Kalahkan Siliwangi, Pacific Caesar Penuhi Target

Pacific Caesar memenuhi target memetik dua kemenangan pada seri pertama IBL 2017–2018. Pada pertandingan hari terakhir, Pacific berhasil menang 80-63 atas Siliwangi Bandung di GOR Sahabat Semarang, Minggu 10 Desember sore WIB.

Sebelumnya Pacific menang atas BSB Hangtuah dan kalah dari Pelita Jaya. Ini membuat Pacific berhasil memenuhi target dengan dua kemenangan pada seri pertama ini.

“Target kami terpenuhi. Apresiasi buat anak anak yang sudah bekerja keras,” kata pelatih Pacific, Kencana Wukir.

David Seagers kembali menjadi bintang dengan torehan 40 poin, 16 rebound dan tujuh assist. “Saya selalu berikan segalanya buat tim. Hari ini beberapa pemain meningkat. Kami menjalankan tugas dengan baik,” kata Seagers.

Dalam pertandingan tersebut, Pacific tidak diperkuat big man asingnya, Michael Fey. Akan tetapi, kondisi ini tak bisa dimanfaatkan Siliwangi.

“Saya sudah atur strategi agar big man kami, Donnavan Hastings untuk bermain di dalam paint area tapi tidak dilakukan. Dia malah lebih suka bermain outside,” keluh Ali Budimansyah, pelatih Siliwangi.

Budi mengaku kelemahan timnya terletak pada dua pemain asing. Hastings tidak jalankan pola permainan, Darnell Brown kalah bersaing dengan Seagers.

“Kami memang bermain buruk. Komunikasi di lapangan juga kurang bagus,” kata pemain Siliwangi, Kevin Moses Poetiray.

“Waktu persiapan memang mepet tapi tak boleh jadi alasan. Kami harus kerja keras,” pungkas Budi.

NusantaRun Bermimpi Go International

Christopher Tobing, salah satu founding fathers NusantaRun ingin ke depannya ajang lari ultra-marathon inisiasinya bisa naik ke level internasional. Memasuki Chapter 5, harapan itu semakin terlihat seiring banyaknya dukungan dan meriahnya peserta dari waktu ke waktu.

NusantaRun Chapter 5, bekerja sama dengan Indonesian Overseas Alumni, mengambil rute Purwokerto-Dieng. Total donasi yang diharapkan dari kegiatan sosial ini mencapai Rp2 miliar.

Hingga kini, sudah lebih dari Rp1 miliar terkumpul hingga menjelang pelaksanaan, pada 15-17 Desember 2017. Donasi masih akan dibuka hingga Januari tahun depan, sehingga target Rp2 miliar diharapkan bisa tercapai.

Christopher menceritakan, ide NusantaRun bermula dari ‘celetukan’ gila dirinya dengan Jurian Andika, salah satu founder Yayasan NusantaRun. Saat itu, keduanya ingin pulang kampung di Sumatra dari Jakarta dengan berlari.

“Awalnya saya dengan partner saya, Jurian, iseng saja ingin berlari ke Sumatra. Rencana sudah disusun, tapi kami mulai dengan berlari dari Jakarta ke Bogor dulu. Lalu, tercetus ide sekalian menggalang dana. Jadi kasarnya, kita ‘ngamen’ dengan berlari, tapi uangnya kita sumbangkan,” kata Christopher kepada awak media di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Desember 2013, setelah meminta bantuan teman-teman terdekat, terkumpul 50 pelari yang ikut serta. Target awalnya cuma Rp3,5 juta, namun hasilnya puluhan kali lipat, yakni sekitar Rp137 juta.

Terkejut dengan dana yang kumpul, tercetuslah ide untuk melakukan kegiatan serupa di tahun berikutnya. Langkah awal dibentuk Yayasan Lari Nusantara, dan NusantaRun kemudian dipilih menjadi nama kegiatan yang sudah memasuki edisi kelima.

Menariknya, penggiat di yayasan bersifat suka rela. Mereka rata-rata punya kesibukan seperti orang bekerja pada umumnya. Makanya, persiapan menggelar NusantaRun harus dilakukan jauh hari.

