Mercedes Kencangkan Perkembangan Mesin Demi Hamilton

Lewis Hamilton terus memberikan tekanan konstruktif kepada Mercedes terkait pengembangan mesin mobil. Hal tersebut dikarenakan sang juara bertahan belum kunjung meraih kemenangan.

Mercedes Kencangkan Perkembangan Mesin Demi Hamilton

Kejuaraan F1 musim 2018 telah melewati tiga balapan. Namun, Mercedes yang merupakan juara bertahan konstruktor belum sama sekali mendapatkan podium utama.

Itu menjadi catatan buruk bagi tim yang dikepalai Toto Wolff tersebut. Pasalnya, sejak beralih ke era mesin V6 Hibrida, Mercedes selalu sukses meraih kemenangan dalam tiga balapan pertama.

Saat ini, Hamilton mengaku tengah mendorong para krunya untuk terus memperhatikan sektor-sektor yang bermasalah. Hal tersebut demi kembali kompetitif menghadapi Red Bull dan Ferrari yang duluan meraih kemenangan.

“Saya pastinya menekan terus (para kru). James Vowles dan James (Allison), Niki (Lauda) dan Toto (Wolff) berusaha mendorong mereka seupaya tahu sektor mana dari mobil yang paling bermasalah,” kata Hamilton seperti dilansir Crash, Kamis 26 April 2018.

“Kami harus terus memberikan tekanan konstruktif untuk mereka. Mereka ingin kemenangan sama seperti kami. Kami sedang mengusahakannya,” sambungnya.

Sejauh ini, catatan terbaik Hamilton baru satu kali naik ke podium kedua. Sementara rekan satu timnya, Valtteri Bottas, sudah dua kali naik ke podium yang sama.

Alasan Rossi Tidak Bisa Naik Podium

Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi kembali gagal naik podium untuk kali kedua pada musim ini. Terbaru, ia hanya finis di posisi keempat pada akhir lomba MotoGP Amerika Serikat yang berlangsung Senin 23 April dini hari tadi WIB.

Alasan Rossi Tidak Bisa Naik Podium

Alih-alih bersaing dengan rider Repsol Honda Marc Marquez di depan, Rossi justru keteteran mengejar pembakap Suzuki Andrea Iannone untuk bisa menempati posisi akhir podium. akungnya Iannone tampil baik di Circuit of the Americas untuk mempersembahkan podium pertama buat Suzuki.

“Ini adalah akhir pekan yang baik, karena aku selalu berada di posisi lima besar. Tapi di balapan, aku berharap sedikit lebih kuat untuk mencoba berjuang meraih podium,” ujar Rossi kepada Crash.

“aku tahu bahwa Márquez serta Maverick Vinales sedikit lebih kuat. Tetapi aku berharap aku cukup cepat untuk bersaing meraih podium melawan Andrea Iannone, tetapi Andrea lebih cepat dari aku,” terangnya.

Rossi berharap bisa mewujudkan target itu, karena dari catatan pada sesi latihan bebas Jumat sore serta sabtu sore, ia mampu meraih waktu 2 menit 5,5 detik.

“Namun akungnya aku lebih menderita karena panas, terutama dengan ban depan. aku tidak pernah menderita karena ini selama latihan, tetapi saat balapan, terutama di tikungan cepat, aku terlalu banyak melewati batas. Jadi aku harus memperlambat sedikit laju motor, sambil mencoba untuk tetap dekat dengan Iannone demi meraih podium, tapi dia lebih kuat dari aku,” tegasnya.

Rossi saat ini berada di posisi ketujuh pada klasemen sementara dengan raihan 17 poin. Sementara itu, posisi Andrea Dovizioso (Ducati) di puncak klasemen mulai terancam. Dengan koleksi 46 poin, Dovi kini hanya unggul satu poin dari Marc Marquez yang sudah merangsek ke posisi dua.

