Xiaomi Redmi 5A, Murah Meriah dan Menyenangkan

Xiaomi kian menggencarkan upaya mengukuhkan eksistensinya di berbagai wilayah di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Menjelang pergantian tahun ke 2018, Xiaomi telah mempersiapkan strategi untuk mendukung upayanya tersebut.

Salah satunya dengan menghadirkan Redmi 5A, smartphone untuk pengguna baru dan ditawarkan dengan harga terjangkau. Harga terjangkau tersebut diklaim Xiaomi tidak menyebabkannya melengkapi ponsel ini dengan spesifikasi rendah.

Xiaomi mengklaim telah membekali ponsel tersebut dengan spesifikasi terbaik di kelasnya. Lantas, apa saja yang ditawarkan Redmi 5A tersebut? Baca lebih lanjut untuk mengetahuinya.

Desain
Hadir di kelas entry level tidak menyebabkan Xiaomi Redmi 5A punya desain seadanya. Walaupun menggunakan bahan plastik, kesan elegan dan mewah tetap dapat ditemukan pada sasis ponsel cerdas ini.

Kesan tersebut hadir berkat dukungan sentuhan metalik pada casis belakang, serta usungan desain unibodi. Namun, desain secara keseluruhan ponsel cerdas ini serupa dengan perangkat lini Redmi lainnya, dengan kesan serupa Redmi 4 yang diperkecil saat digenggam.

Kesan kokoh juga terasa saat menggenggam ponsel cerdas ini, meski mengusung bobot tergolong ringan. Bobot dan ukuran bodi yang tergolong kecil tersebut turut menambah kenyamanan saat digunakan dengan satu tangan, terutama bagi pengguna bertangan kecil.

Pada bagian depan ponsel, Anda akan dapat menemukan kamera depan berdampingan dengan speaker untuk menelepon, dan sensor cahaya sekitar di bagian atas layar. Tombol sentuh kapasitif tiga menu utama tersemat di bagian bawah layar.

Sayangnya, tombol tersebut tidak dibekali dengan pencahayaan backlit, sehingga menyulitkan untuk mengetahui keberadaan tombol saat digunakan pada sejumlah kondisi pencahayaan, kecuali di bawah paparan sinar matahari langsung.

Sementara itu di sisi bawah bodi, Anda akan menemukan mikrofon berdampingan dengan port micro USB. Di sisi atas ponsel terdapat jack audio 3,5mm dan pemancar inframerah yang berfungsi untuk sejumlah fitur, salah satunya adalah remote kendali.

Pada bagian belakang, terdapat kamera berdampingan dengan lampu LED di sudut kiri atas, serta speaker di bagian belakang bawah ponsel. Uniknya, Anda akan menemukan bagian kecil yang menonjol di bawah lubang speaker, ditujukan untuk menjaga bodi ponsel tidak sepenuhnya menempel di permukaan saat diletakan di atas meja atau lainnya.

Antarmuka & Software
Redmi 5A hadir dengan dukungan antarmuka Xiaomi MIUI 9 berbasis Android 7.0 Nougat. Tampilan antarmuka pengguna ponsel cerdas ini tidak jauh berbeda dari versi yang digunakan oleh perangkat pendahulunya.

Antarmuka terbaru karya Xiaomi ini tetap mampu menghadirkan kenyamanan penggunaan berkat kesederhanaan yang disuguhkannya. Tidak hanya sederhana, tampilan antarmuka perangkat ini juga tergolong rapi, dengan aplikasi berikon tergolong besar.

Ponsel cerdas juga dibekali dengan sejumlah aplikasi bawaan Mi, seperti MIUI Forum, Mi Drop, Mi Community, Mi Remote dan sebagainya. Selain dari Xiaomi, ponsel ini juga dibekali aplikasi bawaan pihak ketiga, seperti PicMix dan Caping.

Mengingat Redmi 5A dibekali dengan kapasitas ruang penyimpanan internal tergolong terbatas, Xiaomi menghadirkan kemampuan pada ponsel cerdas ini, memungkinkan Anda untuk menghapus aplikasi bawaan yang dinilai tidak dibutuhkan.

