Prosesor Intel Core i5+, i7+, dan i9+ Mempunyai Kelebihan Masing-masing

Intel mengumumkan kehadiran rumpun prosesor baru, dengan penamaan Intel Core i5+, i7+, dan i9+. Hal ini tentu sedikit membingungkan konsumen, apa perbedannya dengan Intel Core i5, i7, dan i9?

Prosesor Intel Core i5+, i7+, dan i9+ Mempunyai Kelebihan Masing-masing

Kehadiran tkamu “+” disamping jenis Intel Core yang digunakan pada perangkat menkamukan bahwa prosesor Intel yang kamu gunakan sudah langsung hadir satu paket dengan teknologi Intel Optane.

Intel Optane sendiri merupakan komponen teknologi Intel yang membantu perangkat HDD bekerja lebih cepat setara SSD. Teknologi Intel Optane yang diperkenalkan tahun 2017, menjadi solusi bagi pengguna yang masih mengkamulkan HDD sebab harga SSD jauh lebih mahal dan memiliki kapasitas yang lebih kecil.

Dalam pengumumannya, tak hanya Intel Optane yang hadir langsung dalam prosesor yang digunakan pada desktop atau laptop yang konsumen beli, tapi juga ada teknologi baru bernama Data Drive Acceleration.

Teknologi tersebut bekerja sebagai cached drive yang mengenali software atau data yang sering diakses penggunanya, sehingga desktop atau laptop yang menggunakan varian prosesor Intel Core i5+, i7+, dan i9+ mampu memiliki kecepatan empat kali lebih kencang dari biasanya berkat perpaduan Intel Optane dan Data Drive Acceleration.

Lantas apa tujuan Intel dari teknologi ini? Jelas langkah Intel kali ini tak bisa hanya dianggap untuk semakin mempercepat kinerja komputasi desktop atau PC, tapi menyasar PC gaming dan laptop gaming, yang kini telah menjadi lineup yang wajib dimiliki setiap vendor.

Lenovo Kenalkan SDDC Dalam Acara Sasar Pasar Data Center

Seiring meningkatnya perkembangan teknologi dan julah pengguna perangkat pintar maka kebutuhan akan layanan IT sekaligus data center menjadi tumbuh subur. Indonesia juga termasuk negara yang memiliki kebutuhan sangat tinggi akan data center.

Lenovo Kenalkan SDDC Dalam Acara Sasar Pasar Data Center

Mengutip data IDC dalam survei yang dilakukan kepada para pemimpin teknologi, 72 persen responden kini berencana ataupun sudah melakukan apa yang disebut intelligent digital transformation, yaitu transformasi digital yang berfokus pada kecerdasan,.

Tujuannya mendukung penerapan teknologi baru, misalnya machine learning, AI, Big Data, robotika, dan lain sebagainya yang membutuhkan data center dalam infrastrukturnya.

Oleh sebab itu, Lenovo kini membawa inovasi yang sudah diluncurkan tahun lalu ke Indonesia, yakni Software-Defined Data Center (SDDC).

Inovasi Software-Defined Data Center (SDDC) sudah mencakup teknologi seperti Hyperconverged, Software-Defined Storage, Software-Defined Networking dan Network Function Virtualization (NFV), yang semuanya bernaung di bawah portfolio ThinkAgile.

Software-Defined Data Center (SDDC) yang masuk dalam portofolio ThinkAgile berbasis ThinkSystem dari Lenovo terdiri dari 14 server yang bisa dikonfigurasi untuk platform rack dan tower, mission critical, dense serta blade, dan juga desain sistem hyperscale yang baru.

“ThinkAgile dikembangkan secara khusus untuk bekerja secara lancar dengan sistem yang sudah ada, tanpa harus melakukan konfigurasi ulang data center,” kata Country Manager, Data Center Group Lenovo Indonesia, Dick Bahar.

Windows Phone tak Laku, Mantan Bos Microsoft Salahkan Operator

Mantan Direktur Senior untuk Windows Phone pada bulan Maret 2010 hingga Februari 2012 mengunggah pembelaan terkait pendapat sejumlah pengguna Windows Phone, yang menyebut keterbatasan jumlah aplikasi yang tersedia untuk platform menjadi alasan kegagalannya berkompetisi dengan iOS dan Android.