“Betul, jadi teman-teman di NusantaRun ini semua part-time voulenteer, kita bekerja seperti biasa dan melakukan meeting after office atau weekend saja,” kata Christopher melanjutkan.

“Persiapannya cukup lama, karena masing-masing orangnya juga punya kesibukan sendiri-sendiri. Kita mulai persiapan itu sekitar Februari atau Maret, tapi heavy-nya itu pertengahan tahun. Bulan Juli masuk masa-masa persiapan berat,” sambungnya.

Hingga jilid kelima, NusantaRun memang belum menggelar kegiatan sosial itu hingga keluar Pulau Jawa. Dengan etape yang berbeda tiap chapter-nya, NusantaRun ingin terus berpindah, dari satu kota ke kota lain sampai seluruh kota di Indonesia disambangi.

Lebih jauh, besar harapan Christopher dan rekan agar event ini bisa go-international, di mana peserta NusantaRun dari luar negeri ikut serta berlari dan menggalang dana.

“Misi terdekat adalah menyelesaikan Pulau Jawa dulu, lalu bisa lah kita ke luar Jawa. Pastinya saya ingin sekali, one day orang-orang luar negeri datang ke Indonesia ikut NusantaRun untuk menggalang dana. Tentu donasinya disumbangkan untuk kepentingan daerah,” tambah Christopher lagi.

Surabaya Fever Sabet Gelar Juara Seri I Srikandi Cup

Surabaya Fever kembali menunjukkan superioritasnya pada laga final Seri I Srikandi Cup 2017-2018 yang berlangsung pada Minggu 3 Desember sore WIB di GOR Flying Wheel Makasssar, Sulawesi Selatan. Mereka berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Merpati Bali dengan skor 67-48.

Kemenangan Surabaya Fever disertai dengan terpilihnya Natasha Debby Christalin yang didaulat menjadi pemain terbaik final Seri I Srikandi Cup lewat 22 poin, sembilan rebound, dua assist, dan tiga steal yang diraihnya.

Pada lima menit kuarter awal, Merpati Bali yang turun tanpa tiga pemain andalannya (Dita dan Ayu mengikuti test event 3×3, Lamia Rasidi Cedera di semifinal), sempat memberikan perlawanan untuk Fever yang datang dengan predikat juara bertahan musim kemarin.

Namun, lepas pada menit selanjutnya Fever mulai menunjukkan kelasnya. Menggunakan strategi dengan menurunkan dua pemain tingginya membuat tim asuhan Wellyanto Pribadi tersebut bermain seimbang baik saat menyerang maupun bertahan. Kurang tenangnya para pemain Merpati Bali juga turut andil, membuat mereka selalu melakukan banyak kesalahan. Bahkan dalam catatan statistik, 30 poin Fever dapat mereka ambil memanfaatkan kesalahan dari pemain Merpati Bali.

Angin kemenangan Surabaya Fever semakin terasa khususnya pada kuarter ketiga. Setelah sebelumnya pada dua kuarter awal mereka mampu menjaga margin kemenangan dengan kedudukan 35-25, pada dua kuarter terakhir mereka semakin nyaman dengan pola permainan yang diinginkan oleh Wellyanto Pribadi. Beberapa kali bola pemain Merpati Bali dapat direbut oleh Henny Sutjino dan juga Sumiati. Ditambah lagi center andalan mereka, Gabriel Sophia, berperan besar dalam urusan menjaga bola rebound (11 kali) ditambah 16 angka yang berhasil ia cetak, membuat Fever begitu nyaman di paint area Merpati Bali.

Dengan memaksimalkan skuat yang ada, Bambang Asdianto Pribadi mencoba memberikan perlawanan pada kuarter terakhir. Sayangnya pada kuarter sebelumnya (58-37) mereka tertinggal terlalu jauh. Meski pada akhirnya mereka harus mengakui keperkasaan Surabaya Fever, Bambang Asdianto Pribadi mengaku puas pada pencapaian anak asuhnya pada seri pembuka Srikandi Cup musim ini.