Penggunaan MIUI versi terbaru tersebut juga memungkinkan Anda memanfaatkan fitur split screen untuk menampilkan dua aplikasi secara bersamaan. Untuk dapat memanfaatkannya, Anda hanya perlu mengakses menu Recent Apps dan mengetuk ikon bertuliskan split screen di bagian atas layar, dan memilih aplikasi dari daftar di menu tersebut.

Sementara itu, kehadiran aplikasi Mi Remote pada ponsel cerdas karyanya menjadi salah satu pendukung upaya Xiaomi untuk ekosistem produk IoT miliknya di pasar yang dirambah produk smartphone Xiaomi.

Aplikasi Mi Remote tersebut mampu menghadirkan pengalaman penggunaan yang menyenangkan karena mendukung merek peralatan lain selain Xiaomi. Saat dicoba pada sejumlah peralatan bermerek lain, remote tersebut belum dapat seperti semestinya.

Kamera dan Video
Mengusung resolusi 13 MP dengan aperture f/2.2, fitur PDAF dan lampu flash LED, kamera belakang Xiaomi cukup mampu menghadirkan pengalaman memotret via smartphone yang tergolong menyenangkan.

Sayangnya, kamera kurang mampu menghadirkan hasil foto yang cukup baik pada kondisi pencahayaan redup, akibat gangguan noise yang terlihat pada foto. Hasil foto dengan tampilan warna dan ketajaman yang baik juga kami dapati pada hasil foto di pencahayaan cukup. Hal serupa juga didapati pada hasil foto kamera depan.

Xiaomi kembali menghadirkan fungsi shutter dengan menyentuh layar serupa dengan gestur untuk memilih titik fokus pada obyek yang diinginkan. Fungsi ini mampu menghadirkan kemudahan. Anda tidak perlu menggeser jari dari layar untuk memotret.

Namun, fungsi ini mungkin akan sedikit mengganggu kenyamanan bagi Anda yang sering merasa kali tidak yakin terhadap titik fokus pada obyek foto, dan mengetuk layar untuk menyakinkan fokus sudah benar sebanyak lebih dari satu kali.

Hasil foto dan gestur serupa juga tersedia saat memotret dengan kamera depan beresolusi 5MP. Pada kedua kamera tersebut, Anda juga dapat mengubah tingkat kecerahan foto dengan mengusap ke atas atau ke bawah di area titik fokus yang akan menampilkan tanda panah kecil ke atas dan bawah.

Sementara itu, fitur autofokus ponsel cerdas ini juga membutuhkan waktu lama untuk dapat siap memotret kembali setelah diakses atau setelah memotret. Selain itu, Xiaomi turut membekali kamera belakang dengan fitur Straighten, dari sejumlah fitur lain termasuk Panorama Manual dan Beautify.

Fitur ini hadir sebagai pengganti fitur Grid pada layar menu kamera, bertugas untuk membantu Anda dalam menghasilkan foto dengan garis horison lebih lurus. Hal ini akan sangat berguna bagi pengguna kamera smartphone dengan keluhan kesulitan memotret secara lurus.

Santa Pikachu Muncul Dalam Pokemon Go Holiday

Niantic menggulirkan sejumlah pembaruan untuk Pokemon Go pada bulan Desember. Update tersebut menghadirkan sejumlah fitur dan perbaikan baru untuk menjaga pemain tetap terhibur.

Santa Pikachu Muncul Dalam Pokemon Go Holiday

Update hadir tepat di awal musim liburan, dan menghadirkan sejumlah perubahan terkait dengan tema Natal. Sebagai permulaan, Pikachu bertema perayaan kembali hadir untuk jangka waktu terbatas, serta sejumlah Pokemon tipe es.

Selain itu, Niantic juga mengumumkan Pokemon tipe air dan es yang awalnya ditemukan pada wilayah Hoenn pada video game Pokemon Ruby dan Pokemon Sapphire juga akan muncul pada Pokemon Go untuk pertama kalinya.

Pengembang aplikasi game tersebut turut mengonfirmasi tersedia bonus khusus pada update tersebut. Kunjungan pemain PokeStop pertama setiap harinya antara tanggal 22 Desember hingga 25 Desember akan memperoleh Egg Incubator sekali pakai dengan memutar Photo Disc pertama.