Melalui akun Twitternya, Watson menanggapi salah satu twit dari pengguna jejaring sosial tersebut, menyebut mereka mengacu pada orang yang salah dengan mengklaim bahwa kegagalan Windows Phone akibat platform tidak mampu mendapatkan lebih banyak aplikasi dan merangkul lebih banyak pengembang.

Pada unggahan tersebut, Watson menyalahkan kegagalan Windows Phone kepada operator dan produsen ponsel.

Watson menyebut platform Windows Phone hampir menjadi ancaman dan mengalahkan Apple dan Google. Namun, hal tersebut kemudian tidak terjadi akibat platform yang dinaunginya tersebut tidak mendapatkan dukungan operator dan produsen smartphone.

Salah satu bentuk produsen ponsel yang dinilai tidak mendukung Windows Phone adalah karena Microsoft tidak menerima perangkat terbaik, dan platformnya tidak menjadi prioritas utama oleh produsen smartphone.

Unggahan Watson ini dikirimkan beberapa hari setelah mantan kepala divisi Windows Phone Terry Myerson menyalahkan kernel Windows CE untuk masa sulit yang dialami oleh Windows Phone.

Sebagai informasi, Watson merupakan eksekutif yang bertanggung jawab terkait dengan managemen produk karya pengembang untuk platform Windows Phone. Watson juga dikenal masyarakat sebagai individu yang mampu untuk mempersempit jeda aplikasi dengan platform Android dan iOS.

Watson juga menjadi pihak yang turut membantu memperkenalkan sejumlah aplikasi populer, salah satunya adalah Angry Birds. Saat bekerja di Microsoft, Watson bertanggung jawab terkait penempatan untuk 60 ribu aplikasi di marketplace Windows Phone.

Liquid Cooler Terbaru Corsair Adalah Hydro Series H60

Produsen peripheral PC Corsair kembali merilis produkk terbaru. Kali ini sistem pendingin Hydro Series H60 hadir dalam jenis liquid cooler untuk pengguna yang menginginkan sistem pendingin terbaik.

Hydro Series H60 punya radiator 120mm yang kompatibel dengan beragam sokket CPU baik Intel maupun AMD. Perangkat ini hadir dengan bracket yang cocok dengan soket AM4, LGA 1151, serta GA 2066.

Liquid cooler Hydro Series H60 hadir dengan desain yang sama, seperti H150i PRO serta H115i PRO. Katup pompa liquid cooler H60 memiiki LED backlit berwarna putih sehingga diklaim tetap bisa menambahkan nilai estetika bagi jeroan PC yang dirakit dengan casing transparan.

Hydro Series H60 juga dilengkapi cold plate yang diklaim mampu menjaga suhu tetap rendah serta pompa yang bekerja tanpa suara bising. Kemampuan tersebut juga bisa ditemukan pada kipas Corsair SP Series 1200 PWM yang ada di paket penjualan.

Kipas tersebut dapat dikustomisasi lewat fan control yang menyediakan kecepatan putar kipas dari 600rpm hingga 1700rpm. Pihak Corsair mengklaim bahwa desain dari Hydro Series H60 akan cocok dengan segala jenis model motherboard serta CPU sebab ukurannya juga tak memakan banyak ruang.

Selain itu, liquid cooler ini tergolong yang mudah untuk dipasang sebab tak membutuhkan banyak baut serta alat. Dikutip dari WCCFTech, Hydro Series H60 punya harga USD70 atau sekitar Rp962.000, cukup terjangkau untuk sebuah liquid cooler premium.

Ransomware WannaCry Menyerang Pabrik Boeing

Pabrik produksi Boeing di Charleston, South Carolina, Amerika Serikat menjadi korban dari serangan ransomware WannaCry pada hari Rabu.

Ransomware WannaCry Menyerang Pabrik Boeing

Mike VanderWel, Chief Engineering di tim teknisi produksi pesawat komersial Boeing merilis memo untuk seluruh karyawan peruahaan, meminta agar “semua orang” membantu menyelesaikan masalah ini.

“Ransomware itu menyebar dengan cepat dari North Charleston dan saya baru saja mendapatkan kabar bahwa alat perakitan cadangan 777 mungkin sudah tidak bisa digunakan,” kata VanderWel dalam memonya.

Boeing khawatir, malware ini menyerang peralatan yang digunakan dalam pengujian fungsi pesawat, yang bisa membuatnya menyebar ke software pesawat, lapor The Verge.

