Tim Rockets Segel Game Masuk Semifinal Untuk Wilayah Barat

Houston Rockets berhasil menyegel kemenangan pada game pertama semifinal playoff NBA wilayah Barat. Bertanding di Toyota Center, Rockets mengemas kemenangan 110-96 dari Utah Jazz, Senin 30 April.

James Harden menjadi bintang kemenangan Rockets pada laga itu dengan mencetak total 41 poin, delapan rebound, tujuh assist. Sementara Donovan Mitchell dan Jae Crowder menjadi pendulang poin terbanyak Jazz dengan 21 poin.

Mendapat dukungan penuh suporter, Rockets yang bertindak sebagai tuan rumah langsung tampil menekan. Hasilnya, Harden sudah mampu membawa Rockets unggul 34-21 di kuarter pertama.

Dominasi tuan rumah pun belum tergoyahkan di kuarter kedua. Rockets mampu menutup pertandingan hingga turun minum dengan skor 64-39.

Unggul jauh, membuat Rockets mengendurkan permainan mereka di kuarter ketiga. Membuat Rockets sempat kehilangan kuarter ketiga dengan skor 22-29, namun masih unggul secara keseluruhan dengan 86-68.

Upaya Jazz mengejar ketinggalan mereka di kuarter terakhir pun kurang maksimal. Alhasil, mereka harus tertinggal 14 angka dari Rockets hingga buzzer berbunyi dan takluk 96-110.

Beda Nasib Dua Ganda Putri Indonesia

Perbedaan nasib dialami Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu di ajang Badminton Asia Championship 2018, setelah sektor ganda putri Indonesia hanya mampu mengirimka satu wakilnya ke semifinal.

Indonesia kini tinggal bertumpu kepada Della/Rizki di sektor ganda putri. Mereka berhasil lolos ke semifinal setelah mengalahkan pasangan Jepang Naoko Fukuman/Kurumi Yonao, Jumat 27 April waktu setempat.

Bertanding di Wuhan Sports Center, Tiongkok, tanpa kesulitan berarti menyingkirkan Naoko/Kurumi. Pasangan non-unggulan itu dikalahkan dengan pertarungan dua game langsung 21-12 dan 21-12.

Ujia berat tampaknya baru akan diharapi Della/Rizki di semifinal. Mereka akan bertemu pasangan Jepang lainnya Yuki Fukushima/Sayaka Hirota yang menjadi unggulan ketiga.

Yuki/Sayaka melaju ke semifinal usai mengalahkan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai. Unggulan ketujuh asal Thailand itu dikalahkan dua game langsung 21-19 dan 21-13.

Sementara, nasib baik tak menular kepada Greysia/Apriyani di babak perempat final. Ia dikalahkan pasangan Jepang lainnya Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi yang menjadi unggulan kedua.

Greysia/Apriyani menyerah dua game langsung dengan skor 21-19 dan 21-14. Selanjutnya, Misaki/Ayaka akan menghadapi pasangan Korea Selatan Kim So Yeong/Hee Yong Kong di semifinal.

Mercedes Kencangkan Perkembangan Mesin Demi Hamilton

Lewis Hamilton terus memberikan tekanan konstruktif kepada Mercedes terkait pengembangan mesin mobil. Hal tersebut dikarenakan sang juara bertahan belum kunjung meraih kemenangan.

Mercedes Kencangkan Perkembangan Mesin Demi Hamilton

Kejuaraan F1 musim 2018 telah melewati tiga balapan. Namun, Mercedes yang merupakan juara bertahan konstruktor belum sama sekali mendapatkan podium utama.

Itu menjadi catatan buruk bagi tim yang dikepalai Toto Wolff tersebut. Pasalnya, sejak beralih ke era mesin V6 Hibrida, Mercedes selalu sukses meraih kemenangan dalam tiga balapan pertama.

Saat ini, Hamilton mengaku tengah mendorong para krunya untuk terus memperhatikan sektor-sektor yang bermasalah. Hal tersebut demi kembali kompetitif menghadapi Red Bull dan Ferrari yang duluan meraih kemenangan.

“Saya pastinya menekan terus (para kru). James Vowles dan James (Allison), Niki (Lauda) dan Toto (Wolff) berusaha mendorong mereka seupaya tahu sektor mana dari mobil yang paling bermasalah,” kata Hamilton seperti dilansir Crash, Kamis 26 April 2018.