Kotak khusus juga akan tersedia di toko di dalam aplikasi game, yang berisi sejumlah hal seperti Super Incubator, Lure Modules, serta Star Pieces baru. Namun, itu hanya akan tersedia dalam jangka waktu tertentu, yaitu tanggal 21-25 Desember.

Update telah tersedia untuk Android dan iOS. Sayangnya, kehadiran Pokemon Go tidak hanya menghibur, tapi juga menimbulkan petaka.

Menurut laporan terbaru yang dinamai “Kematian karena Pokemon Go”, gamer tersebut menjadi penyebab terjadinya kecelakaan yang terjadi di sejumlah wilayah, salah satunya di Tippecanoe County Indiana, Amerika Serikat.

Meskipun demikian, popularitas game tersebut menghadirkan keuntungan bagi Niantic, setelah mendapat kucuran dana segar sebesr USD200 juta (Rp2,7 triliun). Pendanaan seri B ini dipimpin oleh Spark Capital dan diikuti oleh Founders Fund, Meritech, Javelin Venture Capital, You & Mr. Jones, dan NetEase, Inc.

Google Assistant Masuk ke Lebih Banyak Perangkat Pintar

Penyebaran Google Assistant ke perangkat selain smartphone dan tablet mulai dilakukan beberapa waktu lalu. Hal tersebut didukung semakin banyak perusahaan yang meluncurkan produk peralatan rumah tangga cerdas.

Google mengumumkan Google Assistant kini telah terintegrasi dengan rangkaian baru perangkat pihak ketiga, memungkinkan pengguna untuk mengendalikan lampu, kamera, dan seluruh rumah melalui asisten digital.

Perangkat pertama yang kini telah terintegrasi dengan Google Assistant adalah bola lampu C karya GE. Integrasi tersebut berarti pengguna bola lampu tersebut akan dapat mengaktifkan dan menonaktifkan, atau meredupkan cahaya dari bola lampu di rumah dari ruangan berbeda.

Google Assistant dan ecobee atau Nest juga memungkinkan pengguna menyesuaikan suhu ruangan sesuai keinginan. Selain itu, perusahaan bernama Bond turut mengintegrasikan Google Assistant pada produk karya mereka.

Untuk produk pendukung aktivitas di dapur, Smarter dan Whirlpool juga telah menyesuaikan produk untuk mendukung integrasi Google Assistant. Penyesuaian tersebut memungkinkan pengguna untuk mengendalikan microwave dan oven dari ponsel.

Sementara itu, LG telah mengintegrasikan Google Assistant dengan sejumlah mesin cuci, pengering, penghisap debu dan pendingin udara. Logitech pun tidak ingin ketinggalan dalam mengintegrasikan asisten pribadi digital tersebut pada produknya.

Logitech menghadirkan integrasi Google Assistant pada Circle, sistem kamera yang memungkinkan pengguna mengawasi rumah saat sedang bepergian. Menurut Google, produk tersebut hanya sejumlah kecil dari produk yang baru diintegrasikan dengan Google Assistant.

Google menyebut terdapat banyak cara untuk mengendalikan kamera, lampu, thermostat dan peralatan rumah tangga lain dengan memanfaatkan Google Assistant.

iPhone X Dapat Nilai Baik Dari Pengguna

Appple telah melakukan pencarian panjang, dan harus melakukan sejumlah kompromi pada upaya pertamanya menghadirkan ponsel berlayar luas, yang diwujudkan pada smartphone unggulannya, iPhone X.

Salah satu kompromi tersebut adalah keputusan Apple menghilangkan tombol Home yang diintegrasikan dengan pemindai sidik jari, Touch ID. Apple menggantikannya dengan solusi biometrik Face ID, dengan dukungan kamera TrueDepth yang menyebabkan bagian khusus di layar atas.

Sebagai hasilnya, model perayaan ulang tahun iPhone kesepuluh tersebut mengalami sejumlah permasalahan, termasuk terkait memori dan kompatibilitas rasio aspek. Namun pemilik iPhone X awal mengaku cukup puas dengan iPhone X mereka.