Pendapat Iannone Pada saat Naik Podium Persertaa Bersama Suzuki

Andrea Iannone nyaris kehabisan kata-kata ketika berhasil naik podium sambil membawa nama timnya, yakni Suzuki Ecstar. Euforia itu ia rasakan karena belum pernah melakukan hal tersebut sebelumnya.

Pendapat Iannone Pada saat Naik Podium Persertaa Bersama Suzuki

Suzuki Ecstar merekrut Iannone sejak musim 2017, namun dia belum pernah sekalipun naik podium. Padahal, Iannone sudah tujuh kali naik podium ketika masih membela Ducati.

Iannone finis di urutan ketiga dengan catatan waktu 41 menit 58.706 detik. Torehan itu berbanding terbalik dengan rekan setimnya, Alex Rins, yang malah tergelincir hingga tidak bisa melanjutkan lomba. BACA JUGAAlibi Rossi Usai Gagal Naik PodiumVinales Dedikasikan Podium Kedua untuk Nicky HaydenMarquez Tampil Lebih Cepat karena Kurang Percaya Diri
Brandconnect
Jangan Anggap Sepele, Ayah Berperan Penting dalam Keberhasilan Menyusui
“Sungguh perasaan yang luar biasa. Ini adalah buah dari sikap pantang menyerah yang aku tunjukkan,” ujar Iannone seusai balapan.

“Tetap yakin saja, serta kamu pasti bakal menjadi sangat kuat ketika menjalankan pekerjaan ini. Performa aku telah kembali,” tambahnya.

Dengan asertaya tambahan 16 poin dari podium ketiga tersebut, Iannone pun berhak naik ke peringkat enam pada klasemen sementara. Saat ini, dia berselisih 15 poin dengan Andrea Dovizioso yang berada di puncak klasemen.

GSX-RR Siap Bertarung untuk Podium Selanjutnya

Alex Rins menyebut motor Suzuki GSX-RR yang kini dipacunya pada kejuaraan MotoGP 2018 sangat kompetitif. Hal tersebut menyusul raihan podium ketiga di MotoGP Argentina.

Rins sukses menginjak podium pertamanya sepanjang karier di MotoGP pada balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo. Pembalap asal Spanyol itu meraih urutan ketiga, dibelakang Cal Crutchlow dan Johann Zarco.

Sempat memimpin satu lap setelah melewati Jack Miller yang memimpin grid sendirian, Rins tak mampu mempertahankan posisinya pada lap-lap berikutnya. Alhasil, rekan satu tim Andrea Iannone itu harus menyentuh garis finis 2,5 detik di belakang Crutchlow yang meraih podium utama.

Meski begitu, podium ketiga merupakan catatan impresif bagi Rins maupun Suzuki Ecstar. Pasalnya, musim 2017 lalu, tim pabrikan asal Jepang itu bahkan tidak mampu mencatatkan satu podium.

Rins yakin moto GSX-RR-nya kini benar-benar petarung untuk podium-podium selanjutnya. Podium utama Suzuki memang sangat dinantikan sejak terakhir diraih Maverick Vinales di GP Silverstone 2016 lalu.

“Kami senang bahwa kami punya motor pemenang. Saya melihat Suzuki sebanding dengan motor-motor lainnya. Kami berkembang banyak sejak tahun lalu. Sedikit demi sedikit, podium ketiga ini akan menjadi kemenangan,” kata Rins.

Rins kini berada di urutan kesembilan klasemen pembalap sementara dengan 16 poin. Sementara itu, Suzuki Ecstar berada di urutan keenam kategori konstruktor dari total 12 tim.

Ricciardo: Ferrari Cepat, Mercedes Bisa Dijangkau

Pembalap Red Bull Daniel Ricciardo menyambut positif hasil kualifikasi F1GP Tiongkok. Ricciardo memulai balapan dari posisi keenam.

Ricciardo: Ferrari Cepat, Mercedes Bisa Dijangkau

Pembalap asal Australia itu tertinggal dari rekan setim Max Verstappen dan duo pembalap Mercedes Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas. Meski begitu, dia percaya bisa menjangkau kecepatan Mercedes.

