Tampilan ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G Sangat Bagus Dan Bertenaga

Beberapa waktu lalu s4 kehadiran salah 1 kartu grafis AMD yang khusus membidik NVIDIA GTX 1070. AMD Radeon RX Vega 56 versi reference yang rupanya memiliki performa lebih baik dari Vega 64, yang dibidik bersaing dengan NVIDA GTX 1080.

Tampilan ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G Sangat Bagus Dan Bertenaga

Medcom.id kembali kehadiran terknologi kartu grafis AMD tersebut sudah dikustomisasi oleh ASUS, ROG STRIX RX Vega 56 8G. Kami pun penasaran dengan performanya

Tips Menjadi Vlogger Pemula Bermodal Smartphone

Desain Bongsor
Dari ukuran dimesinya, kartu grafis yang dikemas ASUS masih memliki bentuk bongsor sama seperti versi reference, tapi tampilannya jauh lebih menarik. ASUS juga melengkapinya dengan lampu LED RGB di bagian tas serta bawah kipas serta bagian punggung pada logo ROG.

ASUS juga membekali kartu grafis ini dengan software Aura Sync yang menyediakan kustomisasi warna LED serta pola cahayanya. Cocok bagi pengguna yang menggemari LED RGB.

Jumlah kipas yang terpasang juga bertambah menjadi 3 kipas dengan baling wing blade buatan ASUS yang diklaim anti debu bersertifikat IP5X. Model konstruksi ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G hadir dengan lebar 2,5-slot.

Konstruksi komponen yang lebih tebal dari versi reference yang menggunakan desain 2-slot membuat area disipasi suhu panas 40 persen lebih luas, sehingga suhu komponen masih tetap dingin serta tak menghasilkan bunyi bising.

Selama penggunaan, kipas pada ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G memang hanya berputar saat suhu mulai mencapai 60 derajat. Selama kipas berputar kami tak pernah terganggu dengan bunyi kipasnya.

ASUS menyebut teknologi kipas tersebut dengan 0dB Fan. Meskipun begitu, mengingat jumlah kipasnya yang mencapai 3 buah, artinya kartu grafis ini mengkomsumsi daya yang juga cukup besar. ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G memerlukan konektor daya 2 x 8 pin dengan TDP 210W, sama dengan versi reference.

Ditambah, ASUS juga memb6kan software kustomisasi performa kartu grafis serta kipasnya GPU Tweak II yang menyediakan beberapa profil kustomisasi termasuk mode OC serta gaming booster.

Bagaimana Peformanya?
Di atas kertas, ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G disebutkan memiliki GPU Base Clock mencapai 1279MHz serta Boost Clock 1573MHz. Kecepatan ini meningkat sangat siginifikan dibandingkan versi reference yang memiliki Base Clock 1156MHz.

Selain kecepatan yang disebutkan, sisanya masih sama. Kartu grafis ini memiliki stream processor 3584 serta memory clock 800Mhz. Video memory yang digunakan juga jenis HBM2 8GB bandwidth 410GBps.

ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G kami uji dengan 2 CPU yang berbeda. Pertama adalah platform pengujian Intel Core i7-8700K, serta ke2 adalah AMD Ryzen 7 1800X. Dalam pengujian menggunakan 3DMark Firestrike, kartu grafis ini lebih unggul berpadu prosesor Intel.

Saat menggunakan prosesor Intel Core i7-8700K diperoleh skor 17.911, terpaut sekitar 3.000 angka di belakangnya menggunakan AMD Ryzen 7 1800X yang hanya mengantongi skor 14.980. Lalu kami beralih melakukan pengujian menggunakan benchmark Final Fantasy XV yang dirilis Square Enix.

Pengujian tersebut menggunakan konfigurasi high quality pada resolusi layar Full HD. Hasilnya, skor perpa2n kartu grafis ini menggunakan prosesor Intel lebih unggul 10 poin dari saat menggunakan prosesor AMD.

Masih belum puas, kami lanjut mengujinya dengan 3 game yang biasa digunakan Medcom.id agar dapat melakukan pengujian performa VGA, di antaranya The Witcher 3: Wild Hunt, Ghost Recon: Wildlands, serta Ashes of Singularity yang kualitas grafisnya dimaksimalkan ke tingkat Ultra.

Lewat 2 grafik yang kami lampirkan di bawah, kamu dapat melihat bahwa pengujian agar dapat memainkan game saat menggunakan CPU Intel Core i7-8700K berhasil mencatatkan performa dengan selisih lebih unggul 1-10 poin dibanding CPU AMD Ryzen 7 1800X.