Pengguna awal iPhone X menyebut harga USD999 yang dinilai terlalu tinggi merupakan harga yang sesuai untuk keunggulan yang ditawarkannya. Sejumlah pemilik iPhone X sebagai responden survey yang dilakukan perusahaan riset Strategy Anaytics memberikan nilai 4,6 dari 5.

Pengguna menyebutkan tiga alasan pendukung utama penilaian baik yang mereka berikan kepada iPhone X. Alasan tersebut termasuk Animoji, hardware seperti tombol OIS kamera, layar OLED yang tampil dengan baik.

Selain itu, usia baterai panjang, dan ekosistem familier yang diintegrasikan ke dalam iPhone X turut menjadi alasan pendukung penilaian tersebut. Pemberian nilai tinggi tersebut menandakan penjualan baik iPhone X di masa mendatang.

Namun, untuk membuktikan hal tersebut, konsumen masih harus menunggu hasil penjualan pada kuartal pertama terlebih dahulu. Pendistribusian iPhone X pada kuartal pertama tersebut merefleksikan pengukuran dengan hasil positif yang diterima dari pengguna.

Perjalanan Penumpang Kereta Api Kini Dipermudah Dengan Kehadiran E-Boarding

Bagi anda yang tidak memiliki waktu banyak untuk mencetak tiket dan melakukan boarding saat melakukan perjalanan dengan kereta, mungkin E-Boarding jadi solusinya.

Sistem ini sudah mulai diberlakukan oleh PT KAI sejak bulan November lalu. Namun hingga saat ini, masih cukup banyak masyarakat yang belum memanfaatkannya.

Manager Humas Daop 3 Cirebon, Krisbiyantoro mengatakan, E-Boarding hanya bisa dilakukan, oleh calon penumpang yang melakukan pemesanan melalui aplikasi KAI Accses yang terbaru.

“Bagi yang masih menggunakan versi lama, bisa diperbarui terlebih dahulu,” kata Kris di Cirebon, Senin 18 Desember 2017.

E-Boarding ini, nantinya akan didapatkan pengguna KAI Access secara otomatis, setelah melakukan pemesanan dan pembayaran. Dengan adanya E-Boarding ini, para calon penumpang tidak perlu lagi melakukan pencetakan tiket saat hendak memasuki peron stasiun.

“Tinggal menunjukkan E-Boardingnya, melalui ponsel,” kata Kris.

Adanya E-Boarding ini juga, selain untuk meminimalisir penggunaan kertas, juga untuk memberikan kemudahan kepada para calon penumpang, yang tidak memiliki waktu lama saat boarding.

“Jadi, tidak perlu antri lagi,” kata Kris.

Kris juga berharap, adanya E-Boarding ini juga bisa membantu kelancaran pelaksanaan masa angkutan Natal dan Tahun Baru yang sebentar lagi akan tiba.

Vivo Jadi Vendor Ponsel Pertama Pasang Sensor Sidik Jari di Layar

Perusahaan smartphone asal Tiongkok akan menjadi perusahaan pertama yang menanamkan sensor sidik jari pada layar, mengalahkan Apple dan Samsung. Vivo akan menjadi vendor smartphone pertama yang tidak lagi menggunakan sensor sidik jari fisik dan mulai menggunakan sensor yang tertanam pada layar.

Vivo Jadi Vendor Ponsel Pertama Pasang Sensor Sidik Jari di Layar

Setidaknya begitulah kata analis Patrick Moorhead, yang menulis sebuah artikel di Forbes tentang pengalamannya dalam menggunakan ponsel pra-produksi yang sudah dilengkapi dengan teknologi baru tersebut.

Pada awalnya, Apple dikabarkan akan menggunakan sensor sidik jari yang tertanam pada layar untuk iPhone X. Namun, teknologi itu dirasa belum siap ketika iPhone X diluncurkan.

Akhirnya, Apple menghilangkan sensor sidik jari sama sekali dan menggunakan fitur pengenalan wajah, Face ID. Sementara Samsung juga dikabarkan sedang berusaha untuk membuat sensor sidik jari pada layar.

