INAPGOC Promosikan Asian Para Games 2018

Indonesia telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk menjadi tuan rumah Asian Para Games (APG). Rencananya event tersebut bakal terselenggara di DKI Jakarta pada 6-13 Oktober 2018.

INAPGOC Promosikan Asian Para Games 2018

“Kami sudah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk perhelatan olahraga empat tahunan bagi penyandang disabilitas tersebut,” kata Ketua Direktur Public Relation Media Indonesia 2018 Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) Ashgindo Fahreza Nasution di Denpasar, Sabtu (23/12/2017).

Ia mengatakan terdapat sekitar 3.000 atlet penyandang disabilitas dan offisial (pendamping) dari 43 negara Asia yang bakal berpartisipasi. Mereka semua akan bertanding selama delapan hari lewat 18 cabang olahraga dan 582 nomor pertandingan. BACA JUGAOlahraga Membantu Konsentrasi Cepat MeningkatTimnas Balap Sepeda Asah Kemampuan di Ajang Tour de IndonesiaOlahraga

Sama seperti Asian Games 2018 yang sudah memulai beragam persiapan, para anggota INAPGOC juga bakal melakukan berbagai persiapan, tak terkecuali proses sosialisasi. Rencananya sosialisasi APG akan terlaksana di 20 titik dari 16 kota di Indonesia.

Cara sosialisasinya dilakukan dengan format “booth” atau anjungan di beberapa pertokoan besar tiap kota yang disinggahi. Beberapa di antaranya adalah Medan, Palembang, Batam, Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Bali.

“INAPGOC akan terus menginformasikan kepada masyarakat Indonesia sehingga pengetahuaan masyarakat tentang APG 2018 semakin tinggi dan tertarik mengapresiasi kegiatan ini,” kata Fahreza.

Kegiatan sosialisasi APG 2018 juga akan dilakukan lewat media massa, kegiatan offline, maupun media sosial. Dengan slogan “The Inspiring Spirit and Energy of Asia”, APG 2018 hadir dengan empat misi, yaitu determination, courage, equality, dan inspiration.

Keempat misi ini diharapkan dapat memperkenalkan tekad kuat dan kepercayaan diri para atlet dalam menghadapi segala tantangan, baik fisik maupun
mental. Selain itu, ajang empat tahunan ini juga berusaha mempromosikan kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat, serta menjadikan aksi para atlet penyandang disabilitas sebagai sumber inspirasi dan
motivasi.

“Slogan yang kuat juga di dukung dengan kehadiran sebuah maskot bernama ‘Momo’ (Motivation and Mobility) yang mengambil inspirasi dari hewan Elang Bondol,” tutup Fahreza.

Anggaran Asian Games 2018 Dijamin Lancar oleh Menkeu

Menteri Keuangan Sri Mulyani Inderawati menjamin proses pencairan anggaran untuk Asian Games 2018 bakal berjalan lancar. Itu ia katakan agar kontingen Indonesia bisa menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dengan baik.

“Asian Games masuk semuanya. Kalau lancar, sih pasti iya,” kata Sri Mulyani di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (21/12/2017).

“Ini saya mau ke KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) untuk melihat bagaimana proses pencairan anggaran,” tambahnya.

Mekanisme pencairan anggaran atlet nasional sudah tidak lagi melalui Satuan Pelaksana Prestasi Indonesia Emas (Satlak Prima). Prosesnya sudah diambil alih oleh Kemenkeu jika melihat Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional.

Rencananya, seluruh anggaran atlet nasional yang diproyeksikan mengarungi Asian Games bakal cair pada 2 Januari 2018. Anggaran tersebut akan diberikan kepada masing-masing pengurus besar yang terdiri dari 40 cabang olahraga.

Jumlah anggarannya adalah Rp1,5 untuk Panitia Pelaksana Asian Games Indonesia (INASGOC) dan Rp735,06 miliar untuk penambahan dana prestasi atlet yang mencapai Rp1,7 triliun. INASGOC sendiri sudah sempat menerima Rp500 miliar pada April 2017.

