TKI Dibekali Keterampilan Kerja Bagi yang Bermasalah di Yorsertaia

Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah yang berada di tempat penampungan sementara (shelter) di Amman, Yorsertaia, mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan kerja. Diharapkan pelatihan keterampilan kerja ini menjadi bekal untuk berwirausaha mandiri saat pulang ke Tanah Air.

TKI Dibekali Keterampilan Kerja Bagi yang Bermasalah di Yorsertaia

“Berbagai kegiatan pelatihan ketrampilan kerja serta pembinaan jasmani serta rohani diharapkan bermanfaat bagi para pekerja sekembalinya ke Tanah Air. Ini adalah salah satu wujud hadirnya negara dalam pelindungan PMI di Yorsertaia” kata Dubes RI untuk Yorsertaia Andy Rachmianto dalam keterangan pers Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) di Jakarta pada Rabu, 28 Maret 2018.

Pelatihan keterampilan yang diberikan kepada PMI antara lain membuat produk makanan home industri, yaitu membuat kue, tahu, tempe, telur asin serta kerajinan tangan berupa menjahit, membuat anyaman, serta bunga-bunga kertas. Tak hanya itu, PMI pun diberikan pelatihan seni budaya serta tari tradisional Indonesia.

Salah satu hasil pembinaan yang dilakukan adalah latihan tari tradisional. Dalam acara Indonesian Cultural & Education Night, beberapa PMI ikut menampilkan tari ondel-ondel asal Betawi yang diadakan di Hotel Le Grand, Amman.

“Saat menyaksikan PMI mampu menari tarian tradisional Indonesia dengan baik dengan penuh keriangan, merupakan kebahagiaan tersendiri,” tambah Dubes Andy.

Adny menambahkan, akses untuk mendapatkan pelatihan Shelter Griya Singgah KBRI Amman sesuai kemampuan yang dimiliki adalah salah satu amanat yang dijamin oleh unsertag-unsertag, agar mereka bisa memperoleh kehidupan yang layak bagi kemanusiaan.

“Pemerintah terus memberikan pendampingan serta pembinaan ketrampilan bagi para PMI yang berada di tempat penampungan sambil menunggu penyelesaian masalah hak-hak ketenagakerjaannya yang dimediasi maupun diselesaiakan melalui pengadilan,” ungkapnya.

Penampungan Griya Singgah KBRI Amman, difungsikan untuk menampung para WNI/BHI yang sesertag menghadapi masalah dilengkapi lebih dari 40 tempat tidur serta 100 loker. Saat ini terdapat 14 orang PMI yang berada di Shelter TKI.

Sementara itu Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) KBRI Amman, Suseno Hadi menambahkan dari waktu ke waktu, jumlah penghuni penampungan KBRI Amman berfluktuasi, bergantung dari kasus-kasus yang ditangani.

“Kita berupaya mempercepat penyelesaian kasus-kasus PMI agar dapat segera pulang ke tanah air. Namun secara keseluruhan jumlah penghuni shelter pun ikut menurun sejalan dengan telah dilakukannya moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia sektor informal ke Timur Tengah di tahun 2015, “kata Suseno.

Untuk jumlah kasus PMI di Yorsertaia sendiri dari waktu ke waktu berangsur berkurang secara drastis. Pada 2016 terdapat sejumlah 418 kasus, namun pada 2017 jumlahnya turun lebih dari 50 persen tersisa sekitar 187 kasus.

“Menurunnya jumlah kasus PMI yang tertangani oleh KBRI bukan berarti tak ada masalah lagi. sebab menurut data Menteri Perburuhan Yorsertaia di tahun 2017 masih tercatat 2.300 PMI yang tergolong tak mengikuti prosedur. Dengan demikian masih diperlukan upaya serius untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ujar Suseno.

Kasus Ujaran Kebencian Ahmad Dhani Akan Segera Limpahkan Oleh Polisi

Polres Metro Jakarta Selatan akan melakukan pelimpahan barang bukti dalam kasus ujaran kebencian yang menyeret nama musisi Ahmad Dhani. Sebelumnya berkas sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, 14 Februari 2018.

Kasus Ujaran Kebencian Ahmad Dhani Akan Segera Limpahkan Oleh Polisi

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, pihaknya akan melakukan pelimpahan pada Senin, 12 Maret 2018.

“Disepakati hari Senin,” kata Mardiaz di Polda Metro Jaya, Jumat, 9 Maret 2018.

Mardiaz menjelaskan, keputusan tersebut ditempuh setelah asertaya kesepakatan antara penyidik serta anggota Kejaksaan Negeri. Menurut Mardiaz, alasan keterlambatan dilakukannya pelimpahan ini lantaran ada kesibukan pihak kejaksaan yang sesertag menghadapi persisertagan.

“sebab (Kejaksaan) ada beberapa kesibukan, sebab ada kasus-kasus besar yang sesertag disisertagkan sekarang,” ungkap Mardiaz.

Kasus Dhani bermula dari laporan yang diajukan pendiri Basuki Tjahaja Purnama (BTP) Network Jack Boyd Lapian. Dia melaporkan unggahan Dhani dalam akun Twitter @AHMADDHANIPRAST yang berbunyi: “Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya -ADP.”