Kebakaran Yang Terjadi di Polda Metro Jaya Dikarenakan Korsleting Listrik

Gedung Biro Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, terbakar pada Sabtu, 7 April 2018 lalu. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Kebakaran Yang Terjadi di Polda Metro Jaya Dikarenakan Korsleting Listrik

“Karena korsleting listrik ya (penyebab kebakaran). Ada ledakan api yang terjadi di bagian listrik,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 9 april 2018.

Argo mengatakan pihaknya masih menelusuri unsur yang menyebabkan terbakarnya unit di lantai 1 gedung Biro SDM Polda Metro Jaya itu. Meski begitu, dia memastikan tidak ada barang penting yang hilang maupun ludes terbakar pada peristiwa yang terjadi saat akhir pekan itu.

“Hanya blangko-blangko saja yang terbakar,” tukas Argo.

Gedung Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya terbakar pada Sabtu, 7 April 2018 sekitar pukul 15.30 WIB. Kobaran api berhasil dipadamkan setelah delapan unit pemadam kebakaran beserta mobil water cannon milik Polda Metro Jaya diterjunkan.

Dalam Menghadapi Kebocoran Pipa Balikpapan Seharusnya Siap

Kebocoran pipa PT Pertamina di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur menjadi kebocoran paling besar di Indonesia. Ketua Umum Ikatan Profesional Lingkungan Hidup Indonesia Arudji Wahyono pun tak menyangka kebocoran pipa terjadi di Balikpapan.

Dalam Menghadapi Kebocoran Pipa Balikpapan Seharusnya Siap

Arudji mengatakan, pengelolaan minyak di Balikpapan diklaim paling maju dibandingkan pengelolaan minyak dan gas di kawasan Sumatera Utara, Aceh, Riau, Jambi, Lampung, dan Jakarta. Tak hanya itu, Balikpapan juga disebut memiliki teknologi paling mutakhir.

“Dari sisi organisasi dan prosedur Balikpapan paling lengkap dan siap. Area ini memiliki kapasitas alat penanggulangan paling canggih dan lengkap dari seluruh area,” kata Arudji di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 7 April 2018.

Perusahan minyak di kawasan ini pun terkenal paling rajin melakukan latihan penanggulangan kebocoran minyak. Dia bahkan menjadi contoh dari negara tetangga seperti Philippina.

“Ini pasti ada sesuatu yang tidak jalankan dalam proptap. Misalnya ada laporan yang tidak dilaporkan ke Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP),” ungkapnya.

Berbicara kerugian, ia meminta PT Pertamina untuk bertanggung jawab. berdasarkan Pasal 88 Undangan-undangan Lingkungan Hidup, setiap orang yang tindakannya, usahanya, atau kegiatannya menggunakan B3, menghasilkan atau mengelola limbah B3, dan atau yang menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan hidup bertanggung jawab mutlak atas kerugian yang terjadi tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan.

“Kita memiliki instrumen di mana yang mencemarkan itu harus membayar seluruh kerugian,” pungkasnya.

Akan Segera Diperiksa Berkala Sistem MEP di Bangunan Cagar Budaya

Sistem mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP) pada bangunan cagar budaya yang dimanfaatkan untuk fungsi baru harus diperhatikan dengan hati-hati. Pemeriksaan harus dilakukan secara berkala.

Akan Segera Diperiksa Berkala Sistem MEP di Bangunan Cagar Budaya

Hal itu disampaikan Arsitek Pelestari sekaligus anggota Tim Sidang Pemugaran Pemprov DKI, Osrifoel Oesman di seminar ‘Belajar dari Kebakaran Bangunan Cagar Budaya dan Rumah Adat’.

“Sistem jaringan MEP eksisting pada bangunan cagar budaya tak memadai bagi fungsi baru. Sehingga pemasangan sistem MEP yang baru harus didahului dengan studi atau kajian teknis,” kata Osrifoel di Auditorium Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis, 5 April 2018.

Osrifoel menjelaskan, jaringan sistem mekanikal termasuk AC, sistem detektor, serta fasilitas dan alat proteksi kebakaran. Jaringan sistem elektrikal yakni jaringan kelistrikan, dan telekomunikasi.

“Sementara yang dimaksud plumbing adalah sistem IPAL, sanitasi, dan drainase,” papar Osrifoel.

Studi dan kajian teknis diperlukan sebelum melakukan pemasangan jaringan MEP baru, agar pemasangan itu tak berdampak terlalu banyak terhadap bangunan cagar budaya. Meski begitu, sistem MEP juga harus tetap memenuhi stkamur.