Pelatih Bristol: Gol ke Gawang MU takkan Lekang Oleh Waktu

Bristol City berpesta. Mereka merayakan kemenangan atas Manchester United dengan semarak meski hanya meraih tiket semifinal Piala Liga Inggris 2017 — 2018.

Suka tak suka, tetapi itulah cara yang dirayakan oleh Bristol. Sang pelatih Lee Johnson bahkan menyebut gol kemenangan atas United yang diciptakan Korey Smith pada menit 93 takkan lekang oleh waktu.

“Gol itu akan hidup dalam ingatan selama beberapa generasi,” ujar Johnson seperti dilansir The Guardian, Kamis 21 Desember 2017.

“Malam ini seperti mimpi yang selalu kita impikan. Mengalahkan United di kkamung sendiri adalah suatu hal yang luar biasa dan saya sangat bangga dengan para pemain. Khusus buat para penggemar, kemenangan ini sudah terlalu lama dinantikan,” tutur Johnson.

Saking terlalu senang, Johnson sampai menggendong seorang ballboy. “Saya tak tahu harus berbuat apa. Tertawa, menangis, saling berpelukan, tak ada yang tahu. Saya lari di pinggir lapangan, lalu saya melihat ballboy. Saya lalu merayakan bersamanya,” terang Johnson.

Selanjutnya, Bristol akan menghadapi tantangan berat. Sesuai hasil undian, mereka menghadapi Manchester City pada babak semifinal.

Hamilton Memprediksikan Bahwa McLaren Akan jadi Pesaing Kuat di F1 2018

McLaren memutuskan tidak akan memakai mesin Honda pada F1 musim 2018. Sebagai gantinya, mereka menggandeng Renault sebagai pemasok mesin baru untuk tim.

Hamilton Memprediksikan Bahwa McLaren Akan jadi Pesaing Kuat di F1 2018

Kabar McLaren menggandeng Renault mendapat perhatian dari juara F1 2017 Lewis Hamilton. Pembalap Mercedes memprediksi McLaren akan semakin kompetitif pada musim depan setelah mendapat pasokan mesin dari Renault.

“Tahun depan, McLaren akan memiliki mesin Renault. Maka kami bisa melihat empat tim akan memperebutkan gelar,” ujar Hamilton.

“Saya pikir Red Bull akan bertambah cepat dan Ferrari juga akan kembali bersaing. Kami tidak bisa berdiri diam. Kami harus terus bergerak maju,” tambahnya.

McLaren memang terpuruk ketika masih menggunakan mesin Honda pada musim lalu. Pada periode itu, kedua pembalap mereka seperti Fernando Alonso dan Stoffel Vandoorne hanya mampu finis di posisi ke-15 dan ke-16 di klasemen F1.

Gara-gara performa buruk kedua pembalap tersebut, tim McLaren harus puas finis di posisi kesembilan klasemen kontruktor dengan mengoleksi 30 poin. Mereka tertinggal 638 dari Mercedes yang dinobatkan sebagai juara konstruktor.

Viktor Axelsen dan Shi Yuqi Melaju ke Semifinal

Pertarungan sengit terjadi saat tunggal putra Denmark Viktor Axelsen berhadapan dengan Chou Tien Chen dari Taiwan pada laga pamungkas Grup B Dubai Super Series Final (DWSSF) 2017, Jumat 15 Desember. Itu terjadi karena keduanya memang sedang berebut tiket ke semifinal.

Viktor Axelsen dan Shi Yuqi Melaju ke Semifinal

Butuh waktu hingga 1 jam 7 menit untuk menemukan pemenang dalam laga krusial tersebut. Antara beruntung dan tangguh, Axelsen akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor, 21-16, 14-21, dan 21-15.