Sementara Ferrari, kata Ricciardo, sulit dikejar. Sebab, tim Kuda Jingkrak tampil konsisten sepanjang pekan ini.

“Saya pikir Ferrari punya kecepatan yang sangat baik sepanjang minggu ini dan saya tidak bisa mengatakan dengan jujur apakah kami bisa mengejar mereka besok,” kata Ricciardo seperti dilansir Crash, Sabtu 14 April 2018.

“Tetapi, Mercedes masih bisa kami jangkau. Mereka belum begitu kuat pada akhir pekan ini. Dalam pikiran saya, masih ada tempat di podium untuk diperebutkan, jadi kami mencoba untuk mencapai podium,” sambung Ricciardo.

Namun, ketika ditanya apakah ini tanda-tanda berakhirnya dominasi Mercedes, Ricciardo enggan berspekulasi. Akan tetapi, dia merasa senang karena tidak memiliki jarak yang jauh dengan Mercedes.

“Yang pasti, saya senang bahwa kami cukup dekat dengan Mercedes. Tetapi, tidak baik untuk melihat Ferrari di depan yang lain. Kami akan berusaha,” tegas Ricciardo.

Alasan Dari Alasan Ricky/Debby Mundur dari Tiongkok Masters 2018

Pelatih ganda campuran Richard Mainaki mengungkapkan alasan mundurnya Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto dari turnamen Tiongkok Masters 2018. Menurutnya, kurangnya persiapan menjadi alasan utama mundurnya pasangan baru di sektor ganda campuran tersebut.

Alasan Dari Alasan Ricky/Debby Mundur dari Tiongkok Masters 2018

Ricky/Debby rencananya akan dikirim bertanding ke Osaka International Challenge, Tiongkok Masters, Badminton Asia Championships (BAC) 2018, New Zealand Open 2018 dan Australia Open 2018. Namun dua turnamen pertama akhirnya harus dibatalkan, kini Ricky/Debby dipersiapkan untuk mengikuti BAC yang akan dilangsungkan akhir bulan ini di Wuhan, Tiongkok.

“Persiapan mereka masih kurang, Ricky juga mengalami cedera di otot paha kanan. Tidak memungkinkan untuk mereka mengikuti semuanya,” kata Richard dilansir Badmintonindonesia.org.

Ricky/Debby tengah mengejar poin untuk mendongkel peringkat dunia mereka saat ini yang berada di posisi 121. Beruntung absennya Ricky/Debby di Osaka dan Tiongkok tak membawa pengaruh pada posisi peringkat dunia mereka untuk dapat mengikuti turnamen Indonesia dan Malaysia Open 2018.

Indonesia sendiri masih memiliki enam wakil di babak kedua turnamen Tiongkok Masters 2018 yang akan berlangsung hingga 15 April. Keenam wakil tersebut terdiri dari dua tunggal putra, dua ganda putri, dan dua ganda campuran.

Direktur Yamaha Meminta Agar MotoGP Segera Menegur Marquez

Direktur Yamaha Lin Jarvis mengatakan, pihaknya telah meminta manajemen MotoGP untuk menindak tegas kelakuan Marc Marquez. Menurutnya, pembalap asal Spanyol itu tidak punya rasa hormat.

Direktur Yamaha Meminta Agar MotoGP Segera Menegur Marquez

Marquez dan Valentino Rossi terlibat insiden pada balapan kedua musim 2018 yang digelar di Argentina. Rossi dibuat jatuh oleh Marquez yang memaksa menikung sehingga terjadi senggolan.

Insiden tersebut terjadi saat balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo tinggal menyisakan empat lap lagi. Rossi yang berada di posisi enam ditikung Marquez dari sisi dalam dan membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh.

Manuver berbahaya yang Marquez lakukan terjadi di tikungan 13, dan bukan satu kali saja, melainkan dua kali. Selain Rossi, ia juga melakukan hal serupa pada Aleix Espargaro.