“Sistem dan jaringan MEP itu harus memenuhi stkamur proteksi terhadap kebakaran dan bahaya petir,” ujar Osrifoel.

Lebih lanjut lagi, ia mengatakan sistem MEP pada bangunan cagar budaya harus dicek secara berkala, “Sistem dan jaringan lama, yaitu maksimal 10-15 tahun harus diganti,” kata dia.

Wakapolri Terlibat Urus Masjid Ulama Saudi Senang

Ulama Arab Saudi, Syekh Khalid Al Hamoudi, senang dengan Wakapolri Komjen Syafruddin. Pasalnya, Syafruddin terlibat dalam Dewan Masjid Indonesia (DMI) hingga menjabat sebagi wakil ketua umum (waketum).

Wakapolri Terlibat Urus Masjid Ulama Saudi Senang

Syekh Khalid mengatakan pengurus masjid adalah sebaik-baiknya pekerjaan dan sangat mulia. Pekerjaan itu membantu masyarakat untuk beribadah kepada Allah SWT.

“Adalah yang lebih mulia dan agung. Karena mengabdikan diri dari mengurus mesjid untuk Allah SWT,” kata Syekh Khalid saat menyambangi Kantor DMI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 2 April 2018.

Menurut dia, di negara Arab terdapat petugas keamanan yang ditunjuk secara khusus untuk menjaga masjid. Mereka pun bangga dengan pekerjaannya.

Dia menyebut banyak petugas yang mengidam-idamkan menjaga Masjidil Haram. Pasalnya, tidak semua petugas yang bisa mengemban tugas tersebut.

“Itu diperintahkan langsung oleh Raja Arab. Dan sungguh mulia bagi perwira-perwira yang ditunjuk raja untuk menjaga keamanan Masjidil Haram,” pungkas dia.

Sementara itu, Syafruddin menjelaskan kedatangan Syekh Khalid menyambangi Kantor DMI untuk menjalin silaturahmi. Dia juga akan menyiarkan syariat Islam di Indonesia.

Syafruddin menyebutkan Syekh Khalid datang dalam rangka kunjungan balasan. Pasalnya, DMI pernah mengunjungi Masjidil Haram saat menjalankan ibadah umrah. DMI disambut baik Syekh Khalid beserta para alim ulama di Arab Saudi.

Menurut dia, Syekh Khalid adalah seorang yang berpengaruh di Indonesia, khususnya bagi umat muslim. Dia banyak membantu warga kurang mampu agar bisa menjalankan rukun Islam kelima.

“Beliau (Syekh Khalid) banyak memberikan sedekah haji kepada umat Islam Indonesia. Papua banyak pergi haji. Tahun lalu dihajikan 30 orang,” tutur dia.

TKI Dibekali Keterampilan Kerja Bagi yang Bermasalah di Yorsertaia

Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah yang berada di tempat penampungan sementara (shelter) di Amman, Yorsertaia, mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan kerja. Diharapkan pelatihan keterampilan kerja ini menjadi bekal untuk berwirausaha mandiri saat pulang ke Tanah Air.

TKI Dibekali Keterampilan Kerja Bagi yang Bermasalah di Yorsertaia

“Berbagai kegiatan pelatihan ketrampilan kerja serta pembinaan jasmani serta rohani diharapkan bermanfaat bagi para pekerja sekembalinya ke Tanah Air. Ini adalah salah satu wujud hadirnya negara dalam pelindungan PMI di Yorsertaia” kata Dubes RI untuk Yorsertaia Andy Rachmianto dalam keterangan pers Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) di Jakarta pada Rabu, 28 Maret 2018.

Pelatihan keterampilan yang diberikan kepada PMI antara lain membuat produk makanan home industri, yaitu membuat kue, tahu, tempe, telur asin serta kerajinan tangan berupa menjahit, membuat anyaman, serta bunga-bunga kertas. Tak hanya itu, PMI pun diberikan pelatihan seni budaya serta tari tradisional Indonesia.

Salah satu hasil pembinaan yang dilakukan adalah latihan tari tradisional. Dalam acara Indonesian Cultural & Education Night, beberapa PMI ikut menampilkan tari ondel-ondel asal Betawi yang diadakan di Hotel Le Grand, Amman.

