Covid-19 Menjadi Mutasi Baru Omicron

Netherlands: 13 omicron cases found from South Africa flights | Europe |  News and current affairs from around the continent | DW | 28.11.2021

Technoroid.net – Varian baru B.1.1.529 Omicron berpotensi menjadi masalah besar untuk dunia. Karena itu, momen libur natal dan tahun baru (nataru) harus benar-benar dibatasi. Hal ini disampaikan oleh Epidemiolog dari Griffifth University Australia, Dicky Budiman kepada Kompas.com, Minggu (28/11/2021). Dicky mengingatkan bahwa varian B.1.1.529 Omicron ini bukan sekedar baru, namun juga ini berpotensi menjadi masalah besar bukan cuman di Indonesia dan Afrika, namun seluruh dunia.

Dikutip dari CNN, semenjak bulan Mei lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menggunakan huruf alfabet Yunani untuk menamai varian virus corona. Mulai dari Alpha, Beta, Gamma, Delta dan Omicron.

Untuk menjawab pertanyaan apa arti dari kata Omicron, Omicron merupakan huruf ke-15 dalam alfabet Yunani. Dilansir dari USA Today, berdasarkan kamud Merrian-Webster, Omicron dalam bahasa Yunani artinya “O kecil”.

Varian baru virus Corona B.1.1.529 atau Omicron pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November 2021. Dilansir dari situs WHO, Omicron pertama kali diketahui berasal dari spesimen yang dikumpulkan pada 9 November 2021 lalu.

Sejak saat itu, jumlah kasus varian Omicron ini semakin meningkat di hampir semua provinsi di Afrika Selatan. Omicron telah terdeteksi lebih cepat berkembang dari varian-varian sebelumnya.
Sampai saat ini, omicron telah tersebar di sejumlah negara, seperti:

1. Australia
2. Austria
3. Belgia
4. Botswana
5. Kanada
6. Republik Ceko
7. Denmark
8. Jerman

“Sehingga kita tidak perlu terlalu panik, terburu-buru mengambil kebijakan yang tidak berdasarkan data,” kata Budi saat jumpa pers secara virtual, Minggu (28/11).

Namun pemerintah mulai melakukan antisipasi, salah satunya dengan membatasi kedatangan warga negara asing (WNA) dan mewajibkan seluruh pendatang dari luar negeri, baik melalui udara, laut, maupun darat, untuk menjalani karantina.

Kebijakan ini terdapat dalam Surat Edaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nomor IMI-269.GR.01.01 Tahun 2021 yang berlaku efektif mulai tanggal 29 November 2021.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *