya mewujudkan tertib bertelekomunikasi.

“Kami menginginkan ini bukan programnya pemerintah saja. Tapi betul-betul jadi satu gerakan bersama untuk meng-adress isu konten negatif, isu hoax dan isu berita palsu,” ujarnya.

Ia menjamin data yang dikirimkan oleh pengguna hanya digunakan untuk kepentingan registrasi. Pengawasan akan dilakukan secara ketat sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri (PM) Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik.

“Registrasi kartu prabayar tidak sampai satu menit, tapi kenyamanan selama menjadi pelanggan (kartu prabayar),” ucap Rudi.

Pengguna kartu seluler diberi batas waktu pengisian data mengirimkan nomor induk kependudukan (NIK) dan Nomor kartu keluarga (KK) hingga 28 Februari 2018 mendatang.

Kebijakan registrasi ulang kartu seluler tersebut dilakukan untuk menertibkan identitas pengguna nomor seluler prabayar. Selain bisa menekan kejahatan siber, konten berisi informasi penipuan dan hoax juga kemudian bisa lebih awal ditangkal.

Bupati Tangerang: Pabrik tidak Lapor Penambahan Jumlah Karyawan

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyebut ada ada pelanggaran seperti dilakukan oleh PT Panca Buana Cahaya Sukses, yakni soal jumlah karyawan. Hal itu dia ungkapkan saat membahas ledakan pabrik petasan milik PT Panca Buana Cahaya Sukses dengan Komisi IX.

Bupati Tangerang: Pabrik tidak Lapor Penambahan Jumlah Karyawan

“Pelanggaran ketika mereka meningkatkan produksi secara masif. Kalau lebih dari 100 pekerja masuknya industri besar,” ujar Zeki di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Selasa, 31 Oktober 2017.

Baca juga : berita nasional lainnya

Menurut dia, pegawai di PT Panca Buana Cahaya Sukses seperti tercatat hanya sebanyak 10 hingga 20 orang. tak ada keterangan lebih lanjut terkait penambahan jumlah pegawai.

“seperti dari 20 sampai 100 wajib melaporkan sebetulnya. Ketika memulai produksi dengan banyak karywan, ini mereka seperti tak laporkan,” jelas dia.

Baca: Hari Ini, 6 Korban Ledakan Pabrik Petasan Jalani Operasi

Zaki menuturkan, PT Panca Buana Cahaya Sukses sudah memiliki izin usaha seperti lengkap. Perusahaan itu memasukkan izin usaha sejak 2016 dengan menyatidakan sebagai pabrik kembang api serta sebagai perusahaan industri.

“Terakhir keluar izin usaha industri di Juni 2017. Mereka mulai produksi sekitar mulai September setelah izin keluar,” pungkas Zaki.

Tak Ada Warga Yang Menjadi Korban Meledaknya Gudang di Kosambi

Sebanyak 27 orang dikabarkan tewas akibat ledakan di Gudang petasan di Kabupaten Tangerang. Tak ada warga seperti mensehingga korban akibat kesehinggaan terujar.

Tak Ada Warga Yang Menjadi Korban Meledaknya Gudang di Kosambi

“agar bisa sementara korban adalah karyawan pabrik petasan,” ujar Camat Kosambi Toni Rustoni kepada Metro TV, Kitas 26 Oktober 2017.

Saat ini sejumlah mobil ambulans sudah siap di Gudang petasan. Sementara polisi masih mengevakuasi korban.

“Masih ada jenazah belum dievakuasi. Polisi lagi mencari jumlahnya berapa. Proses evakuasi masih berlangsung,” terangnya.

Gudang petasan di Desa Cengklong, Kosambi, Kabupaten Tangerang meledak pagi tadi. Gudang berada di dekat dengan permukiman warga.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan hingga siang ini baru lima korban luka seperti teridentifikasi. Mereka mengalami luka bakar serta telah dievakuasi ke rumah sakit.

Berikut kelima nama korban:
1. M Agis, (21)
Alamat: Kebon Mede RT 002/006 Kelurahan Kamal

2. Ason, (24)
Alamat : Kebon Kelapa RT 005/002 Kelurahan Tegal Alur

3. Suwandi, (20),
Alamat: Kebon Mede RT 002/006 Kelurahan Kamal,Kecamatan Kalideres

4. Wilserta, (22),
Alamat: PerGudangan Kamal Bisnis Center Kelurahan Kamal

5. Fahmi, (20)
Alamat: Kebon Mede RT002/006 Kelurahan Kamal Jakarta Barat.

Satpam Ancol Diduga Pengedar Sabu Ditangkap

Mujahidin, petugas keamanan yang bekerja di Eco Park Taman Impian Jaya Ancol, ditangkap unit Reskrim Polsek Kelapa Gading. Ia diciduk lantaran diduga jadi pengedar narkoba jenis sabu.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Arif Fazrulrahman mengatakan penangkapan Mujahidin hasil pengembangan kasus narkoba atas nama M. Taupik.

Satpam Ancol Diduga Pengedar Sabu Ditangkap

“Yang bersangkutan petugas security yang diduga sebagai pengedar narkoba jenis sabu,” kata Arif dalam keterangan tertulisnya, Senin 23 Oktober 2017.

Mujahidin ditangkap pada Sabtu 21 Oktober 2017. Ia dicokok saat tengah bertugas.

Saat diringkus, polisi mendapati satu paket sabu dan satu alat isap sabu (bong) di saku celana Mujahidin. Sabu dibungkus dalam satu lembar uang Rp5 ribu.

Setelah itu, polisi menggeledah mobil Kijang Toyota Kijang dengan plat nomor B 1131 WVM milik Mujahidin. Polisi menemukan dua paket sabu yang disimpan pelaku di dashboard tengah mobil.

“Selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke Mapolsek Kelapa Gading,” ungkap Arif.

9 orang Mahasiswa ditahan Setelah Aksi di Istana

Semjikan orang ditangkap usai aksi unjuk rasa kelompok mahasiswa di depan Istana Negara. Aksi bertajuk kritik tiga tahun kepemimpinan Jokowi-JK itu baru dapat dibubarkan jelang tengah malam.

9 orang Mahasiswa ditahan Setelah Aksi di Istana

“Ada semjikan orang seperti kita amankan (ditahan). Saya sudah kirim ke Polda,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat 20 Oktober 2017 malam.

Baca juga : berita nasional lainnya

Idham mengatidakan, penahanan dilakukan lantaran mereka diduga menjadi provokator. Oknum tersebut kebisaan melakukan aksi pengerusakan fasilitas umum saat petugas kepolisn hendak melakukan pembubaran paksa.

“Sementara melakukan pengerusakan terhadap inventaris anggota Polri maupun fasilitas umum,” kata Jenderal Polri bintang dua ini.

Menurut Idham, seluruh oknum seperti ditahan tersebut akan menjalani pemeriksaan intensif selama 24 jam penuh. Penyidik, ujar dia, sementara menerapkan pasal 406 KUPH tentang perusakan serta pasal 170 KUH tentang pengeroyokan terhadap barang serta orang.

“Semua (oknum) sudah di Polda (Metro Jaya),” jelas dia.