Axelsen yang berstatus sebagai tunggal putra ranking satu dunia memang mampu merebut game pertama lebih dulu. Namun itu tidak didapat dengan mudah karena Chou sempat beberapa kali menyalip raihan poinnya. Sayang, permaian Chou malah mengendur setelah kedudukan imbang, 16-16.

Demi mengejar ketertinggalan, Chou berinisiatif tampil lebih agresif saat memainkan game kedua. Berkat tekad yang kuat juga, Chou pun bisa mencuri tujuh poin secara berturut-turut sebelum akhirnya merebut game kedua.

Perbedaan kekuatan jelas terlihat ketika memainkan game ketiga. Saat itu, Chou selalu gagal menyalip poin dan kesulitan mengembangkan permainan. Situasi inilah yang dimanfaatkan Axelsen untuk menang lebih cepat.

Dengan berakhirnya laga ini, artinya Axelsen berhak menemani Shi Yuqi dari Tiongkok untuk mengarungi fase semifinal. Sekalipun belum menyelesaikan laga ketiga, Yuqi sudah bisa dipastikan lolos karena berhasil menang pada dua laga sebelumnya.

Kalahkan Siliwangi, Pacific Caesar Penuhi Target

Pacific Caesar memenuhi target memetik dua kemenangan pada seri pertama IBL 2017–2018. Pada pertandingan hari terakhir, Pacific berhasil menang 80-63 atas Siliwangi Bandung di GOR Sahabat Semarang, Minggu 10 Desember sore WIB.

Sebelumnya Pacific menang atas BSB Hangtuah dan kalah dari Pelita Jaya. Ini membuat Pacific berhasil memenuhi target dengan dua kemenangan pada seri pertama ini.

“Target kami terpenuhi. Apresiasi buat anak anak yang sudah bekerja keras,” kata pelatih Pacific, Kencana Wukir.

David Seagers kembali menjadi bintang dengan torehan 40 poin, 16 rebound dan tujuh assist. “Saya selalu berikan segalanya buat tim. Hari ini beberapa pemain meningkat. Kami menjalankan tugas dengan baik,” kata Seagers.

Dalam pertandingan tersebut, Pacific tidak diperkuat big man asingnya, Michael Fey. Akan tetapi, kondisi ini tak bisa dimanfaatkan Siliwangi.

“Saya sudah atur strategi agar big man kami, Donnavan Hastings untuk bermain di dalam paint area tapi tidak dilakukan. Dia malah lebih suka bermain outside,” keluh Ali Budimansyah, pelatih Siliwangi.

Budi mengaku kelemahan timnya terletak pada dua pemain asing. Hastings tidak jalankan pola permainan, Darnell Brown kalah bersaing dengan Seagers.

“Kami memang bermain buruk. Komunikasi di lapangan juga kurang bagus,” kata pemain Siliwangi, Kevin Moses Poetiray.

“Waktu persiapan memang mepet tapi tak boleh jadi alasan. Kami harus kerja keras,” pungkas Budi.

NusantaRun Bermimpi Go International

Christopher Tobing, salah satu founding fathers NusantaRun ingin ke depannya ajang lari ultra-marathon inisiasinya bisa naik ke level internasional. Memasuki Chapter 5, harapan itu semakin terlihat seiring banyaknya dukungan dan meriahnya peserta dari waktu ke waktu.

NusantaRun Chapter 5, bekerja sama dengan Indonesian Overseas Alumni, mengambil rute Purwokerto-Dieng. Total donasi yang diharapkan dari kegiatan sosial ini mencapai Rp2 miliar.

Hingga kini, sudah lebih dari Rp1 miliar terkumpul hingga menjelang pelaksanaan, pada 15-17 Desember 2017. Donasi masih akan dibuka hingga Januari tahun depan, sehingga target Rp2 miliar diharapkan bisa tercapai.