Biasanya, WannaCry menginfeksi komputer melalui kelemahan pada Windows. Ransomware itu menyebar pada bulan Mei tahun lalu, menyebabkan keresahan di dunia.

Pada awalnya, ransomware tersebut menyerang jaringan rumah sakit di Inggris. Tidak lama kemudian, varian dari malware itu menyebar ke lbih dari 150 negara di dunia, termasuk Indonesia.

Ketika itu Kementerian Komunikasi dan Informatika segera mengumumkan cara untuk meminimalisir kerusakan yang bisa disebabkan oleh WannaCry.

Sayangnya, itu tidak mencegah banyak komputer terinfeksi WannaCry. Faktanya, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah korban WannaCry terbanyak. Per Desember 2017, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump menyatakan bahwa ransomware itu dibuat oleh Korea Utara.

Sama seperti ransomware lain, WannaCry mengunci komputer yang telah terinfeksi, memaksa korban untuk membayar sejumlah uang, biasanya dalam bentuk mata uang virtual, jika mereka ingin komputer bisa digunakan kembali.

Netflix Tidak Diperbolehkan Mengikuti Kompetisi Cannes Film Festival

Netflix dilarang berkompetisi di Cannes Fim Festival, akibat menolak untuk merilis film karyanya di bioskop. Netflix memilih untuk menyiarkan film orisinal karyanya pertama kali di layanan streaming miliknya , serta dapat dinikmati secara online atau offline.

Netflix Tidak Diperbolehkan Mengikuti Kompetisi Cannes Film Festival

Kehadiran film karya Bong Joon-ho berjudul Okja, serta The Meyerowitz Stories karya Noah Baumbach pada festival film di Prancis ini pada tahun lalu, menimbulkan protes keras dari pelaku industri perfilman Prancis.

Netflix tak mampu mengamankan perizinan di menit terakhir untuk perilisan teatrikal selama satu minggu di Prancis akibat regulasi media negara tersebut.

“Tahun lalu, saat kami memilih dua film tersebut, saya pikir sata dapat meyakinkan Netflic untuk merilisnya di bioskop. Ternyata, saya terlalu percaya diri, serta mereka menolak,” kata kepala Cannes Theirry Fremaux, seperti yang dilansir oleh The Hollywood Reporter.

Fremaux menyebut bahwa pihak Netflix menyukai karpet merah serta ingin menghadirkan film lain pada fetival tersebut. Namun, pihak Netflix memahami bahwa keteguhan mereka dalam mempertahankan metode distribusi film bertolak belakang dengan prinsip yang dianut festival Cannes.

Mulai festval Cannes pada tahun 2018 ini yang akan dihelat pada bulan Mei mendatang, film yang ditampilkan pada kompetisi harus memenuhi regulasi penyiaran di bioskop Prancis.

Fremaux menambahkan, Netflix dilaporkan masih diizinkan untuk menampilkan film karyanya di festival ini, namun tak dapat disiarkan di ajang prestisius Palme d’Or.

Sebelumnya, Netflix telah memberikan konfirmasi pihaknya akan meneruskan kisah perjalan Eleven serta kawan-kawan lewat Stranger Things 3. Kendati belum ada jadwal resmi perilisan Stranger Things 3, serial tersebut diyakini akan dirilis pada akhir 2018 atau awal 2019.

Netflix juga mengumumkan memperbaiki aplikasi mobile miliknya, baik untuk Android maupun iOS.

VP Product Netflix Todd Yellin mengonfirmasi fitur preview video akan diimplementasikan pada aplikasi mobile. Fitur tersebut memungkinkan pelanggan menyaksikan contoh video berdurasi 30 detik yang ditampilkan dalam format vertikal.

Layanan media streaming serta rumah produksi Netflix akan membuat serial asli berbasis Arab pertama mereka. Serial berjudul Jinn serta akan digarap sutradara Lebanon Mir-Jean Bou Chaaya bersama Bassel Ghandour, penulis naskah film nomine Oscar Theeb.

Mozilla Tarik Iklan dari Facebook

Mozilla, developer nirlaba yang membuat peramban Firefox, akan berhenti beriklan di Facebook.

Mozilla Tarik Iklan dari Facebook

“Mozilla memutuskan untuk menghentikan iklan kami di Facebook,” kata Chief Operating Officer Denelle Dixon dalam sebuah blog post. Dia menjelaskan, Mozilla memutuskan untuk meninjau kembali peraturan Facebook setelah skandal Cambridge Analytica.