Hal tersebut membuat Jarvis muak dengan sikap peraih empat gelar juara dunia MotoGP tersebut. Tak tanggung-tanggung, direktur tim Yamaha itu meminta MotoGP untuk mengambil peran dalam menyikapi insiden ini.

“Ya, kami telah meminta mereka (MotoGP) untuk mengambil tindakan dengan tujuan melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untuk memperbaiki sikapnya (Marquez),” kata Jarvis seperti dikutip Crash, Senin 9 April 2018.

“Kelakuannya menunjukkan tidak adanya rasa hormat kepada para kompetitornya di trek,” sambungnya.

Terjatuhnya Rossi di empat lap terakhir membuatnya harus puas finis di posisi 19. Sedangkan Marquez finis di atas Rossi di posisi 18 setelah mendapatkan ride-through penalty karena motornya mogok jelang start.

Crutchlow Mengatakan Tidak Pindah ke Repsol Honda

Cal Crutchlow membantah merapat ke Repsol Honda. Sejauh ini, Crutchlow ingin fokus bersama LCR Honda Castrol.

Crutchlow Mengatakan Tidak Pindah ke Repsol Honda

Kabar ini mencuat lantaran Marc Marquez sudah melakukan perpanjangan kontrak hingga 2020. Akan tetapi, masa depan Dani Pedrosa masih belum diputuskan.

Ketika disinggung bagaimana peluang menjadi rekan setim Marquez, Crutchlow tak mau berbicara banyak.

“Saya tidak tahu, saya tidak tahu bagaimana perasaan mereka ketika berbicara tentang pekerjaan mereka,” kata Crutchlow seperti dikutip Crash, Jumat 6 April 2018.

“Tidak ada pembicaraan soal tawaran kontrak (Repsol Honda) sama sekali. Pada akhirnya, saya akan tetap membela LCR Honda. Pekerjaan saya adalah pekerjaan yang bagus untuk mereka, cobalah untuk bersaing dan bergerak secepat mungkin,” sambungnya.

“Saya sempat membaca sebuah artikel yang menyebut saya sedang menyerang kursi Pedrosa. Pada akhirnya, satu-satunya hal yang saya lakukan adalah membela LCR Honda dengan baik.

Crutchclow nyaris naik podium di GP Qatar pertengahan bulan lalu. Dia harus puas berada di urutan keempat tepat di belakang Valentino Rossi.

Venue Panahan Indonesia Terbaik di Dunia Ujar Menpora

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi bersama Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskkamur (Cak Imin) meninjau fasilitas olahraga di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Venue Panahan Indonesia Terbaik di Dunia Ujar Menpora

Kedua tokoh itu juga mengunjungi pemusatan latihan nasional (pelatnas) panahan. Di sana, Imam bersama Cak Imin terpukau dengan perbaikan infrastruktur cabang olahraga (cabor) panahan.

Menpora mengklaim lapangan panahan di Indonesia terbaik di dunia. “Bahkan Olimpiade di Rio kalah dengan tempat ini. Ini menunjukkan bahwa pemerintah bersama seluruh pimpinan cabor betul-betul bersatu padu untuk menyiapkan venue berstkamur internasional. Semoga dengan fasilitas terbaik akan mendapatkan hasil yang terbaik,” kata Menpora, dikutip Kemenpora.go.id.

Saat mengunjungi Pelatnas Panahan, Imam menyempatkan berbincang dengan sejumlah atlet dan pelatih pelatnas panahan. Dia meyakini, cabor panahan mampu memberikan hasil terbaik untuk Indonesia di ajang Asian Games 2018.

“Saya melihat optimisme yang luar biasa, mulai dari atlet, manager, hingga pelatih. Meskipun kita tahu negara-negara lain juga menyiapkan berbagai strategi, kita tak boleh khawatir sebab kita tuan rumah. Tentu doa dari seluruh rakyat Indonesia akan mengiringi perjuangan para atlet dan pelatih,” kata dia.