Christopher menceritakan, ide NusantaRun bermula dari ‘celetukan’ gila dirinya dengan Jurian Andika, salah satu founder Yayasan NusantaRun. Saat itu, keduanya ingin pulang kampung di Sumatra dari Jakarta dengan berlari.

“Awalnya saya dengan partner saya, Jurian, iseng saja ingin berlari ke Sumatra. Rencana sudah disusun, tapi kami mulai dengan berlari dari Jakarta ke Bogor dulu. Lalu, tercetus ide sekalian menggalang dana. Jadi kasarnya, kita ‘ngamen’ dengan berlari, tapi uangnya kita sumbangkan,” kata Christopher kepada awak media di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Desember 2013, setelah meminta bantuan teman-teman terdekat, terkumpul 50 pelari yang ikut serta. Target awalnya cuma Rp3,5 juta, namun hasilnya puluhan kali lipat, yakni sekitar Rp137 juta.

Terkejut dengan dana yang kumpul, tercetuslah ide untuk melakukan kegiatan serupa di tahun berikutnya. Langkah awal dibentuk Yayasan Lari Nusantara, dan NusantaRun kemudian dipilih menjadi nama kegiatan yang sudah memasuki edisi kelima.

Menariknya, penggiat di yayasan bersifat suka rela. Mereka rata-rata punya kesibukan seperti orang bekerja pada umumnya. Makanya, persiapan menggelar NusantaRun harus dilakukan jauh hari.

“Betul, jadi teman-teman di NusantaRun ini semua part-time voulenteer, kita bekerja seperti biasa dan melakukan meeting after office atau weekend saja,” kata Christopher melanjutkan.

“Persiapannya cukup lama, karena masing-masing orangnya juga punya kesibukan sendiri-sendiri. Kita mulai persiapan itu sekitar Februari atau Maret, tapi heavy-nya itu pertengahan tahun. Bulan Juli masuk masa-masa persiapan berat,” sambungnya.

Hingga jilid kelima, NusantaRun memang belum menggelar kegiatan sosial itu hingga keluar Pulau Jawa. Dengan etape yang berbeda tiap chapter-nya, NusantaRun ingin terus berpindah, dari satu kota ke kota lain sampai seluruh kota di Indonesia disambangi.

Lebih jauh, besar harapan Christopher dan rekan agar event ini bisa go-international, di mana peserta NusantaRun dari luar negeri ikut serta berlari dan menggalang dana.

“Misi terdekat adalah menyelesaikan Pulau Jawa dulu, lalu bisa lah kita ke luar Jawa. Pastinya saya ingin sekali, one day orang-orang luar negeri datang ke Indonesia ikut NusantaRun untuk menggalang dana. Tentu donasinya disumbangkan untuk kepentingan daerah,” tambah Christopher lagi.

Surabaya Fever Sabet Gelar Juara Seri I Srikandi Cup

Surabaya Fever kembali menunjukkan superioritasnya pada laga final Seri I Srikandi Cup 2017-2018 yang berlangsung pada Minggu 3 Desember sore WIB di GOR Flying Wheel Makasssar, Sulawesi Selatan. Mereka berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Merpati Bali dengan skor 67-48.

Kemenangan Surabaya Fever disertai dengan terpilihnya Natasha Debby Christalin yang didaulat menjadi pemain terbaik final Seri I Srikandi Cup lewat 22 poin, sembilan rebound, dua assist, dan tiga steal yang diraihnya.

Pada lima menit kuarter awal, Merpati Bali yang turun tanpa tiga pemain andalannya (Dita dan Ayu mengikuti test event 3×3, Lamia Rasidi Cedera di semifinal), sempat memberikan perlawanan untuk Fever yang datang dengan predikat juara bertahan musim kemarin.

