Istri Bunuh Diri Akibat Sang Suami Pergi Ke Hiburan Malam

Ada seorang ibu rumah tangga (IRT), yang bernama Tabita Gah (32) warga Rt.02 Rw.01 Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, NTT dimana dia ditemukan tewas dalam kamar kosnya sendiri, pada hari Sabtu (5/7/2017), pada pukul 06.00 Wita.

Istri Bunuh Diri Akibat Sang Suami Pergi Ke Hiburan Malam

Dimana Tabita tewas karena gantung diri dengan menggunakan selendang di dalam kamar mandi. Hal ini diduga kuat, karena Tabita nekat gantung diri disebabkan kesal kepada sang suami yang berinisial MS (33) dimana suaminya sering ke tempat hiburan malam. Dimana Tabita yang sudah mempunyai 3 orang anak dan kini sedang hamil 7 bulan.

Seorang saksi mata, yaitu Yani Maboi mengatakan, bahwa sebelum korban ditemukan dalam keadaan gantung diri, hari Kamis, (3/7/2017) sang korban memang sempat cekcok dengan suaminya.

“Mereka sempat cekcok gara-gara suaminya sering sekali pergi ke bar di Karang Dempel,” ujar Yani kepada Liputan6.com.

Di sisi lain sang suami korban, yang berinisial MS menyebutkan, pada saat kembali dari tempat kerjanya pada pukul 24.00 Wita, isterinya tersebut sudah tidak berada di kamar lagi.

“Saya sempat mencari korban tetapi tidak ketemu dan saya langsung ke kos saya dan tidur. Tetap pada saat mendengar berita saya langsung menuju ke TKP dan menurunkan korban dari kamar mandi,” tutur MS.

Dan Anggota aparat Polsek Oebobo langsung menuju TKP serta langsung mengevakuasi jenazah korban ke RSB dr Titus Uly untuk melakukan visum.

Ayah Dan Anak Tewas Diduga Kelaparan

Jenazah seorang ayah serta anaknya sudah ditemukan dalam keadaan membusuk dalam rumahnya yaitu kawasan Madiun, kota Jawa Timur. Diduga sang ayah dan anaknya tersebut telah tewas disebabkan oleh kelaparan.

Ayah Dan Anak Tewas Diduga Kelaparan

Seperti yang sduah ditayangkan langsung oleh Patroli Siang Indosiar, pada hari Senin (11/9/2017), seluruh warga Desa Metesih, Madiun, kota Jawa Timur, digegerkan dengan berita mengenai penemuan jenazah seorang ayah yang bernama Kuwat berusia 78 tahun serta putrinya Endah yang kini berusia 45 tahun dimana mereka telah membusuk di dalam rumahnya sendiri pada hari Minggu, 12 September 2017. Seluruh Wwarga berdatangan demi melihat keadaan jenazah dan ingin tau apa penyebab keduanya bisa tewas.

Lalu jenazah kuwat serta Endah ditemukan di dalam 2 kamar yang berbeda dalam rumah tersebut, dan menurut laporan warga, bahwa keduanya tak lagi terlihat sejak sebelum Hari perayaan Idul Adha. Dimana sejak saat itu keadaan rumah mereka selalu terkunci dengan rapat.

Kecurigaan pada warga mulai mulai muncul pada saat tercium dari bau busuk yang terdapat dalam rumah Kuwat. Pada saat itu pula para warga sudah mulai bertanya ke salah satu anak Kuwat yang bernama Tutik dimana dia juga tinggal di dalam rumah tersebut, teta[i Tutik tak mau menjawab serta melarang para warga untuk membuka pintu rumahnya.

Karena sudah mengetahui berita tersebut, pihak kepolisian langsung membawa semua jenazah keduanya langsung ke RSUD Dokter Soedono Madiun. Sedangkan pihak polisi juga mengalami kesulitan untuk memeriksa Tutik disebabkan ada masalah pada kejiwaannya. Dan untuk dugaan sementara Kuwat serta Endah meninggal dunia disebabkan oleh kelaparan.

Polisi Tangkap Ibu Rumah Tangga Terkait Isu Kebencian

Jakarta – Tim dari penyidik Dittipid Siber Bareskrim telah mengamankan seorang ibu rumah tangga yang bernama Asma Dewi alias AD atas unggahan tentang ujaran kebencian dalam akun Facebook. Dan baru terlihat juga bahwa dia sebenarnya juga diketahui mempunyai kaitan dengan sindikat jaringan penebar kebencian serta berita hoax Saracen.

Polisi Tangkap Ibu Rumah Tangga Terkait Isu Kebencian

Disisi lain Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyebutkan tim dari penyidik Siber Bareskrim telah mendapati bahwa adanya aliran dana dari seorang Asma Dewi ke Saracen. Dan Asma Dewi telah diketahui mentransfer uang Rp 75 juta kepada salah satu anggota Saracen berinisial NS.

“NS amerupakan anggota paling inti Saracen. NS juga harus bayar ke D, dan didalam bukti mutasi dikatakan tujuannya untuk bayar Saracen. Yang nantinya D akan transfer ke R, ini adalah bendahara Saracen,” kata Setyo di PTIK, Jakarta Selatan, pada hari Senin (11/9/2017).

Dan kini pihak kepolisian juga sedang melakukan kerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk dengan segera memproses aliran uang tersebut yang terkait dengan kejahatan Saracen itu. Dan pihak polisi juga belum dapat memberitakan lebih lanjut mengenai dana sebesar Rp 75 juta yang dikirim oleh Asma Dewi itu terkait tentang proyek apa.

“Sedangkan mengenai proyek tersebut, ini masih sedang didalami, Saracen ini untuk apa tujuannya, sebab dia (Asma Dewi) sendiri juga posting SARA di Facebook. Sedangkan Di akun milik dia sendiri dan ada juga kerja sama dengan Saracen tersebut,” ujar Setyo.