“Saat menyaksikan PMI mampu menari tarian tradisional Indonesia dengan baik dengan penuh keriangan, merupakan kebahagiaan tersendiri,” tambah Dubes Andy.

Adny menambahkan, akses untuk mendapatkan pelatihan Shelter Griya Singgah KBRI Amman sesuai kemampuan yang dimiliki adalah salah satu amanat yang dijamin oleh unsertag-unsertag, agar mereka bisa memperoleh kehidupan yang layak bagi kemanusiaan.

“Pemerintah terus memberikan pendampingan serta pembinaan ketrampilan bagi para PMI yang berada di tempat penampungan sambil menunggu penyelesaian masalah hak-hak ketenagakerjaannya yang dimediasi maupun diselesaiakan melalui pengadilan,” ungkapnya.

Penampungan Griya Singgah KBRI Amman, difungsikan untuk menampung para WNI/BHI yang sesertag menghadapi masalah dilengkapi lebih dari 40 tempat tidur serta 100 loker. Saat ini terdapat 14 orang PMI yang berada di Shelter TKI.

Sementara itu Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) KBRI Amman, Suseno Hadi menambahkan dari waktu ke waktu, jumlah penghuni penampungan KBRI Amman berfluktuasi, bergantung dari kasus-kasus yang ditangani.

“Kita berupaya mempercepat penyelesaian kasus-kasus PMI agar dapat segera pulang ke tanah air. Namun secara keseluruhan jumlah penghuni shelter pun ikut menurun sejalan dengan telah dilakukannya moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia sektor informal ke Timur Tengah di tahun 2015, “kata Suseno.

Untuk jumlah kasus PMI di Yorsertaia sendiri dari waktu ke waktu berangsur berkurang secara drastis. Pada 2016 terdapat sejumlah 418 kasus, namun pada 2017 jumlahnya turun lebih dari 50 persen tersisa sekitar 187 kasus.

“Menurunnya jumlah kasus PMI yang tertangani oleh KBRI bukan berarti tak ada masalah lagi. sebab menurut data Menteri Perburuhan Yorsertaia di tahun 2017 masih tercatat 2.300 PMI yang tergolong tak mengikuti prosedur. Dengan demikian masih diperlukan upaya serius untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ujar Suseno.

Untuk Mengatasi Persoalan Migran Indonesia Terapkan ‘Triple Win’

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung penuh Konvensi Internasional tentang Perlindungan Buruh Migran. Sebagai bentuk dukungan, Indonesia telah menerapkan kebijakan ‘triple win’ dalam menyelesaikan persoalan migran.

Untuk Mengatasi Persoalan Migran Indonesia Terapkan 'Triple Win'

Bamsoet mengangkat persoalan migran saat berpidato di acara Pertemuan Parlemen Internasional (Inter-Parliamentary Union/IPU), di Jenewa, Swiss, Minggu, 25 Maret 2018. Ia prihatin permasalahan migrasi serta pengungsi masih menjadi persoalan serius negara-negara di dunia.

“Banyak negara di dunia yang belum mampu menyelesaikan masalah migrasi sendiri,” kata Bamsoet, melalui surat elektronik.

Ia memaparkan, laporan Migrasi Internasional pada 2017 menyebutkan setaknya terdapat 258 juta migran di seluruh dunia. Angka tersebut meningkat dari tahun 2000 sebanyak 173 juta migran.

“Sudah puluhan tahun migrasi dalam skala besar, terutama yang disebabkan oleh konflik bersenjata serta kekerasan. Ini menjadi tantangan yang masih terus dihadapi oleh berbagai negara di dunia,” kata dia.

“Masalah tersebut harus mendapat perhatian serius bagi parlemen anggota IPU untuk bersama dicarikan jalan keluar terbaik.”

Di hadapan 1.539 anggota delegasi dari 146 negara yang hadir, Bamsoet menerangkan Indonesia, meski bukan bagian dari negara yang menkamutangani Konvensi Pengungsi 1951, telah mengadopsi konvensi itu melalui Unsertag-Unsertag Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. UU ini bertujuan untuk memperkuat penempatan serta perlindungan pekerja migran serta menyediakan lkamusan hukum yang lebih kuat bagi institusi pemerintah serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

“Di samping itu, Indonesia menerapkan pendekatan ‘triple win’ dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait migrasi. Pendekatan tersebut tak hanya mengutamakan kepentingan negara pengirim, tetapi juga negara penerima serta migran,” kata Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III ini menggambarkan bukti komitmen Indonesia, yakni menampung sebanyak 14.000 pengungsi serta pencari suaka atas dasar pertimbangan kemanusiaan.