Namun, lepas pada menit selanjutnya Fever mulai menunjukkan kelasnya. Menggunakan strategi dengan menurunkan dua pemain tingginya membuat tim asuhan Wellyanto Pribadi tersebut bermain seimbang baik saat menyerang maupun bertahan. Kurang tenangnya para pemain Merpati Bali juga turut andil, membuat mereka selalu melakukan banyak kesalahan. Bahkan dalam catatan statistik, 30 poin Fever dapat mereka ambil memanfaatkan kesalahan dari pemain Merpati Bali.

Angin kemenangan Surabaya Fever semakin terasa khususnya pada kuarter ketiga. Setelah sebelumnya pada dua kuarter awal mereka mampu menjaga margin kemenangan dengan kedudukan 35-25, pada dua kuarter terakhir mereka semakin nyaman dengan pola permainan yang diinginkan oleh Wellyanto Pribadi. Beberapa kali bola pemain Merpati Bali dapat direbut oleh Henny Sutjino dan juga Sumiati. Ditambah lagi center andalan mereka, Gabriel Sophia, berperan besar dalam urusan menjaga bola rebound (11 kali) ditambah 16 angka yang berhasil ia cetak, membuat Fever begitu nyaman di paint area Merpati Bali.

Dengan memaksimalkan skuat yang ada, Bambang Asdianto Pribadi mencoba memberikan perlawanan pada kuarter terakhir. Sayangnya pada kuarter sebelumnya (58-37) mereka tertinggal terlalu jauh. Meski pada akhirnya mereka harus mengakui keperkasaan Surabaya Fever, Bambang Asdianto Pribadi mengaku puas pada pencapaian anak asuhnya pada seri pembuka Srikandi Cup musim ini.

“Harus diakui tanpa Dita, Ayu, dan Mia kami sedikit timpang. Tapi itu bukan alasan mutlak. Kekalahan game kali ini selain karena pemain lawan mempunyai kedalaman pemain yang berpengalaman, kami kalah karena kesalahan sendiri. Banyak turnover yang menghasilkan poin bagi lawan. Tapi selalu ada sisi positif dari kekalahan ini, yaitu kami mampu beradaptasi dengan pemain yang ada. PR (pekerjaan rumah) kami selanjutnya mungkin menyusun pola serangan yang lebih baik lagi. Untuk pertahanan, sebenarnya para pemain saya sudah bermain bagus pada seri ini secara keseluruhan,” ujar Bambang Asdianto kepada awak media selepas pertandingan.

Di lain pihak, Debby yang menjadi pemain terbaik pada final kali ini, mengaku senang bisa memberikan kontribusi bagi tim barunya. Ia mengaku perannya di Surabaya Fever sedikit lebih ringan jika dibandingkan dengan saat ia masih berbaju Sahabat Semarang.

“Saya senang bisa meraih juara bersama tim baru saya musim ini. Memang di sini peran saya sedikit mudah karena sudah banyak teman (timnas) yang saling mengerti. Untuk seri berikutnya di Surabaya mendatang, kami semua tidak boleh lengah terhadap Merpati Bali. Tanpa Dita dan Ayu mereka mampu memberikan perlawanan kepada kami,” ujar Debby.

“Saya belum puas dengan pencapaian anak-anak. Masih harus benahi kekurangan mereka yakni pertahanan dan komunikasi. Merpati Bali bermain secara kolektif. Sementara kami menang pengalaman. Seri berikutnya kami harus kembali bekerja keras dan tetap mewaspadai kiprah Merpati Bali,” kata Wellyanto Pribadi.

Sementara itu, pada pertandingan perebutan peringkat ketiga, Merah Putih Samator Jakarta akhirnya menang 58-55 atas Tenaga Baru. Michelle Kurniawan berhasil menjadi pencetak poin terbanyak bagi Samator (19 poin dan empat rebund), sementara kapten tim Tenaga Baru Pontianak Fanny Kalumata mencetak double double pada pertandingan kali ini 21 poin dan 11 rebound.