“Harus diakui tanpa Dita, Ayu, dan Mia kami sedikit timpang. Tapi itu bukan alasan mutlak. Kekalahan game kali ini selain karena pemain lawan mempunyai kedalaman pemain yang berpengalaman, kami kalah karena kesalahan sendiri. Banyak turnover yang menghasilkan poin bagi lawan. Tapi selalu ada sisi positif dari kekalahan ini, yaitu kami mampu beradaptasi dengan pemain yang ada. PR (pekerjaan rumah) kami selanjutnya mungkin menyusun pola serangan yang lebih baik lagi. Untuk pertahanan, sebenarnya para pemain saya sudah bermain bagus pada seri ini secara keseluruhan,” ujar Bambang Asdianto kepada awak media selepas pertandingan.

Di lain pihak, Debby yang menjadi pemain terbaik pada final kali ini, mengaku senang bisa memberikan kontribusi bagi tim barunya. Ia mengaku perannya di Surabaya Fever sedikit lebih ringan jika dibandingkan dengan saat ia masih berbaju Sahabat Semarang.

“Saya senang bisa meraih juara bersama tim baru saya musim ini. Memang di sini peran saya sedikit mudah karena sudah banyak teman (timnas) yang saling mengerti. Untuk seri berikutnya di Surabaya mendatang, kami semua tidak boleh lengah terhadap Merpati Bali. Tanpa Dita dan Ayu mereka mampu memberikan perlawanan kepada kami,” ujar Debby.

“Saya belum puas dengan pencapaian anak-anak. Masih harus benahi kekurangan mereka yakni pertahanan dan komunikasi. Merpati Bali bermain secara kolektif. Sementara kami menang pengalaman. Seri berikutnya kami harus kembali bekerja keras dan tetap mewaspadai kiprah Merpati Bali,” kata Wellyanto Pribadi.

Sementara itu, pada pertandingan perebutan peringkat ketiga, Merah Putih Samator Jakarta akhirnya menang 58-55 atas Tenaga Baru. Michelle Kurniawan berhasil menjadi pencetak poin terbanyak bagi Samator (19 poin dan empat rebund), sementara kapten tim Tenaga Baru Pontianak Fanny Kalumata mencetak double double pada pertandingan kali ini 21 poin dan 11 rebound.

Selanjutnya Srikandi Cup akan berlangsung di Surabaya pada akhir Januari. Tim Surabaya Fever akan bertindak menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seri kedua nanti.

Sebagai informasi, setiap seri Srikandi Cup akan memainkan partai final. Delapan tim akan dibagi dalam dua grup di mana, dua tim teratas akan masuk semifinal.

Surabaya Fever Sabet Gelar Juara Seri I Srikandi Cup

Surabaya Fever kembali menunjukkan superioritasnya pada laga final Seri I Srikandi Cup 2017-2018 yang berlangsung pada Minggu 3 Desember sore WIB di GOR Flying Wheel Makasssar, Sulawesi Selatan. Mereka berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Merpati Bali dengan skor 67-48.

Kemenangan Surabaya Fever disertai dengan terpilihnya Natasha Debby Christalin yang didaulat menjadi pemain terbaik final Seri I Srikandi Cup lewat 22 poin, sembilan rebound, dua assist, dan tiga steal yang diraihnya.

Pada lima menit kuarter awal, Merpati Bali yang turun tanpa tiga pemain andalannya (Dita dan Ayu mengikuti test event 3×3, Lamia Rasidi Cedera di semifinal), sempat memberikan perlawanan untuk Fever yang datang dengan predikat juara bertahan musim kemarin.

Namun, lepas pada menit selanjutnya Fever mulai menunjukkan kelasnya. Menggunakan strategi dengan menurunkan dua pemain tingginya membuat tim asuhan Wellyanto Pribadi tersebut bermain seimbang baik saat menyerang maupun bertahan. Kurang tenangnya para pemain Merpati Bali juga turut andil, membuat mereka selalu melakukan banyak kesalahan. Bahkan dalam catatan statistik, 30 poin Fever dapat mereka ambil memanfaatkan kesalahan dari pemain Merpati Bali.