“Kami harus terus memberikan tekanan konstruktif untuk mereka. Mereka ingin kemenangan sama seperti kami. Kami sedang mengusahakannya,” sambungnya.

Sejauh ini, catatan terbaik Hamilton baru satu kali naik ke podium kedua. Sementara rekan satu timnya, Valtteri Bottas, sudah dua kali naik ke podium yang sama.

Alasan Rossi Tidak Bisa Naik Podium

Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi kembali gagal naik podium untuk kali kedua pada musim ini. Terbaru, ia hanya finis di posisi keempat pada akhir lomba MotoGP Amerika Serikat yang berlangsung Senin 23 April dini hari tadi WIB.

Alasan Rossi Tidak Bisa Naik Podium

Alih-alih bersaing dengan rider Repsol Honda Marc Marquez di depan, Rossi justru keteteran mengejar pembakap Suzuki Andrea Iannone untuk bisa menempati posisi akhir podium. akungnya Iannone tampil baik di Circuit of the Americas untuk mempersembahkan podium pertama buat Suzuki.

“Ini adalah akhir pekan yang baik, karena aku selalu berada di posisi lima besar. Tapi di balapan, aku berharap sedikit lebih kuat untuk mencoba berjuang meraih podium,” ujar Rossi kepada Crash.

“aku tahu bahwa Márquez serta Maverick Vinales sedikit lebih kuat. Tetapi aku berharap aku cukup cepat untuk bersaing meraih podium melawan Andrea Iannone, tetapi Andrea lebih cepat dari aku,” terangnya.

Rossi berharap bisa mewujudkan target itu, karena dari catatan pada sesi latihan bebas Jumat sore serta sabtu sore, ia mampu meraih waktu 2 menit 5,5 detik.

“Namun akungnya aku lebih menderita karena panas, terutama dengan ban depan. aku tidak pernah menderita karena ini selama latihan, tetapi saat balapan, terutama di tikungan cepat, aku terlalu banyak melewati batas. Jadi aku harus memperlambat sedikit laju motor, sambil mencoba untuk tetap dekat dengan Iannone demi meraih podium, tapi dia lebih kuat dari aku,” tegasnya.

Rossi saat ini berada di posisi ketujuh pada klasemen sementara dengan raihan 17 poin. Sementara itu, posisi Andrea Dovizioso (Ducati) di puncak klasemen mulai terancam. Dengan koleksi 46 poin, Dovi kini hanya unggul satu poin dari Marc Marquez yang sudah merangsek ke posisi dua.

Pendapat Iannone Pada saat Naik Podium Persertaa Bersama Suzuki

Andrea Iannone nyaris kehabisan kata-kata ketika berhasil naik podium sambil membawa nama timnya, yakni Suzuki Ecstar. Euforia itu ia rasakan karena belum pernah melakukan hal tersebut sebelumnya.

Pendapat Iannone Pada saat Naik Podium Persertaa Bersama Suzuki

Suzuki Ecstar merekrut Iannone sejak musim 2017, namun dia belum pernah sekalipun naik podium. Padahal, Iannone sudah tujuh kali naik podium ketika masih membela Ducati.

Iannone finis di urutan ketiga dengan catatan waktu 41 menit 58.706 detik. Torehan itu berbanding terbalik dengan rekan setimnya, Alex Rins, yang malah tergelincir hingga tidak bisa melanjutkan lomba. BACA JUGAAlibi Rossi Usai Gagal Naik PodiumVinales Dedikasikan Podium Kedua untuk Nicky HaydenMarquez Tampil Lebih Cepat karena Kurang Percaya Diri
Brandconnect
Jangan Anggap Sepele, Ayah Berperan Penting dalam Keberhasilan Menyusui
“Sungguh perasaan yang luar biasa. Ini adalah buah dari sikap pantang menyerah yang aku tunjukkan,” ujar Iannone seusai balapan.

“Tetap yakin saja, serta kamu pasti bakal menjadi sangat kuat ketika menjalankan pekerjaan ini. Performa aku telah kembali,” tambahnya.

Dengan asertaya tambahan 16 poin dari podium ketiga tersebut, Iannone pun berhak naik ke peringkat enam pada klasemen sementara. Saat ini, dia berselisih 15 poin dengan Andrea Dovizioso yang berada di puncak klasemen.

