Bupati Tangerang: Pabrik tidak Lapor Penambahan Jumlah Karyawan

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyebut ada ada pelanggaran seperti dilakukan oleh PT Panca Buana Cahaya Sukses, yakni soal jumlah karyawan. Hal itu dia ungkapkan saat membahas ledakan pabrik petasan milik PT Panca Buana Cahaya Sukses dengan Komisi IX.

Bupati Tangerang: Pabrik tidak Lapor Penambahan Jumlah Karyawan

“Pelanggaran ketika mereka meningkatkan produksi secara masif. Kalau lebih dari 100 pekerja masuknya industri besar,” ujar Zeki di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Selasa, 31 Oktober 2017.

Baca juga : berita nasional lainnya

Menurut dia, pegawai di PT Panca Buana Cahaya Sukses seperti tercatat hanya sebanyak 10 hingga 20 orang. tak ada keterangan lebih lanjut terkait penambahan jumlah pegawai.

“seperti dari 20 sampai 100 wajib melaporkan sebetulnya. Ketika memulai produksi dengan banyak karywan, ini mereka seperti tak laporkan,” jelas dia.

Baca: Hari Ini, 6 Korban Ledakan Pabrik Petasan Jalani Operasi

Zaki menuturkan, PT Panca Buana Cahaya Sukses sudah memiliki izin usaha seperti lengkap. Perusahaan itu memasukkan izin usaha sejak 2016 dengan menyatidakan sebagai pabrik kembang api serta sebagai perusahaan industri.

“Terakhir keluar izin usaha industri di Juni 2017. Mereka mulai produksi sekitar mulai September setelah izin keluar,” pungkas Zaki.

Tak Ada Warga Yang Menjadi Korban Meledaknya Gudang di Kosambi

Sebanyak 27 orang dikabarkan tewas akibat ledakan di Gudang petasan di Kabupaten Tangerang. Tak ada warga seperti mensehingga korban akibat kesehinggaan terujar.

Tak Ada Warga Yang Menjadi Korban Meledaknya Gudang di Kosambi

“agar bisa sementara korban adalah karyawan pabrik petasan,” ujar Camat Kosambi Toni Rustoni kepada Metro TV, Kitas 26 Oktober 2017.

Saat ini sejumlah mobil ambulans sudah siap di Gudang petasan. Sementara polisi masih mengevakuasi korban.

“Masih ada jenazah belum dievakuasi. Polisi lagi mencari jumlahnya berapa. Proses evakuasi masih berlangsung,” terangnya.

Gudang petasan di Desa Cengklong, Kosambi, Kabupaten Tangerang meledak pagi tadi. Gudang berada di dekat dengan permukiman warga.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan hingga siang ini baru lima korban luka seperti teridentifikasi. Mereka mengalami luka bakar serta telah dievakuasi ke rumah sakit.

Berikut kelima nama korban:
1. M Agis, (21)
Alamat: Kebon Mede RT 002/006 Kelurahan Kamal

2. Ason, (24)
Alamat : Kebon Kelapa RT 005/002 Kelurahan Tegal Alur

3. Suwandi, (20),
Alamat: Kebon Mede RT 002/006 Kelurahan Kamal,Kecamatan Kalideres

4. Wilserta, (22),
Alamat: PerGudangan Kamal Bisnis Center Kelurahan Kamal

5. Fahmi, (20)
Alamat: Kebon Mede RT002/006 Kelurahan Kamal Jakarta Barat.

Satpam Ancol Diduga Pengedar Sabu Ditangkap

Mujahidin, petugas keamanan yang bekerja di Eco Park Taman Impian Jaya Ancol, ditangkap unit Reskrim Polsek Kelapa Gading. Ia diciduk lantaran diduga jadi pengedar narkoba jenis sabu.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Arif Fazrulrahman mengatakan penangkapan Mujahidin hasil pengembangan kasus narkoba atas nama M. Taupik.

Satpam Ancol Diduga Pengedar Sabu Ditangkap

“Yang bersangkutan petugas security yang diduga sebagai pengedar narkoba jenis sabu,” kata Arif dalam keterangan tertulisnya, Senin 23 Oktober 2017.

Mujahidin ditangkap pada Sabtu 21 Oktober 2017. Ia dicokok saat tengah bertugas.

Saat diringkus, polisi mendapati satu paket sabu dan satu alat isap sabu (bong) di saku celana Mujahidin. Sabu dibungkus dalam satu lembar uang Rp5 ribu.

Setelah itu, polisi menggeledah mobil Kijang Toyota Kijang dengan plat nomor B 1131 WVM milik Mujahidin. Polisi menemukan dua paket sabu yang disimpan pelaku di dashboard tengah mobil.

“Selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke Mapolsek Kelapa Gading,” ungkap Arif.

9 orang Mahasiswa ditahan Setelah Aksi di Istana

Semjikan orang ditangkap usai aksi unjuk rasa kelompok mahasiswa di depan Istana Negara. Aksi bertajuk kritik tiga tahun kepemimpinan Jokowi-JK itu baru dapat dibubarkan jelang tengah malam.