Angin kemenangan Surabaya Fever semakin terasa khususnya pada kuarter ketiga. Setelah sebelumnya pada dua kuarter awal mereka mampu menjaga margin kemenangan dengan kedudukan 35-25, pada dua kuarter terakhir mereka semakin nyaman dengan pola permainan yang diinginkan oleh Wellyanto Pribadi. Beberapa kali bola pemain Merpati Bali dapat direbut oleh Henny Sutjino dan juga Sumiati. Ditambah lagi center andalan mereka, Gabriel Sophia, berperan besar dalam urusan menjaga bola rebound (11 kali) ditambah 16 angka yang berhasil ia cetak, membuat Fever begitu nyaman di paint area Merpati Bali.

Dengan memaksimalkan skuat yang ada, Bambang Asdianto Pribadi mencoba memberikan perlawanan pada kuarter terakhir. Sayangnya pada kuarter sebelumnya (58-37) mereka tertinggal terlalu jauh. Meski pada akhirnya mereka harus mengakui keperkasaan Surabaya Fever, Bambang Asdianto Pribadi mengaku puas pada pencapaian anak asuhnya pada seri pembuka Srikandi Cup musim ini.

“Harus diakui tanpa Dita, Ayu, dan Mia kami sedikit timpang. Tapi itu bukan alasan mutlak. Kekalahan game kali ini selain karena pemain lawan mempunyai kedalaman pemain yang berpengalaman, kami kalah karena kesalahan sendiri. Banyak turnover yang menghasilkan poin bagi lawan. Tapi selalu ada sisi positif dari kekalahan ini, yaitu kami mampu beradaptasi dengan pemain yang ada. PR (pekerjaan rumah) kami selanjutnya mungkin menyusun pola serangan yang lebih baik lagi. Untuk pertahanan, sebenarnya para pemain saya sudah bermain bagus pada seri ini secara keseluruhan,” ujar Bambang Asdianto kepada awak media selepas pertandingan.

Di lain pihak, Debby yang menjadi pemain terbaik pada final kali ini, mengaku senang bisa memberikan kontribusi bagi tim barunya. Ia mengaku perannya di Surabaya Fever sedikit lebih ringan jika dibandingkan dengan saat ia masih berbaju Sahabat Semarang.

“Saya senang bisa meraih juara bersama tim baru saya musim ini. Memang di sini peran saya sedikit mudah karena sudah banyak teman (timnas) yang saling mengerti. Untuk seri berikutnya di Surabaya mendatang, kami semua tidak boleh lengah terhadap Merpati Bali. Tanpa Dita dan Ayu mereka mampu memberikan perlawanan kepada kami,” ujar Debby.

“Saya belum puas dengan pencapaian anak-anak. Masih harus benahi kekurangan mereka yakni pertahanan dan komunikasi. Merpati Bali bermain secara kolektif. Sementara kami menang pengalaman. Seri berikutnya kami harus kembali bekerja keras dan tetap mewaspadai kiprah Merpati Bali,” kata Wellyanto Pribadi.

Sementara itu, pada pertandingan perebutan peringkat ketiga, Merah Putih Samator Jakarta akhirnya menang 58-55 atas Tenaga Baru. Michelle Kurniawan berhasil menjadi pencetak poin terbanyak bagi Samator (19 poin dan empat rebund), sementara kapten tim Tenaga Baru Pontianak Fanny Kalumata mencetak double double pada pertandingan kali ini 21 poin dan 11 rebound.

Selanjutnya Srikandi Cup akan berlangsung di Surabaya pada akhir Januari. Tim Surabaya Fever akan bertindak menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seri kedua nanti.

Sebagai informasi, setiap seri Srikandi Cup akan memainkan partai final. Delapan tim akan dibagi dalam dua grup di mana, dua tim teratas akan masuk semifinal.

Komentar Marquez Saat Mencoba Tiga Evolusi RC213V

Marc Marquez mencicipi tiga evolusi berbeda dari Honda RC213V pada tes pramusim di Valencia. Hasilnya cukup memuaskan, sehingga Tim Repsol Honda kemungkinan tak melakukan tes pribadi di Jerez pekan depan.

Komentar Marquez Saat Mencoba Tiga Evolusi RC213V

Marquez mendapatkan kesan yang menggembirakan setelah dua hari menjalani pengujian MotoGP di Valencia. Dia mencatatkan waktu tercepat dari total keseluruhan penyelenggaran tes pramusim selama dua hari di Sirkuit Ricardo Tormo.