GSX-RR Siap Bertarung untuk Podium Selanjutnya

Alex Rins menyebut motor Suzuki GSX-RR yang kini dipacunya pada kejuaraan MotoGP 2018 sangat kompetitif. Hal tersebut menyusul raihan podium ketiga di MotoGP Argentina.

Rins sukses menginjak podium pertamanya sepanjang karier di MotoGP pada balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo. Pembalap asal Spanyol itu meraih urutan ketiga, dibelakang Cal Crutchlow dan Johann Zarco.

Sempat memimpin satu lap setelah melewati Jack Miller yang memimpin grid sendirian, Rins tak mampu mempertahankan posisinya pada lap-lap berikutnya. Alhasil, rekan satu tim Andrea Iannone itu harus menyentuh garis finis 2,5 detik di belakang Crutchlow yang meraih podium utama.

Meski begitu, podium ketiga merupakan catatan impresif bagi Rins maupun Suzuki Ecstar. Pasalnya, musim 2017 lalu, tim pabrikan asal Jepang itu bahkan tidak mampu mencatatkan satu podium.

Rins yakin moto GSX-RR-nya kini benar-benar petarung untuk podium-podium selanjutnya. Podium utama Suzuki memang sangat dinantikan sejak terakhir diraih Maverick Vinales di GP Silverstone 2016 lalu.

“Kami senang bahwa kami punya motor pemenang. Saya melihat Suzuki sebanding dengan motor-motor lainnya. Kami berkembang banyak sejak tahun lalu. Sedikit demi sedikit, podium ketiga ini akan menjadi kemenangan,” kata Rins.

Rins kini berada di urutan kesembilan klasemen pembalap sementara dengan 16 poin. Sementara itu, Suzuki Ecstar berada di urutan keenam kategori konstruktor dari total 12 tim.

Ricciardo: Ferrari Cepat, Mercedes Bisa Dijangkau

Pembalap Red Bull Daniel Ricciardo menyambut positif hasil kualifikasi F1GP Tiongkok. Ricciardo memulai balapan dari posisi keenam.

Ricciardo: Ferrari Cepat, Mercedes Bisa Dijangkau

Pembalap asal Australia itu tertinggal dari rekan setim Max Verstappen dan duo pembalap Mercedes Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas. Meski begitu, dia percaya bisa menjangkau kecepatan Mercedes.

Sementara Ferrari, kata Ricciardo, sulit dikejar. Sebab, tim Kuda Jingkrak tampil konsisten sepanjang pekan ini.

“Saya pikir Ferrari punya kecepatan yang sangat baik sepanjang minggu ini dan saya tidak bisa mengatakan dengan jujur apakah kami bisa mengejar mereka besok,” kata Ricciardo seperti dilansir Crash, Sabtu 14 April 2018.

“Tetapi, Mercedes masih bisa kami jangkau. Mereka belum begitu kuat pada akhir pekan ini. Dalam pikiran saya, masih ada tempat di podium untuk diperebutkan, jadi kami mencoba untuk mencapai podium,” sambung Ricciardo.

Namun, ketika ditanya apakah ini tanda-tanda berakhirnya dominasi Mercedes, Ricciardo enggan berspekulasi. Akan tetapi, dia merasa senang karena tidak memiliki jarak yang jauh dengan Mercedes.

“Yang pasti, saya senang bahwa kami cukup dekat dengan Mercedes. Tetapi, tidak baik untuk melihat Ferrari di depan yang lain. Kami akan berusaha,” tegas Ricciardo.

Alasan Dari Alasan Ricky/Debby Mundur dari Tiongkok Masters 2018

Pelatih ganda campuran Richard Mainaki mengungkapkan alasan mundurnya Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto dari turnamen Tiongkok Masters 2018. Menurutnya, kurangnya persiapan menjadi alasan utama mundurnya pasangan baru di sektor ganda campuran tersebut.

Alasan Dari Alasan Ricky/Debby Mundur dari Tiongkok Masters 2018

Ricky/Debby rencananya akan dikirim bertanding ke Osaka International Challenge, Tiongkok Masters, Badminton Asia Championships (BAC) 2018, New Zealand Open 2018 dan Australia Open 2018. Namun dua turnamen pertama akhirnya harus dibatalkan, kini Ricky/Debby dipersiapkan untuk mengikuti BAC yang akan dilangsungkan akhir bulan ini di Wuhan, Tiongkok.