9 orang Mahasiswa ditahan Setelah Aksi di Istana

“Ada semjikan orang seperti kita amankan (ditahan). Saya sudah kirim ke Polda,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat 20 Oktober 2017 malam.

Baca juga : berita nasional lainnya

Idham mengatidakan, penahanan dilakukan lantaran mereka diduga menjadi provokator. Oknum tersebut kebisaan melakukan aksi pengerusakan fasilitas umum saat petugas kepolisn hendak melakukan pembubaran paksa.

“Sementara melakukan pengerusakan terhadap inventaris anggota Polri maupun fasilitas umum,” kata Jenderal Polri bintang dua ini.

Menurut Idham, seluruh oknum seperti ditahan tersebut akan menjalani pemeriksaan intensif selama 24 jam penuh. Penyidik, ujar dia, sementara menerapkan pasal 406 KUPH tentang perusakan serta pasal 170 KUH tentang pengeroyokan terhadap barang serta orang.

“Semua (oknum) sudah di Polda (Metro Jaya),” jelas dia.

Polisi Periksa 4 Orang terkait Kasus Dokter Todong Pegawai

Polisi masih mengusut kasus dokter yang mengancam pegawai rumah sakit dengan pistol mainan di Jakarta Timur. Sebanyak empat orang diperiksa.

“Sudah ada empat saksi yang kita periksa,” kata Kanit Reskrim Polsek Duren Sawit AKP Nevo Suharjendro, Kamis 19 Oktober 2017.

Nevo tak merinci identitas keempat saksi. Yang jelas, satu di antaranya merupakan pelapor, AS, yang menjadi korban ancaman.

Dia mengungkapkan, dalam pemeriksaan penyidik bertanya soal pistol mainan yang digunakan dokter ALT saat melakukan ancaman. Namun, tak ada saksi yang tahu ALT membawa pistol-pistolan itu.

“Saksi enggak tahu dia (pelaku) bawa pistol itu, baju dokter kan tertutup, jadi saksi-saksi nggak tahu,” beber dia.

Terkait pengusutan kasus itu, polisi juga akan memeriksa dokter ALT. Di dijadwalkan diperiksa pada Jumat 20 Oktober 2017 sekira pukul 10.00 WIB. Nevo menyebut, ALT bakal ditanya muasal pistol mainan yang ia gunakan buat mengancam staf rumah sakit.

ALT diduga mengancam pegawai Rumah Sakit Yadika, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Dokter itu marah besar lantaran merasa pasiennya berkurang.

Buntut dari kemarahannya, ALT menodongkan pistol mainan ke kepala salah satu pegawai administrasi rumah sakit, AS.
Korban kemudian melaporkan ALT ke Mapolsek Duren Sawit.

Laporan itu tercatat dalam Nomor: 069/K/X/2017/Sek. Dsw, tanggal 14 oktober 2017. Oknum dokter tersebut diduga melanggar Pasal 335 ayat (1) KUHP tentang Kemerdekaan Seseorang.

WNA yang Terjun di Blok M Square Sempat Terlihat Kebingungan

Lorena C Binayan, terlihat seperti orang bingung sebelum terjun dari lantai lima Blok M Square, Jakarta Selatan, Senin, 16 Oktober 2017 malam. Perempuan 39 tahun itu juga sempat terlihat mondar-mandir di sekitar mal.

“Korban sempat mondar mandir sendirian dengan membawa tas warna hitam,” kata Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru Kompol Subowo saat dikonfirmasi, Selasa 17 Oktober 2017.

Dari penyelidikan sementara, wanita asal Filipina itu diduga bunuh diri. Tapi kata Subowo untuk memastikan korban murni bunuh diri, polisi mengecek CCTV dan memeriksa sejumlah saksi.

“Dari hasil keterangan saksi-saksi bahwa korban meninggal diduga akibat bunuh diri dengan cara meloncat dari lantai lima hingga jatuh sampai lantai dasar Blok M Square,” beber Subowo.

Dia bilang sampai saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi untuk menelusuri penyebab Lorena nekat bunuh diri.

Permukaan Tanah di Depan Menara Saidah Longsor

Permukaan tanah di depan Menara Saidah, Jalan M.T. Haryono, Jakarta Selatan, amblas. Longsoran material tanah itu menimbun tiang pancang proyek light rail transit (LRT) dan Flyover Pancoran.

Pantauan Metrotvnews.com, bagian longsoran tanah tersebut sudah ditutupi terpal biru dan diberi garis polisi. Halaman depan Menara Saidah juga sudah ditutupi dengan pagar seng. Satu mobil berat dikerahkan untuk mengangkut tiang besi yang tertimbun tanah.

Informasi yang dihimpun, longsor terjadi ketika hujan turun pada malam hari Kamis 12 Oktober 2017 malam. Hujan diduga mengakibatkan permukaan tanah amblas.

“Kemarin malam pas hujan tanah longsor,” kata salah satu warga sekitar yang enggan menyebutkan namanya, Jumat 13 Oktober 2017.