“Hal ini mencerminkan komitmen serta kepedulian Indonesia terhadap isu migrasi serta pengungsi. Sebagai negara transit kami juga bekerja sama dengan UNHCR (Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi) serta IOM (Organisasi Internasional untuk Migrasi) dalam menyediakan fasilitas penampungan bagi pengungsi yang sesertag menunggu proses pemulangan atau penempatan kembali di negara ketiga,” katanya.

Di kancah internasional, lanjut Bamsoet, Indonesia telah menunjukkan komitmennya terhadap permasalahan pengungsi, khususnya terkait isu Rohingya di Myanmar. “Kekerasan terhadap kaum Rohingya dalam segala bentuk serta manifestasinya, merupakan ancaman serius bagi keamanan serta perdamaian global.”

Menjadi pionir

Ia melanjutkan, Indonesia telah tampil sebagai pionir dalam melakukan langkah-langkah diplomasi yang dibutuhkan untuk membuka akses bagi bantuan kemanusiaan serta transparansi dalam penanganan pengungsi Rohingya. Lembaga bantuan Indonesia juga membangun fasilitas kesehatan, pendidikan, serta penampungan sementara bagi pengungsi Rohingya.

“Ini merupakan realisasi konkret dari kunjungan yang dilakukan Presiden Joko Widodo pada awal 2018 serta pimpinan DPR pada akhir 2017 ke Cox’s Bazaar. Selain Rohingya, Indonesia juga sangat prihatin dengan konflik-konflik yang sampai saat ini belum terselesaikan, seperti di Palestina, Suriah, serta Afghanistan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama Bamsoet mengajak parlemen anggota IPU untuk membangun komunikasi intensif serta bekerja sama dalam memberikan perlindungan bagi migran reguler serta ireguler. Salah satunya melalui perumusan kebijakan nasional yang komprehensif serta sesuai dengan kebutuhan di lapangan, serta mempertimbangkan kepentingan semua pihak.

“Kami menyadari bahwa mewujudkan hak asasi manusia bagi semua migran merupakan tanggung jawab yang timbul dari kewajiban internasional kita. sebab itulah, kita harus mendukung Global Compact for Migration (GCM) serta Global Compact for Refugees (GCR) yang saat ini telah memasuki putaran kedua pembahasan,” paparnya.

Delegasi Indonesia di acara IPU, di Jenewa, Swiss, Minggu, 25 Maret 2018. Foto: Dok

Ia optimistis GCM serta GCR mampu menyelesaikan isu-isu pengungsi serta migrasi. Tak hanya itu, kedua instrumen tersebut diharapkan dapat pula mendorong tercapainya target-target tujuan pembangunan berkelanjutan. Sehingga setiap individu dapat memetik manfaat dari agenda pembangunan global serta tak ada seorang pun yang tertinggal.

“Kami percaya IPU memiliki kapasitas yang memadai dalam mendorong lahirnya instrumen internasional seperti GCM serta GCR yang dapat lebih mengakomodiasi kepentingan negara pengirim, negara penerima, serta migran secara proporsional. Kami juga berharap agar sisertag-sisertag IPU tak hanya menghasilkan resolusi, tetapi memberi dampak langsung pada perdamaian serta kesejahteraan masyarakat.”

“sebab, itulah tugas utama kita sebagai wakil rakyat. Bukan hanya resolusi yang kita butuhkan, tetapi evaluasi serta kerja nyata,” imbuhnya.

Sisertag ke-138 IPU dipimpin langsung oleh Presiden IPU Gabriela Cuevas Barron serta Sekretaris Jenderal IPU Martin Chunggong serta dihadiri 69 ketua parlemen dunia serta 1.539 anggota delegasi dari 146 negara. Di pertemuan ini Indonesia diwakili 12 anggota delegasi serta 3 adviser dari DPR RI yang dipimpin Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.

Selain Pimpinan serta anggota Baserta Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP), Nurhayati Assegaf, Bara Hasibuan, serta Budisatrio Djiwandono; juga turut ikut dalam rombongan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon serta Fahri Hamzah; serta Anggota DPR Ahmad Sahroni, Muhammad Misbakhun, Agun Gunanjar Sudarsa, serta Johnny Plate.