Tiga hari setelah mendapatkan gelar keempat kelas premier, Marquez ditugaskan untuk mencicipi tiga motor yang diajukan tim: Pertama mesin yang ia gunakan pada akhir balapan musim ini. Motor 2017-nya yang menggunakan frame terbaru, dan motor edisi ’18 yang menggunakan prototipe baru.

Saat dia mencatat waktu tercepatnya dengan menggunakan mesin tahun ini, rider berusia 24 tahun itu justru cenderung bersemangat dengan potensi prototipe ’18. Mesinnya, kata Marquez, memiliki lebih banyak tenaga di beberapa bagian.

“Kami mencoba motor saat ini, motor yang saya pakai tahun ini, dan seperti kemarin, kami mencoba memodifikasi kecil-kecilan di area sasis. Dan kemudian prototipe baru. Pada motor ini kami sempat memiliki masalah kecil. Itu normal, sebab pertama kali mengaspal,” ujar Marquez.

“Tapi bagaimanapun, semua bekerja dengan baik, kami punya beberapa poin menarik, tentunya dengan prototipe baru kami masih perlu banyak waktu untuk memahami banyak hal, karena bukan hanya mesin baru, tapi juga area sasis yang berbeda,” terangnya.

Sekarang, Marquez cuma butuh ketelitian dalam memilih tiga opsi motor yang memiliki potensi yang sama. Keputusan itu bisa ditegaskan ketika mengikuti tes pramusim di Malaysia pada Januari mendatang.

Tim Dari Ganda Putra Jepang Kalahkan Ahsan/Rian

Ganda putra Indonesia dipastikan hanya menyisakan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada babak semifinal Hong Kong Open 2017. Kepastian itu menyusul tersingkirnya Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro.

Tim Dari Ganda Putra Jepang Kalahkan Ahsan/Rian

Langkah Ahsan/Rian dihentikan oleh ganda putra Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko dua game langsung 17-21 dan 13-21 dalam waktu 36 menit. Tanda-tanda kekalahan mereka sudah terendus sejak awal game pertama.

Meski Ahsan/Rian kemudian mencoba menyamakan kedudukan dengan angka 13-13. Setelah itu, mereka kembali tertinggal 16-18 dan kalah 17-21 dalam waktu 16 menit pada game pertama.

“Penampilan hari ini bukan dibilang antiklimaks juga, tapi memang kami salah terus. Dari hari ke hari tidak ada peningkatan, kami melakukan kesalahan sendiri, sementara lawannya sangat nyaman, kami jadi nggak bisa apa-apa,” kata Ahsan seperti rilis yang diterima dari PBSI.

“Hari ini saya tidak bisa menerapkan permainan apa-apa, penampilan saya lagi tampil di bawah penampilan terbaik saya,” tambah Rian.

Bukannya bangkit, Ahsan/Rian tak menunjukkan adanya perubahan pada penampilan mereka di babak kedua. Mereka tampak kesulitan keluar dari tekanan lawan untuk mengembangkan permainan.

“Sebenarnya mudah saja sih, yang penting jangan membuat kesalahan sendiri. Tadi lawannya berkembang, susah dikalahkan, sementara kami begitu-begitu saja,” jelas Ahsan.

“Progres kami malah turun. Padahal kami punya kans untuk lawan mereka tadi. Mungkin masih harus dievaluasi lagi, dari diri saya sendiri juga. Pada laga ini kami tidak bisa mencari jalan keluar, cuma berusaha rileks di lapangan saja,” ungkap Ahsan.

Dengan demikian, hanya ada dua wakil Indonesia yang menapaki babak semifinal. Selain Kevin/Marcus, ganda putri juga meloloskan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Kasus Pengaturan Skor, Erick Thohir Memuji Ketegasan Perbasi

Sebanyak sembilan nama dipastikan terlibat dalam kasus pengaturan skor pada kompetisi Liga Bakset Indonesia (IBL) musim 2016–2017. Kesembilan nama tersebut merupakan bagian dari klub Siliwangi Bandung yang terdiri dari delapan pemain dan satu ofisial tim.