“Kami menemukan bahwa pengaturan default saat ini membuka akses yang sangat luas pada banyak data — khususnya terkait pengaturan untuk aplikasi pihak ketiga,” ujar Dixon. Menurut laporan CNET, Mozilla juga membuat petisi, meminta Facebook untuk memperketat pengaturan privasi data pengguna.

Mozilla menyebutkan bahwa dengan pengaturan default Facebook sekarang, media sosial itu “membiarkan data miliaran pengguna dalam bahaya tanpa disadari pengguna” karena Facebook memberikan pihak ketiga akses pada data pengguna seperti tempat bekerja, edukasi, tempat tinggal dan unggahan pada lini masa pengguna.

Pembuat Firefox ini tampaknya adalah perusahaan besar pertama yang memutuskan untuk berhenti mengiklan di Facebook. Namun, banyak perusahaan besar lain yang juga mempertimbangkan untuk melakukan hal yang sama, lapor Engadget.

Seperti yang disebutkan oleh The Times, Komunitas Gabungan Pengiklan Inggris (ISBA) telah meminta jawaban pada Facebook terkait skandal Cambridge Analytica. Mereka juga mengajak para eksekutif jejaring sosial itu untuk bertemu minggu ini.

“Ketika kami bertemu dengan Facebook besok, kami ingin mendapatkan penjelasan dari apa yang Mark Zuckerberg umumkan kemarin,” kata Director General ISBA, Phil Smith pada Independent.

“Kami ingin meyakinkan para anggota kami bahwa Facebook tengah berusaha menyelesaikan masalah ini dan apa implikasinya pada masyarakat juga para pengiklan.”

ISBA merepresentasikan lebih dari 3 ribu merek, termasuk Unilever dan P&G, yang mungkin tengah mempertimbangkan untuk menarik iklan mereka — yang bernilai ratusan juta dollar AS — dari Facebook.

LG G7 akan Gunakan Layar LCD

Divisi mobile LG mengalami masalah besar saat ini. Dikabarkan, mereka merombak ponsel flagship mereka dengan tujuan mendapatkan keuntungan setelah merugi selama bertahun-tahun.

LG G7 akan Gunakan Layar LCD

Kemungkinan, LG akan bermain aman dengan ponsel premium mereka berikutnya, yang kemungkinan masih dinamai LG G7. Menurut para analis pasar, salah 1 hal yang mungkin LG lakukan adalah kembali menggunakan layar LCD Serta bukannya OLED.

Alasan manufaktur ponsel memilih layar OLED biasanya sebab layar tersebut memang memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan LCD.

Layar OLED tak hanya lebih tipis, layar tersebut juga lebih hemat energi Serta lebih fleksibel. Namun, OLED lebih mahal dari LCD. Tampaknya, LG kembali menggunakan layar LCD untuk menghemat biaya.

Menurut laporan SlashGear, keputusan LG untuk kembali menggunakan LCD bukanlah sesuatu yang buruk.

Berbagai laporan yang beredar menyebutkan bahwa LG G7 akan menggunakan “MLCD+”, jenis layar yang menjanjikan penghematan daya hingga 35 persen Serta kecerahan layar yang lebih tinggi. Namun, masih belum diketahui apakah LG bisa membuat layar ini menjadi lebih tipis.

Keputusan LG untuk tak lagi menggunakan layar OLED merupakan kabar buruk bagi industri OLED secara keseluruhan. OLED tak hanya lebih sulit dibuat, tapi juga tak banyak manufaktur yang membuat jenis layar tersebut untuk ponsel. Samsung adalah penyedia layar OLED terbesar saat ini.

Meskipun begitu, bahkan Samsung kesulitan untuk mencari pembeli layar OLED, terutama setelah Apple memutuskan untuk mengurangi jumlah layar yang mereka beli untuk iPhone X.

Setelah merugi selama 11 kuartal berturut-turut, LG tampaknya memang tak lagi bisa membeli layar OLED untuk ponsel premiumnya.

Apple Membuat Layar MicroLED

Apple seSertag mendesain Serta memproduksi layar sendiri untuk pertama kalinya, ungkap orang-orang yang tahu tentang rencana perusahaan asal Cupertino itu.

Apple Membuat Layar MicroLED

Menurut laporan Bloomberg, proses desain Serta produksi layar ini akan dilakukan di pabrik rahasia Apple, dekat dengan markasnya di California. Apple akan membuat sedikit layar untuk diuji terlebih dulu.