Pertemuan rutin ini dimanfaatkan Bamsoet untuk menyampaikan unsertagan kepada seluruh anggota delegasi IPU agar menghadiri Forum kedua Parlemen Sedunia untuk Pembangunan Berkelanjutan (The 2nd World Parliamentary Forum on Sustainable Energies For All) yang akan diselenggarakan di Bali pada 12-13 September 2018.

“Forum ini merupakan satu-satunya forum antarparlemen yang mengangkat isu pembangunan berkelanjutan secara spesifik,” kata Bamsoet.

Kemeriahan Peringatan Earth Hour di Bogor

Peringatan Earth Hour dimeriahkan warga Kota Bogor dengan menggelar kampanye hemat energi mengelilingi pedestrian Kebun Raya Bogor. Sebanyak 150 pelari dari berbagai komunitas bergabung seperti IPB Runners, Bogor Runners, dan relawan Earth Hour.

Kemeriahan Peringatan Earth Hour di Bogor

“Lari malam ini bagian dari kampanye kepada masyarakat untuk hemat energi pada peringatan Earth Hour Day di Kota Bogor,” kata Koordinator Earth Hour Day Kota Bogor Ficky Nur Firduas dilansir Antara, Sabtu, 24 Maret 2018.

Lari malam dilaksanakan selama hitung mundur earth hour mulai pukul 20.30 WIB sampai pukul 21.30 WIB. Para pelari terlebih dahulu melakukan pemanasan di Taman Ekspresi, selanjutnya lari mengelilingi pedestrian Kebun Raya.

“Pelari akan membawa tongkat lampu dan senter kepala, sebab pasti akan gelap saat lari. Ini juga bagian dari kampanye tentang Earth Hour kepada masyarakat,” ungkap Ficky.

Peringatan Earth Hour di Kota Bogor memasuki tahun ketujuh sejak pertama kali dimulai pada 2011. Earth Hour merupakan kampanye global untuk gerakan hemat listrik yang ditkamui dengan pemadaman lampu selama satu jam. Kampanye ini dilaksanakan setiap Sabtu di minggu ketiga Maret setiap tahunnya.

Untuk tahun ini kegiatan Earth Hour dipusatkan di Taman Ekspresi setelah beberapa kali kegatan serupa dilakukan di Balai Kota. Earth Hour dengan tema Bogor Gelap diikuti sekitar 34 partisipan terdiri atas instansi pemerintah, hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan.

“Total ada 17 hotel yang menyatakan ikut berpartisipasi memadamkan lampu. Tersebar di wilayah kota dan Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Pemadaman lampu juga dilakukan di Taman Ekspresi, Taman Heulang, Taman Kencana, Taman Corat-Coret dan Sempur. “Tugu Kujang dan Tepas Salapan Lawang juga ikut padam,” kata dia.

Selain lari malam dan pemadaman lampu selama satu jam, peringatan Earth Hour di Kota Bogor juga diisi dengan kegiatan edukasi kepada murid Sekolah Dasar (SD). Permainan, dogeng, hingga memainkan ecofunopoly dengan tema carbon disuguhkan kepada partisipan.

“Kami sengaja menyasar anak-anak usia dini untuk mengenalkan tentang lingkungan dengan cara mendongeng dan aktivitas seru bermain game serta menanam,” tkamusnya.

Presiden Minta Egy Bikin Bangga Indonesia

Presiden Joko Widodo meminta pemain Timnas U-19 Egy Maulana Vikri membanggakan bangsa Indonesia di Eropa. Prestasi harus dipertahankan untuk membuat klub-klub sepak bola Eropa terus melirik pesepak bola Indonesia.

Presiden Minta Egy Bikin Bangga Indonesia

“(Pesan dari Presiden Joko Widodo) harus terus belajar lagi, buat bangga Indonesia biar orang tahu kita bisa juga, agar banyak pemain lain yang bisa nyusul saya,” kata Egy usai bertemuu Presiden di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat, 23 Maret 2018.

Egy menjadi sorotan setelah dipinang klub Polandia, Lechia Gdansk. Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, itu melejit setelah bermain cemerlang di Timnas U-19. Ia juga mendapatkan anugerah Breakthrough Player of the 2017 di Toulon Tournament.

Egy senang bisa bertemu langsung dengan Kepala Negara. “Bangga juga diundang ke sini, dikasih support Pak Presiden supaya terus belajar lebih baik lagi, agar tetap tidak pernah besar kepala, harus selalu bersyukur,” ujar dia.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mendampingi Egy dalam pertemuan itu.