Selanjutnya Srikandi Cup akan berlangsung di Surabaya pada akhir Januari. Tim Surabaya Fever akan bertindak menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seri kedua nanti.

Sebagai informasi, setiap seri Srikandi Cup akan memainkan partai final. Delapan tim akan dibagi dalam dua grup di mana, dua tim teratas akan masuk semifinal.

Surabaya Fever Sabet Gelar Juara Seri I Srikandi Cup

Surabaya Fever kembali menunjukkan superioritasnya pada laga final Seri I Srikandi Cup 2017-2018 yang berlangsung pada Minggu 3 Desember sore WIB di GOR Flying Wheel Makasssar, Sulawesi Selatan. Mereka berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Merpati Bali dengan skor 67-48.

Kemenangan Surabaya Fever disertai dengan terpilihnya Natasha Debby Christalin yang didaulat menjadi pemain terbaik final Seri I Srikandi Cup lewat 22 poin, sembilan rebound, dua assist, dan tiga steal yang diraihnya.

Pada lima menit kuarter awal, Merpati Bali yang turun tanpa tiga pemain andalannya (Dita dan Ayu mengikuti test event 3×3, Lamia Rasidi Cedera di semifinal), sempat memberikan perlawanan untuk Fever yang datang dengan predikat juara bertahan musim kemarin.

Namun, lepas pada menit selanjutnya Fever mulai menunjukkan kelasnya. Menggunakan strategi dengan menurunkan dua pemain tingginya membuat tim asuhan Wellyanto Pribadi tersebut bermain seimbang baik saat menyerang maupun bertahan. Kurang tenangnya para pemain Merpati Bali juga turut andil, membuat mereka selalu melakukan banyak kesalahan. Bahkan dalam catatan statistik, 30 poin Fever dapat mereka ambil memanfaatkan kesalahan dari pemain Merpati Bali.

Angin kemenangan Surabaya Fever semakin terasa khususnya pada kuarter ketiga. Setelah sebelumnya pada dua kuarter awal mereka mampu menjaga margin kemenangan dengan kedudukan 35-25, pada dua kuarter terakhir mereka semakin nyaman dengan pola permainan yang diinginkan oleh Wellyanto Pribadi. Beberapa kali bola pemain Merpati Bali dapat direbut oleh Henny Sutjino dan juga Sumiati. Ditambah lagi center andalan mereka, Gabriel Sophia, berperan besar dalam urusan menjaga bola rebound (11 kali) ditambah 16 angka yang berhasil ia cetak, membuat Fever begitu nyaman di paint area Merpati Bali.

Dengan memaksimalkan skuat yang ada, Bambang Asdianto Pribadi mencoba memberikan perlawanan pada kuarter terakhir. Sayangnya pada kuarter sebelumnya (58-37) mereka tertinggal terlalu jauh. Meski pada akhirnya mereka harus mengakui keperkasaan Surabaya Fever, Bambang Asdianto Pribadi mengaku puas pada pencapaian anak asuhnya pada seri pembuka Srikandi Cup musim ini.

“Harus diakui tanpa Dita, Ayu, dan Mia kami sedikit timpang. Tapi itu bukan alasan mutlak. Kekalahan game kali ini selain karena pemain lawan mempunyai kedalaman pemain yang berpengalaman, kami kalah karena kesalahan sendiri. Banyak turnover yang menghasilkan poin bagi lawan. Tapi selalu ada sisi positif dari kekalahan ini, yaitu kami mampu beradaptasi dengan pemain yang ada. PR (pekerjaan rumah) kami selanjutnya mungkin menyusun pola serangan yang lebih baik lagi. Untuk pertahanan, sebenarnya para pemain saya sudah bermain bagus pada seri ini secara keseluruhan,” ujar Bambang Asdianto kepada awak media selepas pertandingan.