Kontraktor pembangunan yang bekerja di depan Menara Saidah enggan memberikan komentar mengenai peristiwa ini. Para awak media juga dilarang memasuki tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara itu, lalu lintas di depan Menara Saidah terpantau ramai lancar. Tidak terjadi kemacetan imbas dari longsor.

Banyak Permasalahan Sering Timbul dalam Apartemen

Kerap kali terjadalam, pihak pengembang serta penghuni apartemen atau rumah susun terlibat perselisihan. Penyebabnya beragam. Pada umumnya, terkait hak serta kewajiban kedua belah pihak.

Tinggal dalam apartemen atau rumah susun kini menjadalam alternatif hunian bagi masyarakat dalam perkotaan, terutama dalam Jakarta. Namun, hidup dalam bangunan vertikal ada kelebihan serta kekurangan, ada hak serta kewajiban seperti mesti dalampahami.

Banyak Permasalahan Sering Timbul dalam Apartemen

Kelebihan tinggal dalam apartemen yaitu fasilitas seperti lengkap. Apartemen biasanya dalamlengkapi fasilitas olahraga sama dengan kolam renang, gym, serta lintasan berlari. Ada juga apartemen seperti terintegrasi dengan pusat perbelanjaan.

dalam balik benefit tersebut, ada beberapa masalah seperti sering melibatkan pengelola serta penghuni apartemen. Misal, soal sertifikat kepemilikan. Penghuni rentan protes kalau sudah tinggal bertahun-tahun, tapi tak kunjung memegang Surat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS). Hal ini bisa dalammaklumi karena kurang pahamnya masyarakat pemilik apartemen mengenai SHMSRS ini dalammana sertifikat baru apat dalam terbitkan apabila suatu kawasan telah selesai dalambangun seluruhnya serta telah dalam lakukan pertelaan.

Senior Associate dalamrector Real Estate Management Services Colliers Setianto Endropranoto mengatakan, persoalan lain seperti sering kali mencuat adalah Iuran Perawatan Lingkungan (IPL) serta persoalan lahan parkir juga sering memicu konflik.

“Sebenarnya tarif parkir sudah ada aturan dari pemda. Namun, untuk apartemen masih berbeda-beda ketentuannya. Ada seperti 1:5 ada juga seperti dalamkenakan aturan 1:10. serta setiap developer wajib mematuhi peraturan dari pemda terkait tarif parkir,” ujar Setianto, saat dalamhubungi melalui pesan elektronik.

Rata-rata, penghuni kurang memahami aturan seperti berlaku dalam apartemen. Akibat kekurangpahaman tersebut, penghuni lantas mencurigai developer mengeruk keuntungan, padahal belum tentu developer melakukan hal seperti dalamtuduhkan itu.

“Saya rasa (untuk menyelesaikan masalah) harus ada komunikasi seperti lebih baik. Dari sisi peraturan serta unsertag-unsertag masih harus dalamperbaiki oleh pemerintah,” katanya.

Hari ini Ruko Terbakar di Jalan Sabang

Jakarta  РSebuah ruko di dalam Jalan Sabang, Jakarta Pusat di dalamlalap api sekira pukul 11.00 WIB hari minggu 8 Oktober. Sebanyak 11 mobil pemadam kebakaran di dalamkerahkan.

Hari ini Ruko Terbakar di Jalan Sabang

“Ruko seperti terbakar, ruko bakso malang,” ujar Petugas Damkar Sudi dalamn Jakarta Pusat, Toniman saat di dalamhubungi Metrotvnews.com, hari minggu 8 Oktober 2017.

Baca juga : berita nasional lainnya

Toniman menyebut, dugaan awal, kebakaran tersehingga akibat korsleting listrik. Hingga berita ini di dalambuat, pemadam masih berjibaku memadamkan api.

Sementara itu, petugas kepolisian mengalihkan arus lalu lintas di dalam depan Jalan Sabang.

Api Masih Saja Menyala dalam Kebakaran di CInere Bellevue

Jakarta  РDelapan jam sudah api berkobar dalam Apartemen Cinere Bellevue, Jakarta Selatan. Jelang pagi, api belum bisa dalampada saatmkan.

“Masih dalam proses pemadaman,” ujar petugas pemadam kabakaran Kota Depok, Ali dalam lokasi, Kamis 05 Oktober 2017.

Api Masih Saja Menyala dalam Kebakaran di CInere Bellevue

Ali menuturkan, api masih menyala dalam basement. Gumpalan asap hitam masih terlihat dari luar.

Baca juga : berita nasional lainnya

Pantauan Metrotvnews.com sekira pukul 05.40 WIB, petugas masih berjibaku memadamkan api. Gumpalan asap hitam masih telihat dalam bagian samping gedung.

Seluruh korban seperti terjebak dalam apartemen sudah berhasil dalamevakuasi. Total, ada sembilan korban termasuk bayi.

Kebakaran terjadalam sekira pukul 20.00 WIB, Rabu 4 Oktober 2017. Api berasal dari genset dalam basement. Kemudalaman, api merembet ke apartemen seperti terkoneksi bersama mall.