Terdapat 783 Warga Imigran Bertahan di Daerah Kalideres

Jumlah imigran Afganistan, Suserta serta Somalia yang menggelkalianng di trotoar Kalideres, Jakarta Barat mencapai 283 orang. Sesertagkan yang ada di dalam Rumah Detensi Imigrasi Kalideres, Jakarta Barat sebanyak 500 orang.

Terdapat 783 Warga Imigran Bertahan di Daerah Kalideres

“Total yang Afghanistan di lokasi pertama ada 119 orang serta lokasi ke2 45 orang. Jadi yang Afghanistan ada 164 orang. Sesertagkan yang kulit hitam berjumlah 119 orang,” ujar Koordinator Lapangan Komunitas Selaras serta Peduli Kasih (Selasih), Muhammad Zulkarnain kepada Medcom.id, saat ditemui di depan Kantor Rumah Detensi Imigrasi Jakarta, Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu, 17 Maret 2018.

Semua yang berada di trotoar maupun‎ di dalam Rudenim, merupakan kloter ke5 serta ke6. Mereka yang datang memiliki surat UNHCR, artinya mereka mendapatkan perlindungan dari Dewan Perseriujarn Bangsa-Bangsa (PBB).

Lanjut dia, kebanyakan mereka yang datang untuk meminta perlindungan. Sebab, mereka datang ‎dari negara yang penuh konflik.

“Makanya, sebab mereka enggak terjamin di negeri sendiri, untuk itu dia minta perlindungan ke Indonesia. Banyak konflik perang di negara mereka masing-masing,” tutur dia.

Keadaan imigran yang ada di dalam rumah detensi, sangat menyedihkan. sebab, ruangan atau t4 yang ada di dalam sangat sempit, sehingga tak mampu m6pung semua imigran, baik Afghanistan , Suserta serta Somalia.

“Bayangkan saja, di dalam itu sudah over load, kapasitas 150 orang, tapi ada 500 orang yang di dalam. Yang lain juga sudah banyak keluar serta dikirim ke t4 yang lebih baik,” jelas dia.

Dia m6bahkan, bagi mereka yang sudah berada di dalam Rudenim, dapat dipastikan tinggal menunggu antrean untuk mendapatkan t4 yang lebih layak.

“Ada kerjasama, antara imigrasi, pemerintah serta PBB, mereka dikirimkan ke hotel atau t4 lebih layak untuk ditinggalkan,” pungkas dia.

Mantan Presiden Soeharto Dikenang Titiek Sebagai Bapak Pembangunan Indonesia

Yayasan sertaa Sejahtera Mandiri (Damandiri) menggelar peringatan mengenang Presiden ke-2 RI Soeharto. Melalui acara Bulan HM Soeharto, diharapkan dapat mengenang perjuangan Soeharto sebagai Bapak Pembangunan Indonesia.

Mantan Presiden Soeharto Dikenang Titiek Sebagai Bapak Pembangunan Indonesia

Acara ini dihadiri langsung oleh 2 putri Soeharto, Siti Hediati Hariyadi (Titiek), serta Siti Hutami Ensertag Adiningsih (Mamiek), kemudian mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier, Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Bambang Sutanto, serta para pengurus Yayasan yang didirikan Soeharto.

Dalam sambutannya, Titiek menceritakan bagaimana Soeharto memimpin negara ini sejak 12 Maret 1967 sampai 21 Mei 1998. Selama 32 tahun kepemimpinannya itu, Soeharto dinilai telah mendarmabaktikan seluruh hidupnya agar dapat bangsa serta negara.

“Menurut kami beliau memang pejuang sejati. Demikian banyaknya program pembangunan yang menunjukkan hasil selama kepemimpinan beliau sehingga beliau dinobatkan oleh rakyat sebagai bapak pembangunan,” kata dia di Panggung Candi Bentar, TMII, Jakarta Timur, Minggu, 11 Maret 2018.

Acara yang digelar ini merupakan acara puncak dari Bulan HM Soeharto yang diselenggarakan. Sebelumnya kegiatan Bulan HM Soeharto sudah dilakukan di Yogjakarta, sejak 1 Maret 2018 dalam rangka peringatan serangan umum 1 Maret.

Serangkaian kegiatan yang dilakukan di antaranya adalah s6 keluarga sehat, khitanan massal, bazar, pameran foto, lomba film pendek. Selanjutnya ada kegiatan bakti sosial serta pentas seni budaya yang mengambil momentum peringatan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).