Saat ini, Apple seSertag sibuk menanamkan investasi untuk pengembangan layar generasi berikutnya, MicroLED, kata sang narasumber, yang meminta namanya tak disebutkan. Layar MicroLED menggunakan senyawa yang berbeda dari layar OLED untuk mengeluarkan cahaya sekarang.

Dengan menggunakan layar MicroLED, gadget akan jadi lebih terang, lebih hemat daya Serta juga lebih tipis. Sayangnya, membuat layar MicroLED jauh lebih susah dari layar OLED. Apple hampir membatalkan proyek ini sekitar 1 tahun yang lalu, ungkap sang narasumber.

Sejak saat itu, para teknisi telah mulai sukses mengembangkan teknologi tersebut, yang kini ada dalam tahap akhir. Meskipun begitu, meski konsumen harus menunggu beberapa tahun lagi sebelum mereka dapat melihat hasil dari pengembangan layar MicroLED ini.

Usaha Apple untuk mengembangkan layar MicroLED merupakan bagian dari rencana mereka untuk membuat sendiri komponen-komponen penting dalam smartphone. Apple telah mendesain chip yang mereka gunakan pada perangkat mobile sejak beberapa tahun lalu.

Keputusan Apple untuk membuat layar sendiri bisa merusak bisnis para penyuplai seperti Samsung, Japan Display, Sharp atau LG Display.

Hal ini juga bisa mengganggu bisnis perusahaan seperti Synaptics yang membuat antarmuka chip-layar atau Universal Display, yang merupakan pemimpin dalam pengembangan layar OLED.

Nokia Berhasil Menciptakan Prosesor Sebagai Media Jaringan Telekomunikasi

Nokia baru saja mengumumkan chipset terbarunya untuk penyedia jasa komunikasi serta jaringan.

Nokia Berhasil Menciptakan Prosesor Sebagai Media Jaringan Telekomunikasi

Chipset Photogenic Service Engine 3 (PSE-3) adalah prosesor sinyal digital koheren yang menerapkan probabilistic constellation shaping (PCS), yaitu teknik modulasi yang dipelopori oleh Nokia Bell Labs.

Teknologi PCS mampu mendorong kapasitas transmisi fiber optic hingga mendekati Shannon Limit atau kapasitas maksimum secara teori dari channel komunikasi yang ditetapkan oleh Claude Shannon tahun 1948 saat menjadi peneliti di Bell Labs.

PCS secara cerdas menciptakan sinyal yang dapat menyesuaikan karakteristik serat optik sehingga menghasilkan panjang gelombang yang lebih elastis untuk mengatasi noise serta gangguan.

Selain itu, meningkatkan kapasitas sampai dengan 65 persen melebihi jaringan yang sudah digelar saat ini sekaligus mengurangi daya per bit sebanyak 60 persen.

Jaringan yang dibangun dengan sistem yang menggunakan chipset terbaru membutuhkan optical transponder hingga 35 persen. Dengan memperbaiki kapasitas laten pada serat yang sudah digunakan, PSE-3 dapat memperpanjang umur sistem saluran serta kabel bawah laut yang sudah ada sehingga menghasilkan penghematan jangka panjang yang signifikan.

Kemampuan programnya yang sangat besar namun sederhana memungkinkan PSE-3 memberikan kes4an ideal bagi operator jaringan untuk tumbuh melebihi fleksibilitas terbatas yaitu jaringan 100G/200G yang lazim saat ini, menuju skala yang besar serta jaringan yang siap berfungsi secara otomatis.

Ditambah dengan membalikkan gelombang kompleksitas yang terus meningkat dalam sistem Wavelength Division Multiplexing (WDM), PSE-3 mampu menyediakan kapasitas panjang gelombang yang dapat disesuaikan dari 100G ke 600G dengan 1 baud rate serta ukuran saluran dalam format modulasi yang seragam.

“Ini adalah terobosan dalam cara jaringan optik menyediakan kapasitas serta jangkauan dengan biaya yang lebih hemat. Lewat emampuan program yang luar biasa serta sederhana ini, pelanggan kami sekarang dapat memaksimalkan kapasitas dari setiap link di jaringan mereka, baik itu 10 km, 10.000 km atau lebih,” jelas Head of Optical Networks Nokia, Sam Bucci.