Komentar Moorhead muncul seleah pembuat touchpad Synaptics mengumumkan bahwa mereka telah sukses membuat sensor sidik jari yang terintegrasi dengan layar. Mereka juga menyebutkan bahwa ponsel dengan fitur itu telah mulai diproduksi secara massal oleh salah satu dari 5 besar pembuat smartphone.

Ketika itu, Synaptics tidak menyebutkan siapa tepatnya perusahaan tersebut, tapi spekulasi muncul bahwa perusahaan itu adalah Samsung, Huawei, Xiaomi atau Oppo dan bukannya Vivo.

Di Amerika Serikat, Vivo tidak terlalu populer. Namun, di India dan Tiongkok, Vivo merupakan perusahaan pembuat smartphone terbesar ke-4.

Di Indonesia, nama Vivo juga mulai dikenal dengan berbagai smartphone selfie buatannya serta sederet artis yang menjadi brand ambassador. Alhasil, Vivo masuk ke peringkat 5 dalam daftar pembuat smartphone terbesar dunia, menurut data IDC.

Rekam 9 Momen Terbaik dalam 1 Foto Instagram, Begini Caranya

Sejak 2015, membagikan 9 foto terbaik di Instagram Anda seolah menjadi tradisi akhir tahun. Sama seperti dua tahun sebelumnya, tahun ini tampaknya tradisi yang sama masih akan berlanjut. Bagaimana cara membuat kolase dari 9 foto terbaik Anda di Instagram?

1. Akses situs 2017bestnine

2. Pastikan akun Instagram Anda tidak privat
Satu hal yang harus diingat, Anda harus membuat akun Instagram Anda bisa diakses semua orang alias public. Jika akun Anda terkunci alias bersifat privat, maka Anda tidak akan bisa membuat kolase 9 foto terbaik.

3. Masukkan nama akun Instagram Anda
Tunggu beberapa waktu hingga situs selesai memproses foto-foto yang Anda. Sembilan foto terbaik ditentukan oleh banyaknya Likes yang Anda dapatkan.

4. Bagikan foto
Di bagian bawah kolase foto, Anda bisa langsung membagikan foto-foto terbaik Anda tersebut. Menariknya, Anda juga bisa memilih opsi “Photo only version”.

Seperti namanya, versi ini hanya akan menampilkan 9 foto terbaik yang pernah Anda bagikan tanpa statistik berapa jumlah Like yang Anda terima, dan berapa banyak post yang telah Anda unggah.

Pejabat Qualcomm: 5G Seharusnya Dirayakan, dan Selesaikan Dulu Tantangannya!

Masa depan teknologi nirkabel memasuki fase baru dengan kehadiran System on Chip (SoC) Snapdragon 845 besutan Qualcomm. Pejabat Qualcomm percaya, setelah ekosistem IT siap mendukung kemampuan koneksi jaringan 5G, maka akan ada inovasi-inovasi IT di level berikutnya, yang akan mengubah bukan hanya kebiasaan bermain gawai, tetapi juga sisi kehidupan yang lebih besar . Ekonomi.

Saat presentasi dalam peluncuran Snapdragon 845 di Maui Hawaii, Qualcomm’s executive vice presiden, Cristiano Amon, menyebut kehadiran SoC ini akan mendorong gaya hidup baru masyarakat pengguna gawai.

Dengan sistem prosesor baru ini, selain karena koneksi yang lebih cepat, kemampuan artificial intelligence dan sisi imersi terkait extended reality, masuk ke level yang baru. Bisnis model baru akan bermunculan karena kemajuan telekomunikasi ini.

“Nanti di masa depan kita bisa berinteraksi dengan orang dari belahan dunia yang berlainan bahasa dengan penterjemah waktu nyata (real time),” kata Alex Katouzian, SVP and General Manager, Mobile Qualcomm Techonology Industries, Inc.

“Tetapi kalian di belakang sana yang bertugas sebagai penterjemah, kalian tetap akan dapat bekerja, kalian hebat,” Katouzian setengah bergurau. Ia menunjuk para penterjemah yang berada di barisan paling belakang di saf kursi hadirin Qualcomm Snapdragon Technology Summit 2017, Hawaii. Hadirin tertawa kecil.