“Persiapan mereka masih kurang, Ricky juga mengalami cedera di otot paha kanan. Tidak memungkinkan untuk mereka mengikuti semuanya,” kata Richard dilansir Badmintonindonesia.org.

Ricky/Debby tengah mengejar poin untuk mendongkel peringkat dunia mereka saat ini yang berada di posisi 121. Beruntung absennya Ricky/Debby di Osaka dan Tiongkok tak membawa pengaruh pada posisi peringkat dunia mereka untuk dapat mengikuti turnamen Indonesia dan Malaysia Open 2018.

Indonesia sendiri masih memiliki enam wakil di babak kedua turnamen Tiongkok Masters 2018 yang akan berlangsung hingga 15 April. Keenam wakil tersebut terdiri dari dua tunggal putra, dua ganda putri, dan dua ganda campuran.

Direktur Yamaha Meminta Agar MotoGP Segera Menegur Marquez

Direktur Yamaha Lin Jarvis mengatakan, pihaknya telah meminta manajemen MotoGP untuk menindak tegas kelakuan Marc Marquez. Menurutnya, pembalap asal Spanyol itu tidak punya rasa hormat.

Direktur Yamaha Meminta Agar MotoGP Segera Menegur Marquez

Marquez dan Valentino Rossi terlibat insiden pada balapan kedua musim 2018 yang digelar di Argentina. Rossi dibuat jatuh oleh Marquez yang memaksa menikung sehingga terjadi senggolan.

Insiden tersebut terjadi saat balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo tinggal menyisakan empat lap lagi. Rossi yang berada di posisi enam ditikung Marquez dari sisi dalam dan membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh.

Manuver berbahaya yang Marquez lakukan terjadi di tikungan 13, dan bukan satu kali saja, melainkan dua kali. Selain Rossi, ia juga melakukan hal serupa pada Aleix Espargaro.

Hal tersebut membuat Jarvis muak dengan sikap peraih empat gelar juara dunia MotoGP tersebut. Tak tanggung-tanggung, direktur tim Yamaha itu meminta MotoGP untuk mengambil peran dalam menyikapi insiden ini.

“Ya, kami telah meminta mereka (MotoGP) untuk mengambil tindakan dengan tujuan melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untuk memperbaiki sikapnya (Marquez),” kata Jarvis seperti dikutip Crash, Senin 9 April 2018.

“Kelakuannya menunjukkan tidak adanya rasa hormat kepada para kompetitornya di trek,” sambungnya.

Terjatuhnya Rossi di empat lap terakhir membuatnya harus puas finis di posisi 19. Sedangkan Marquez finis di atas Rossi di posisi 18 setelah mendapatkan ride-through penalty karena motornya mogok jelang start.

Crutchlow Mengatakan Tidak Pindah ke Repsol Honda

Cal Crutchlow membantah merapat ke Repsol Honda. Sejauh ini, Crutchlow ingin fokus bersama LCR Honda Castrol.

Crutchlow Mengatakan Tidak Pindah ke Repsol Honda

Kabar ini mencuat lantaran Marc Marquez sudah melakukan perpanjangan kontrak hingga 2020. Akan tetapi, masa depan Dani Pedrosa masih belum diputuskan.

Ketika disinggung bagaimana peluang menjadi rekan setim Marquez, Crutchlow tak mau berbicara banyak.

“Saya tidak tahu, saya tidak tahu bagaimana perasaan mereka ketika berbicara tentang pekerjaan mereka,” kata Crutchlow seperti dikutip Crash, Jumat 6 April 2018.

“Tidak ada pembicaraan soal tawaran kontrak (Repsol Honda) sama sekali. Pada akhirnya, saya akan tetap membela LCR Honda. Pekerjaan saya adalah pekerjaan yang bagus untuk mereka, cobalah untuk bersaing dan bergerak secepat mungkin,” sambungnya.

“Saya sempat membaca sebuah artikel yang menyebut saya sedang menyerang kursi Pedrosa. Pada akhirnya, satu-satunya hal yang saya lakukan adalah membela LCR Honda dengan baik.

Crutchclow nyaris naik podium di GP Qatar pertengahan bulan lalu. Dia harus puas berada di urutan keempat tepat di belakang Valentino Rossi.