Kasus Pengaturan Skor, Erick Thohir Memuji Ketegasan Perbasi

Kedelapan pemain itu adalah Ferdinand Damanik, Tri Wilopo, Gian Gumilar, Haritsa Harlusdityo, Untung Gendro Maryono, Fredy, Vinton Nolan Surawi, dan Robertus Riza Raharjo. Sedangkan, satu ofisial tim itu adalah Zulhilmi Fatturohman.

Aksi tidak terpuji kesembilan pelaku tersebut sudah diketahui Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi). Mereka pun memutuskan telah menghukum seluruh pelaku tersebut, yakni berupa larangan beraktivitas di bola basket. Namun, masing-masing mendapat sanksi dengan durasi berbeda.

Perbasi lantas mendapat pujian atas tindakan mereka memberikan sanksi kepada kesembilan pelaku tersebut. Pujian itu dilontarkan oleh Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir.

“Saya tentu salut dengan Perbasi dan IBL. Pelanggaran yang terjadi ini tidak ditutupi mereka dan mereka justru terbuka. Ini menunjukkan mereka masih ingin introspeksi diri bahwa mereka tidak sempurna,” ujar Erick.

“Mereka pun memberikan sanksi berat kepada para atlet atau ofisial. Tetapi, saya juga menyambut sangat positif karena tidak hanya pemain yang juga akan diberikan sanksi, tetapi Perbasi juga menyatakan akan tegas kepada para petinggi klub jika ada yang terlibat,” lanjutnya.

Ferdinand Damanik, pemain asal JNE Bandung Utama menjadi pemain yang diganjar sanksi paling berat. Pemain berusia 29 tahun itu tak boleh terlibat di bola basket Indonesia selama lima tahun.

Sementara itu, Wilopo, Gian, Haritsa, dan Untung mendapat sanksi empat tahun. Khusus Vinton, Fredy, dan Riza mendapat sanksi tiga tahun. Nama terakhir yakni Zulhilmi mendapat skors dua tahun.

Dybala Rindu dengan Dani Alves dan Pogba

Bintang Juventus Paulo Dybala buka suara tentang masa depannya bersama Juventus dan target pribadinya pada musim ini. Itu ia utarakan lewat wawancara khusus yang dilakukan oleh media France Football pada Selasa 21 Desember November.

Dybala diboyong Juventus dari Palermo pada 2015. Hingga saat ini, ia sudah ikut mengantarkan Juve meraih dua gelar Serie A Italia dan Coppa Italia, serta Supercoppa Italiana.

Raihan itu belum termasuk prestasi pribadi. Pasalnya, Dybala juga pernah menjadi pencetak gol terbanyak di Coppa Italia 2016–2017 serta menjadi pemasok assist paling sering pada Serie A Italia 2014–2015.

Menanggapi itu, Dybala mengaku tidak mau cepat puas. Meski menyadari masih sulit bersaing meraih penghargaan Ballon d’Or atau pemain terbaik dunia, namun ia tak menutup diri untuk berprestasi bersama klub lain.

“Saya tidak janji bakal tetap bersama Juventus selamanya. Saat ini, saya ingin memenangkan segalanya dan sepak bola adalah hal aneh karena Anda tak pernah tahu atas apa yang terjadi di masa mendatang,” ujar Dybala.

“Jika ingin bersaing dengan Neymar untuk meraih Ballon d’Or, tapi dia sudah semakin dekat untuk mendapatkannya. Jadi, saya akan meningkatkan kemampuan untuk memenangkan trofi lainnya saja,” tambahnya.

Tidak dijelaskan lebih detail klub yang ingin dibela Dybala selanjutnya. Namun yang jelas, ia mengaku rindu dengan mantan rekan setimnya Dani Alves yang bermain untuk Paris Saint-Germain dan Paul Pogba yang pindah ke Manchester United.

“Harus diakui, saya rindu Dani Alves dan Pogba. Alves punya visi luar biasa dan orang yang sangat percaya diri. Dia adalah salah satu pemain terhebat dunia yang pernah saya temui,” kata Dybala.

“Kalau Pogba adalah teman saya. Kami punya hubungan baik di lapangan maupun di luar lapangan,” lanjutnya.