Cristiano mengatakan selama ini ada bias mengenai generasi nirkabel, atau era nirkabel. Memang ada berbagai kekhawatiran muncul seperti, apakah ketika teknologi telekomunikasi jauh lebih canggih dari saat ini, lapangan kerja semakin sempit?

Teknologi telekomunikasi dengan kemampuan koneksi jaringan yang semakin cepat, perangkat yang semakin praktis, belum lagi inovasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang memungkinkan berbagai aplikasi baru muncul menurut Amon, era nirkabel di masa datang tidak perlu dikhawatirkan.

Dewasa ini berbagai bisnis model bermunculan karena transormasi yang terjadi pada teknologi jaringan. Dalam beberapa kasus memang ada lapangan kerja tak lagi relevan karena terganti ‘mesin’. Tetapi yang terjadi saat ini cukup memberikan gambaran. Bagaimana Uber dan aplikasi sejenis lain misalnya, justru membuat lapangan kerja baru. Padahal sebelumnya belum pernah terpikirkan. Dan ini terjadi karena jaringan yang semakin cepat.

Jaringan 5G yang sedang dipersiapkan, bila bisa diimplementasikan optimal akan mendorong berbagai usaha baru yang mungkin belum dapat kita bayangkan saat ini.

“Saya sudah berbicara dengan berbagai organisasi, di China dan lain-lain, dan saya percaya era nirkabel adalah penting buat ekonomi global. Ketika tranformasi dari 3G ke 4G, ketika Anda mempunyai infrastruktur yang mendukungnya, apa yang Anda lihat di Amerika, sebagai negara pertama yang mengaplikasikan 4G, kemudian diikuti China dengan skala yang luas. Banyak perusahaan yang melakukan pengembangan sehingga sekarang ada Instagram, Uber, dan yang lainnya, Whatsapp.”

“India adalah contoh yang paling tepat. Jika Whatsapp berhenti beroperasi, itu akan berkorelasi langsung pada GDP,” ujar Amon saat sesi tanya jawab dengan analis dan jurnalis dari Amerika Latin, India dan Asia Tenggara, di Qualcomm Snapdragon Technology Summit 2017, di Maui, Hawaii 7 Desember 2017. Hadirin menganggap ucapan Amon ini lucu sehingga tertawa.

“ Saya percaya negara atau wilayah yang melangkah mendukung infrastruktur, dan mendorong perusahaan terkait untuk kompetitif, saya kira bagi Brasil, India dan negara Asia lainnya, hal tersebut (era 5G) harus merayakannya,” katanya.

Namun, ada tantangan untuk melangkah menyambut era 5G. Spektrum harus tersedia, perangkat yang mendukung juga infrastruktur serta pembangunannya. “Dan di banyak kasus kita bicara soal regulasi pemerinta di mana pemerintah mengeluarkan peraturan fleksibel yang membolehkan operator untuk penemuan-penemuan dan menyediakan jaringan yang bisa mendorong industri dapat berkembang dengan jaringan 5G,” ujar Amon.

Ternyata Windows 10 Kini Telah Dipakai 600 Juta Perangkat Aktif

Microsoft baru saja mengumumkan Windows 10 kini sudah dipasang di 600 juta perangkat aktif di seluruh dunia.

Jumlah tersebut naik dari 500 juta perangkat aktif yang diumumkan pada awal tahun 2017. Melihat pertumbuhan tersebut, Microsoft dikabarkan optimis jumlah perangkat aktif yang menggunakan Windows 10 akan mencapai 1 miliar pada 2 atau tiga tahun mendatang.

Meski demikian, pertumbuhan penggunaan Windows 10 dilaporkan telah mengalami stagnasi. Menurut WCCFTech hal tersebut dikarenakan Microsoft sudah tidak lagi memberikan penawaran upgrade gratis ke pengguna Windows versi sebelumnya, yaitu Windows 8.1 dan Windows 7.

Selain itu, masih banyak pengguna yang memilih untuk menggunakan Windows 7 yang kini masih menjadi sistem operasi PC paling banyak digunakan di dunia.