Di lain pihak, Debby yang menjadi pemain terbaik pada final kali ini, mengaku senang bisa memberikan kontribusi bagi tim barunya. Ia mengaku perannya di Surabaya Fever sedikit lebih ringan jika dibandingkan dengan saat ia masih berbaju Sahabat Semarang.

“Saya senang bisa meraih juara bersama tim baru saya musim ini. Memang di sini peran saya sedikit mudah karena sudah banyak teman (timnas) yang saling mengerti. Untuk seri berikutnya di Surabaya mendatang, kami semua tidak boleh lengah terhadap Merpati Bali. Tanpa Dita dan Ayu mereka mampu memberikan perlawanan kepada kami,” ujar Debby.

“Saya belum puas dengan pencapaian anak-anak. Masih harus benahi kekurangan mereka yakni pertahanan dan komunikasi. Merpati Bali bermain secara kolektif. Sementara kami menang pengalaman. Seri berikutnya kami harus kembali bekerja keras dan tetap mewaspadai kiprah Merpati Bali,” kata Wellyanto Pribadi.

Sementara itu, pada pertandingan perebutan peringkat ketiga, Merah Putih Samator Jakarta akhirnya menang 58-55 atas Tenaga Baru. Michelle Kurniawan berhasil menjadi pencetak poin terbanyak bagi Samator (19 poin dan empat rebund), sementara kapten tim Tenaga Baru Pontianak Fanny Kalumata mencetak double double pada pertandingan kali ini 21 poin dan 11 rebound.

Selanjutnya Srikandi Cup akan berlangsung di Surabaya pada akhir Januari. Tim Surabaya Fever akan bertindak menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seri kedua nanti.

Sebagai informasi, setiap seri Srikandi Cup akan memainkan partai final. Delapan tim akan dibagi dalam dua grup di mana, dua tim teratas akan masuk semifinal.

Komentar Marquez Saat Mencoba Tiga Evolusi RC213V

Marc Marquez mencicipi tiga evolusi berbeda dari Honda RC213V pada tes pramusim di Valencia. Hasilnya cukup memuaskan, sehingga Tim Repsol Honda kemungkinan tak melakukan tes pribadi di Jerez pekan depan.

Komentar Marquez Saat Mencoba Tiga Evolusi RC213V

Marquez mendapatkan kesan yang menggembirakan setelah dua hari menjalani pengujian MotoGP di Valencia. Dia mencatatkan waktu tercepat dari total keseluruhan penyelenggaran tes pramusim selama dua hari di Sirkuit Ricardo Tormo.

Tiga hari setelah mendapatkan gelar keempat kelas premier, Marquez ditugaskan untuk mencicipi tiga motor yang diajukan tim: Pertama mesin yang ia gunakan pada akhir balapan musim ini. Motor 2017-nya yang menggunakan frame terbaru, dan motor edisi ’18 yang menggunakan prototipe baru.

Saat dia mencatat waktu tercepatnya dengan menggunakan mesin tahun ini, rider berusia 24 tahun itu justru cenderung bersemangat dengan potensi prototipe ’18. Mesinnya, kata Marquez, memiliki lebih banyak tenaga di beberapa bagian.

“Kami mencoba motor saat ini, motor yang saya pakai tahun ini, dan seperti kemarin, kami mencoba memodifikasi kecil-kecilan di area sasis. Dan kemudian prototipe baru. Pada motor ini kami sempat memiliki masalah kecil. Itu normal, sebab pertama kali mengaspal,” ujar Marquez.

“Tapi bagaimanapun, semua bekerja dengan baik, kami punya beberapa poin menarik, tentunya dengan prototipe baru kami masih perlu banyak waktu untuk memahami banyak hal, karena bukan hanya mesin baru, tapi juga area sasis yang berbeda,” terangnya.

Sekarang, Marquez cuma butuh ketelitian dalam memilih tiga opsi motor yang memiliki potensi yang sama. Keputusan itu bisa ditegaskan ketika mengikuti tes pramusim di Malaysia pada Januari mendatang.