Sementara itu, Cak Imin mengaku puas dengan pembangunan fasilitas di komplek GBK secara keseluruhan. Tak hanya memperbarui infrastruktur, komplek olahraga yang berada di jantung Ibu Kota itu juga dianggap ramah terhadap penykamung disabilitas.

“Ini merupakan suatu penghargaan yang diberikan pemerintah kepada penykamung disabilitas,” kata Cak Imin.

Lebih jauh, Cak Imin menyampaikan bahwa kehadirannya dan Menpora di GBK semata untuk mengajak masyarakat Indonesia ikut menyukseskan Asian Games 2018. Sebab, sukses atau taknya pesta olahraga empat tahunan Benua Asia itu sangat mempertaruhkan harga diri bangsa.

“Makanya Asian Games ini harus kita sukseskan, dan kita tunjukkan prestasi,” ujar Cak Imin.

Selain memberikan semangat kepada Tim Pelatnas Panahan, Imam dan Cak imin menjajal olahraga panahan. Disaksikan para atlet, Imam dan Cak Imin menunjukkan kemahiran membidik sasaran.

Tech 3 Sulit Berpisah dengan Yamaha

Yamaha telah mengonfirmasikan perceraian mereka dengan Tech 3 pada awal musim. Tahun ini menjadi berakhirnya hubungan yang sudah terjalin selama 20 tahun.

Tech 3 Sulit Berpisah dengan Yamaha

Pabrikan asal Jepang dan tim asal Prancis mulai bergabung pada 1999. Ketika itu mereka memulainya dari kelas 250 cc dengan mengandalkan Olivier Jacque dan Shinya Nakano yang akhirnya finis di posisi pertama dan kedua pada 2000.

Setahun berselang, Tech 3 melangkah ke kelas premier hingga kini dalam beberapa tahun terakhir, Tech 3 membuktikan bahwa mereka adalah salah satu tim satelit terkuat di grid MotoGP. Terutama pada tahun lalu di mana mereka menempatkan dua pembalap, Johann Zarco dan Jonas Folger di jajaran elite.

“Untuk meringkas 20 tahun kemitraan luar biasa antara Tech3 dan Yamaha dalam beberapa kata adalah misi yang sangat sulit,” kata bos Tech3, Herve Poncehral.

“Sejak saya pertama kali bertemu Mr. Ito pada 1998, di mana dia memberi saya kesempatan untuk bergabung dengan Yamaha Motor Corporation, ini merupakan perjalanan yang luar biasa bersama mereka,” terangnya.

Poncheral juga mengenang pengalaman fantastis dengan hasil yang luar biasa bersama Yamaha. Sayangnya hal tersebut takkan lagi tercipta. Baginya, berpisah dengan Yamaha adalah keputusan yang berat.

“Jelas, mengakhiri kemitraan semacam itu adalah keputusan besar bagi saya. Yang ingin saya katakan adalah lebih dari terima kasih banyak kepada Yamaha, kepada Kouichi Tsuji, Tsuya, Lin Jarvis dan Nakajima, ditambah semua orang yang telah mendukung dan membantu kami,” tuturnya.

Lebih sulitnya lagi, kerja sama Yamaha dengan Tech3 sedang lagi bagus-bagusnya. Pasalnya salah satu pembalap mereka, Zarco tengah berkembang bersama motor Yamaha.

“Tapi, jelas, kami adalah Tim Monster Yamaha hingga putaran terakhir GP Valencia 2018. Johann Zarco dan Hafizh Syahrin akan berjuang untuk posisi teratas dan tanpa ragu, Yamaha dapat mengandalkan kami untuk menjadi mitra kinerja yang setia,” terangnya.

Sampai saat ini Yamaha belum memutuskan apakah akan memasok tim satelit pada musim depan. Sementara Tech3 akan mendampingi KTM mulai musim depan.