Jumlah 600 juta perangkat aktif juga ternyata bukan hanya PC. Ini termasuk berbagai perangkat lain yang menggunakan sistem operasi berbasiskan Windows 10, termasuk Xbox One, Surafe Hub, serta tablet dan smartphone Windows.

Meski demikian, masih ada berita baik bagi Microsoft. Windows 10 memiliki rasio adopsi penggunaan yang sangat tinggi. Microsoft dilaporkan berhasil membuat pengguna Windows 10 versi awal untuk melakukan update dan memperbarui sistem operasinya ke versi paling baru.

Belakangan adopsi Windows 10 Fall Creators Update bahkan dilaporkan memiliki adopsi hingga 20 persen di bulan pertama perilisannya.

Google Datally, Aplikasi untuk Hemat Paket Data

Google meluncurkan Datally, aplikasi yang berfungsi membantu pengguna mengerti penggunaan data dan mengendalikan paket data yang digunakan. Aplikasi ini pertama kali diluncurkan di Indonesia pagi ini sebelum diluncurkan ke seluruh dunia.

Google Datally, Aplikasi untuk Hemat Paket Data

Google membuat aplikasi ini setelah melakukan studi di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Perusahaan pencarian raksasa ini menemukan bahwa pengguna internet di negara berkembang memiliki beberapa masalah.

Salah satunya adalah ponsel yang biasanya memiliki spesifikasi rendah. Selain itu, mereka juga biasanya sangat peduli dengan jumlah data yang mereka gunakan.

“Bagi orang-orang yang pertama kali menggunakan internet, perhitungan mobile data bisa membingungkan. Selain itu, paket data mahal menurut mereka. Karena itu, mereka harus menyesuaikan penggunaan data mereka,” kata Vice President Tim Next Billion Users Google Caesar Sengupta saat ditemui di Sentral Senayan, Kamis (30/11/2017). Dia menjelaskan, sebagian pengguna kesulitan untuk mengendalikan data yang mereka gunakan.

Salah satu fitur yang ada pada Datally adalah fitur penghemat data. Sebagian aplikasi menggunakan data di background tanpa sepengetahuan pengguna. Pengguna yang tidak tahu akan hal ini terkadang merasa paket data yang mereka punya mendadak habis tanpa alasan.

Melalui Datally, pengguna bisa menentukan aplikasi apa saja yang diizinkan untuk menggunakan data di background.

Selain itu, melalui Datally, pengguna bisa memantau berapa banyak data yang telah mereka gunakan, baik penggunaan harian ataupun mingguan. Ketika menggunakan aplikasi, pengguna juga akan melihat sebuah balon/bubble yang menunjukkan jumlah data yang digunakan oleh pengguna ketika mengakses aplikasi tersebut.

Di Datally, pengguna juga bisa melihat berapa besar data yang digunakan oleh aplikasi-aplikasi tertentu. Dengan begitu, pengguna diharapkan bisa mengetahui aplikasi-aplikasi apa yang menghabiskan paket data mereka. Google menyebutkan, Datally bisa menghemat hingga 30 persen.

Datally juga dilengkapi dengan fitur “Cari Wi-Fi”. Seperti namanya, fitur ini membantu pengguna menemukan Wi-Fi terdekat. Pengguna juga bisa memberikan rating pada WiFi yang mereka gunakan. Jadi, ke depan, pengguna lainnya akan bisa mengetahui kualitas dari sebuah WiFi.

Sayangnya, Caesar menjelaskan, saat ini Datally hanya fokus untuk menampilkan berbagai Wi-Fi yang ada di dekat pengguna dan belum mempertimbangkan aspek keamanan.

Caesar mengatakan, aplikasi ini bisa digunakan oleh pengguna smartphone Android lama. Aplikasi ini kompatibel dengan Android Lollipop yang diluncurkan 4 tahun lalu.

Dia menyebutkan, alasan Google untuk membuat Datally sebagai aplikasi dan tidak menanamkan fitur yang ada ke Android adalah agar fitur-fitur tersebut bisa digunakan oleh pengguna ponsel lama.