Dybala sudah dimainkan sebanyak 18 kali dan menyumbang 14 gol untuk Juventus di sepanjang musim ini. Kontraknya bersama Bianconeri sudah diperpanjang pada musim panas lalu dan baru akan habis pada Juni 2022.

38 Cabor Asian Games Bakal Disiarkan Secara Langsung

Panitia penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) memutuskan tidak akan menyiarkan langsung seluruh cabang olahraga (cabor). Dari total 40 cabor, mereka memilih 38 cabor untuk disiarkan secara live pada acara olahraga paling bergengsi di Asia itu.

Keputusan itu disampaikan oleh Direktur Broadcast INASGOC, Linda Wahyudi pada acara diskusi INASGOC dengan tema Broadcast Management di Wisma Serbaguna, Senayan, Jakarta, Rabu 8 November.

“Dari 40 cabor, kami akan membuat produksi siaran langsung untuk 38 cabor dengan difasilitasi 427 kamera. Kualitas seluruh kamera itu adalah super HD 10-80 inch yang akan mereka sediakan,” ujar Linda.

Pada kesempatan itu, Linda menjelaskan dua cabor yang tidak disiarkan langsung, di antaranya bridge dan squash. Namun, ia memastikan dua cabor tersebut tetap akan ditayangkan di televisi dalam bentuk tayangan ulang alias highlight.

“Tetapi bukan berarti yang tidak live itu, tidak ada tayangannya. Nanti, kita akan menggunakan teknologi IMG agar bisa ditayangkan ke dalam highlight selama satu jam. Itu yang akan disebar ke seluruh dunia,” tutur Linda.

INASGOC tidak sendiri dalam mengerjakan produksi siaran langsung untuk ajang Asian Games 2018. Mereka bekerja sama dengan manajemen penyiaran asal Swiss, International Games and Broadcast Services (IGBS).

Sementara itu, perusahaan penyiaran asal Jepang, Dentsu menjadi pemegang hak siar Asian Games 2018. Mereka telah digandeng Olympic Council of Asia (COA). Nantinya, mereka akan membagikan hak siar kepada perusahaan penyiaran asal Indonesia, PT. Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek).

Namun, Emtek tidak akan menyiarkan langsung 38 cabor yang sudah ditentukan INASGOC dan IGBS. Mereka hanya fokus pada cabor sepak bola dan bulu tangkis. Sedangkan hak siar cabor lainnya akan mereka bagikan kepada sejumlah televisi nasional.

Ferrari Mengancam Keluar dari F1

FIA sedang merencanakan perubahan aturan dalam pemakaian mesin mobil pada ajang balap Formula 1 (F1) pada 2021. Menurut rilis yang dikeluarkan Liberty Media dan FIA, pembahasan aturan itu sudah dibuat dalam proposal.

Entah apa yang dibahas dalam proposal mesin itu. Namun, menurut laporan perubahan aturan itu lebih mengarah pada perubahan yang meminimalkan kebisingan mobil.

Namun, hal itu ternyata tidak disetujui Presiden Ferrari Sergio Marchionne. Ia khawatir jika aturan itu justru tidak memenuhi standar mobilnya. Jika terjadi demikian, ia pun mengancam timnya akan keluar dari F1.

“Liberty sebetulnya punya niat baik, yakni mengurangi biaya tim yang menurut saya bagus. Beberapa hal yang tidak perlu kami setujui adalah powertrain. Saya rasa itu adalah sesuatu yang tidak perlu untuk Ferrari,” ujar Marchionne.

“Faktanya adalah kami sekarang punya beda pendapat dalam hal pengembangan strategis. Saya pikir kami akan mengeluarkan keputusan,” tambahnya.

“Jika kami menemukan perangkat yang hasilnya menguntungkan hanya untuk keuntungan merek, pasar, dan memengaruhi posisi yang kurang baik untuk Ferrari, kami tidak akan bermain,” tutur Marchionne.

Ferrari menjadi salah satu peserta lama di Formula 1. Ia bergabung dengan kejuaraan tersebut pada 1950.

Selama 67 tahun, Ferrari mampu meraih gelar konstruktor sebanyak 16 kali. Selain itu, mereka juga sukses meraih 15 gelar dalam sektor pembalap.